When You’re Lost

By On Monday, March 13th, 2017 Categories : Cerita

Alvino Offyan Nugraha, sosok setengah ganteng, tinggi, sawo mentah menuju mateng, kalo dilihat di fotonya (gue belum pernah ketemu orangnya langsung sih) sosok yang gue kenal lewat aplikasi bernama *tuuuttt* yak, sengaja gue sensor karena gue bukan bintang iklan yang rela iklan tanpa bayaran miliyaran yang cantiknya itu cetar membahenol (eh salah, maksudnya membahana) melintasi cakrawala seantero negeri ini Indonesiaku tercintah, ah sudahlah lupakan.

Ceritanya itu dia ngestalk profile gue gitu, dan ceritanya itu dia naksir sama gue. (garis bawahi, tebali, tulis miring kata ‘ceritanya’, ya you know lah what I maksud). Dia ngechat gue dengan dua kata bertuliskan ‘Hi’ karena gue baik hati, tidak sombong, suka menabung, cerdas, berilmu dan berakhlak mulia gue read deh itu pesan (inget cuma diREAD), mungkin belasan kali dia ngechat gue dengan dua huruf tadi dan endingnya cuma gue read, akhirnya dia ngechat gue dengan sesuatu yang beda dari ‘Hi’.
“hoeyyy, belasan kali gue ngechat lo tapi chatan, read doang, mau sampai kapan gue nunggu lo ngerespon gue? Hah? Sampai ladang gandum dihujani coklat dan jadilah chochocrunch gitu?”
“Iya iya… apa?”
Mulai dari situlah gue chatan sama dia hingga beberapa menit kemudian di hari itu tiba-tiba dia ngedor gue gitu (ngedor = nembak). Dan jawaban gue adalah… jeng… jeng… jeng… Jelas gue nolak dia, nolak gue itu dengan cara super halus sehalus belaian kasih ibu kepada beta.
“lu mau gak jadi pacar gue?”
“gak mau”. Halus kan cara gue nolak? Kan kan?
“Tapi… kenapa?”

Sebenarnya gue itu gak mau nerima dia karena kalau kita jadian ntar LDRan dong, kan gak enak. Dan yang terpenting dia tidak terlalu mendasar atau menjurus pada THE TYPE OF MY BOYFRIEND ala gue gitu, yaitu: pasal 1 harus ganteng dan humoris (kalau dia itu setengah ganteng, ya sebenarnya gak papa sih). Pasal 2 harus seagama, seiman, rajin ibadah, soleh dan bisa ngaji (itu harus karena kita hidup gak hanya di dunia, tapi juga di akhirat). Pasal 3 cerdas, berilmu dan berakhlak mulia (se-nggaknya pernah ranking tiga besar di kelas). Pasal 4 umurnya harus 14 tahun keatas 16 tahun ke bawah. Pasal 5 harus punya potongan rambut kaya Iqbaal CJR atau nggak rambutnya harus kaya Justin Bieber pas tahun 2012-2015 (kalau dia itu rambutnya kaya landak kecebur kolam renang). Dan terakhir pasal 6 yang menyatakan bahwa “senggaknya mukanya itu standar atau hampir mirip sama Iqbaal CJR.”
Karena gue mengacu pada hal ini gue kadang berdoa sama Allah “Ya Allah kalau susah nyariin jodoh yang berdasarkan the type of my boyfriend, dituker sama Iqbaal CJR juga gak apa apa kok, dari pada susah nyari yang begitu ya Allah. Amin Ya Robbal Alamin”.

Ok, kembali ke yang tadi gue bilang ke dia kalau
“gue gak mau karena kecepetan”
“Bukannya lebih cepat lebih baik ya?”
“Aduh, mati gue, salah lagi kan gue” pikir gue dalam lambung.
“Hmmm… iya sih, tapi maaf, kita temenan aja ya?”
“Tapi gue mau jadi pacar lu, lu mau gak jadi pacar gue?”
“Tapi guenya gak mau”
Dan dia ngirim stiker yang gambarnya itu tulisannya ‘I LOVE YOU’
“Please, lo mau ya jadi pacar gue?”
“Maaf gue gak bisa”

Dari situlah gue makin akrab sama dia, sampai akhirnya dia bosan chatan di aplikasi itu, karena mungkin sinyalnya lagi musuhan alias gak bersahabat, dan akhirnya dia minta pin bbm gue, dan jelas gue gak kasih karena saat itu gue belum buat akun bbm, gue bilang aja ke dia kalau gue lagi gak on bbm. Besoknya gue langsung bikin akun BBM, akhirnya dia invite pin gue.

Seminggu kontakan sama dia tapi gak pernah chatan sama dia jangankan chatan, PING aja cuma sekali, sampai akhirnya gue ganti nama tampilan BBM gue jadi ‘JUSTIN BIEBER’S YOUNG SISTER’ dan dia ngechat gue dengan bilang “Segitu banget ngefans JB” dari situlah gue lanjut dan nyaman chatan sama dia, dia mulai ngasih perhatian ke gue kaya ngingetin makan, mandi, tidur dan lain-lain intinya kaya Mot her gue gituh, perhatian dari cowok (kecuali Fat her gue) yang sebelumya belum pernah gue rasain, tapi saat itu gue masih cuek sama dia. Dia juga suka minta foto selfie gue, mau dijadiin wallpaper sama dipasang di dinding kamar katanya (garis bawahi, tebali, dan tulis miring kata ‘katanya’), Gak jarang dia suka nyolong DP gue sembarangan dan dia juga sering jadiin foto gue DP BBMnya. Gue sering banget dibikin ngefly sampai langit ke-8, melting semelting mentega yang dipanaskan di neraka, nyengir kuda (cengiran kudanya aja kalah sama gue), jungkir balik, roll depan, roll belakang salto ngesot kaya orang gila. Yang paling gue suka dari dia itu suka ngasih teka-teki ke gue, teka-teki gak logis yang gue jawab dengan bener tapi masih salah. Dan itu semua buat gue ngakak terbahak-bahak dengan suara super keras yang kedengeran sampai antartika.

Dan sampai hari dimana dia minta gue foto selfie gue lagi
“Minta foto lo lagi dong, lo kan suka selfie”
“Gak ada foto, gue gak suka selfie, emang buat apa?”
“Please, satu aja ya? Buat dijadiin walpaper”

Gue pun mengirim foto yang menurut gue itu foto paling cantik (Selena kalah)
“nih!”
“lo tuh cantik banget apalagi kalau lagi senyum manis banget”
“Elehh… ati-ati ntar naksir loh” “oohh kirain foto itu buat nakutin tikus”
“gak lah, sama temen sendiri kok naksir” “eh.. tapi iya sih gue naksir sama lo, gue suka cewek kaya lo” “Yang ada tikusnya naksir sama lo kaya gue”
“Masa?”
“Iya” “Kira-kira kalau gue nembak tikus, tikusnya nerima gak ya?”
“Mana gue tau, tanya ke tikusnya langsung, kenapa tanyanya ke gue?”
“Kalau gue tanya ke lo, kamu mau gak jadi pacar gue?”
“Itu bahasa terlucu yang pernah gue denger” pikir gue dalam lambung.
“Loh… katanya mau nembak tikus, kok jadi ke gue?”
“Gak jadi, jadinya sama lo aja, kamu mau gak jadi pacar aku?”
“Gak mau”
“Kenapa? Gue tau, Lo gak mau sama gue karena lo udah jadian sama tikus kan?”
“Ya gak lah, gak mungkin”
“Gak ada yang gak mungkin di dunia ini”
“Ya kali pacaran sama tikus”
“Bisa jadi”
“gak bisa”
“Bisa”

Dan mulailah gue baper, jadi laper, pengen makan waper, cari ojek, becek, gak ada ojek intinya gak karuan lah rasanya, sekarang dia ilang, ngilang entah kemana kemana kemana, perginya sekarang kemana? (Kok malah nyanyi sih) mungkin ditelan bumi, atau ditelan mars kah? Intinya gue hilang kontak sama lo ibaratnya itu kaya pesawat yang hilang dari radar, kemana lo Vin saat gue mulai suka sama lu?, kemana lo Vin saat gue mulai takut kehilangan lo?
Where are u now that I need ya?