Wanita Harus Memilih

By On Monday, February 28th, 2011 Categories : Cerita

“Wanita” satu kata sederhana yang terdiri dari enam huruf, namun bila kita membicarakan sosoknya maka tidak akan cukup enam kata untuk membahasnya. Sehingga tidak aneh bila wanita menjadi komoditas utama dalam pembicaraakan berbagai media, baik elektronik maupun cetak.

Natsuo Kirino, seorang novelis Jepang menjadikan kehidupan wanita sebagai tema novelnya “ OUT “ (bebas). Novel tersebut menjadikan dia pemenang Japan’s Grand Prix for Crime Fiction, finalis Edgar award “ Sensasional “ (time out ny). OUT mengisahkan perjalanan empat wanita di daerah pinggiran Tokyo, yang bekerja shift malam di pabrik makanan kotak. Mereka adalah Masako, Yayoi, Yoshie dan Kuniko. Beban hidup yang berat dan hutang yang menumpuk membuat Yayoi salah satu dari mereka tak tahan lagi. Dia membunuh suaminya yang penjudi dan main perempuan. Kemudian meminta bantuan pada Masako, teman kerjanya yang paling karib. Masako bersama Yoshie dan Kuniko menyingkirkan mayat tersebut dengan cara memotong-motongnya. Sungguh sangat mengerikan ketika Yayoi wanita dengan paras cantik, ibu dari dua orang balita, akhirnya mampu membunuh suami sekaligus ayah dari anak-anaknya. Walaupun dia telah membunuh suaminya, dia masih tetap berusaha menjadi ibu yang baik bagi dua buah hatinya. Kehidupan Masako tidak jauh beda, dia mengalami diskriminasi di tempat kerja sebelumnya. Hasil kerjanya yang bagus tidak pernah mendapatkan penghargaan hanya karena dia seorang perempuan. Putus asa yang akhirnya membuatnya keluar dari tempat kerja. Beban hidupnya bertambah ketika dia tidak mendapatkan kasih sayang dari suami dan anaknya. Rasa solidaritasnya memunculkan ide gila memutilasi mayat suami Yayoi. Yoshie wanita ketiga yang mengalami pnderitaan di masa senjanya. Ditinggal mati suaminya, bekerja shift malam, merawat mertuanya yang sakit namun sangat cerewet, menjadi sapi perahan dari dua orang putrinya pula. Penderitaan lahir batin dia alami, berusaha menjadi istri sekaligus ibu yang baik. Karena membutuhkan uang untuk bertahan hidup, dia mau membantu memutilasi mayat suami Yayoi. Sedangkan Kuniko, wanita dengan gaya hidup mewah, dia memenuhi keinginannya dengan meminjam uang ke rentenir. Suaminya kabur meninggalkannya. Karena membutuhkan uang untuk membayar hutang, dia mau membantu memutilasi mayat suami Yayoi. Dan demi uang dia menghianati teman-temannya. Karena penghianatan itu pulalah akhirnya dia dibunuh dengan cara yang sangat mengerikan.Novel ini menggambarkan kehidupan wanita yang identik dengan keindahan, lemah lembut, dan secara kodrat harus menjadi seorang istri sekaligus seorang ibu. Menjadi seorang istri dan ibu adalah dua tugas mulia yang sangat diidamkan oleh setiap wanita, mudah secara teori namun sangat sulit dalam pelaksanaannya. Tidak bisa dipungkiri, kita akan menemukan sosok Masako, Yayoi, Yoshie dan Kuniko berada di sekitar kita, wanita-wanita yang berjuang melawan nasibnya.

Dalam diri wanita terdapat kekuatan yang tidak dimiliki seorang pria. Sebagai seorang istri mampu menjadikan suaminya seorang yang dermawan atau seorang yang sangat korup. Sebagai seorang ibu, dia yang akan mempersiapkan masa depan sebuah bangsa karena di tangan ibulah pendidikan aseorang anak di mulai. Seperti dalam sebuah pepatah, “ seorang ibu laksana sekolah, jika engkau mempersiapkannya dengan baik sungguh engkau telah mempersiapkan sebuah generasi unggul”. Banyak wanita besar yang ada di sekitar kita, seperti Sri Mulyani, Artalyta Suryani, Prita Mulyasari, Milana istri Gayus. Yang manakah sosok wanita yang dibutuhkan bangsa kita?