Wanita Di Hari Jumat

By On Monday, March 13th, 2017 Categories : Cerita

Pohon itu akhirnya tumbang. Pagi ini hampir semua warga Kampung Sekar datang untuk melihat pohon besar itu, pohon yang menurut warga telah berusia lebih dari seratus tahun. Tumbangnya pohon itu menarik perhatian warga karena dari pohon inilah dulu kisah itu dimulai.

Ya. Darman ingat cerita itu. Cerita yang membuatnya terheran-heran, tentang kisah seseorang yang dikait-kaitkan dengan pohon besar itu. Cerita setiap hari Jumat. Darman sering mendengarkan ayahnya bercerita tentang pohon besar itu. Konon katanya setiap hari Jumat ada sesosok Wanita Berambut Panjang bergelombang. Mengenakan daster bermotif bunga-bunga mawar duduk di bawah pohon besar itu. Dengan tatapan kosong, Wanita Berambut Panjang itu terlihat aneh. Aura menyeramkan pasti akan menyelimuti setiap mata yang melihatnya. Tetapi, banyak warga kampung yang penasaran dengan Wanita Berambut Panjang itu. Sampai-sampai ada yang rela untuk mengintainya setiap hari Jumat. Namun, usaha mereka selalu berakhir sia-sia. Wanita Berambut Panjang selalu menghilang secara tiba-tiba ketika mereka mengedipkan mata. Akibat dari hal itu ada yang menjadi gila karena ketakutan yang berlebihan. Ada yang setiap hari berhalusinasi. Dan ada pula yang tidak jera. Mereka malah semakin penasaran dengan Wanita Berambut Panjang itu.

Pagi ini pohon besar itu tumbang. Beruntung tidak ada korban jiwa, kebetulan letak pohon itu juga jauh dari pemukiman warga. Tidak ada yang tau penyebab tumbangnya pohon itu. Desas-desus para warga, pohon itu tumbang akibat dari ulah seorang warga yang kencing sembarangan di bawah pohon besar itu. Menurut mereka, gara-gara hal itu Si Wanita Berambut Panjang itu murka. Dan menumbangkan pohon itu. Kemudian, Salah seorang warga berkata, “Kemarin, Aku melihat ada orang yang tidak aku kenal kencing di bawah pohon ini. Orang itu kayaknya bukan warga sini,”
“Oh orang itu, mungkin orang itu kebelet kencing. Jadinya ia terpaksa buat kencing disini, daripada nahan kencing terus jadi penyakit kan bahaya,” sahut Darman mencoba agar para warga tidak terpancing emosi. Para warga pun terdiam. Tidak ada lagi yang membahas hal itu. Namun, Wanita Berambut Panjang dan tumbangnya pohon besar itu menjadi Trending Topik sekampung Sekar hari ini.

Dua hari telah berlalu. Sekarang hari Kamis. Misteri Wanita Berambut Panjang dan tumbangnya pohon besar sedikit demi sedikit mulai hilang ditelan waktu. Para warga Kampung Sekar sudah beraktivitas seperti biasa. Namun berbeda dengan Darman, ia masih penasaran. Ia penasaran tentang siapakah Wanita Berambut Panjang itu. Untuk mengatasi rasa penasarannya, Darman mencoba mencari bagaimana cara mengetahuinya. Tak perlu berpikir panjang, Darman akhirnya menemukan caranya.

Malam pun tiba. Darman sudah siap menjalankan aksinya. Dengan bekal 1 buah senter tua, Ia akan memberanikan diri untuk bertemu langsung dengan Wanita Berambut Panjang itu. Tepat pukul 00.00 hari berganti dari hari Kamis ke hari Jumat. Suara ayam jantan berkokok mulai menyebar menguasai Kampung Sekar. Darman pun bergegas menuju lokasi pohon besar itu. Di sepanjang jalan, Darman sempat dikejutkan oleh suara kucing yang berkelahi yang tiba-tiba muncul di depannya. Selain itu, Darman juga dibuat merinding dengan suara-suara aneh yang datang dari arah belakang, samping kiri, dan kanan. Entahlah suara apakah itu. Tetapi Darman berusaha tidak mempedulikannya. Ia berusaha untuk fokus melihat jalan yang disinari cahaya senter tuanya.

Setelah cukup lama berjalan, Darman akhirnya tiba di lokasi pohon besar itu. Dengan senter tuanya ia menatap lamat-lamat sekitaran pohon besar itu. Suasana menyeramkan mengelilingi sekitaran pohon besar itu. Suara jangkrik, suara lolongan anjing, dan suara kucing berkelahi berpadu bak paduan suara di TV-TV. Namun, Darman tetap tenang menunggu Wanita Berambut Panjang menampakkan dirinya. Satu menit. Lima menit. Tiga puluh menit. Wanita Berambut Panjang tak kunjung menampakkan dirinya. Darman pun mulai bosan dan memutuskan untuk duduk. Kantuk mulai menghampirinya. Lama-kelamaan Darman pun ketiduran.

“Namaku Sekar, Tolonglah Aku, Tempatkanlah Aku ditempat yang seharusnya tempatku,” Kata Si Wanita Berambut Panjang kepada Darman. Darman pun terperanjat bangun dari tidurnya. Kemudian Ia langsung lari sekencang-kencangnya meninggalkan lokasi pohon besar itu.

“Ayah… Ayah… Ayah” Teriak Darman sambil menggedor-gedor pintu rumahnya. Beruntung Ayah Darman masih terbangun. Ayah Darman dengan segera membukakan Darman pintu.
“Kamu habis dari mana Nak? Ayah dari tadi khawatir menunggumu pulang” Tanya Ayah Darman
“Aku habis dari pohon besar itu Yah. Tadi Aku mencoba mencari tau tentang Wanita Berambut Panjang itu. Tapi Aku Ketiduran di sana. Tak lama kemudian tiba-tiba Wanita Berambut Panjang itu muncul di belakangku dan mengatakan sesuatu. Entahlah itu hanya sebuah mimpi atau tidak. Aku merasakan hal itu seolah-olah nyata,” Jawab Darman sekaligus menceritakan apa yang sudah Ia alami tadi.
“Apa yang Ia katakan kepadamu, Nak?” Tanya Ayah Darman balik.
“Ia mengatakan, “Namaku Sekar, Tolonglah Aku, Tempatkanlah Aku ditempat yang seharusnya tempatku” Jawab Darman dengan suara ketakutan.
“Hmmm… Kita harus mencari tau lebih jelas lagi maksud dari Wanita Berambut Panjang itu,” Kata Ayah Darman mulai sedikit penasaran.
Darman pun menjawab, “Iya Yah, benar sekali. Oiya Yah, Maafkan Darman yang pergi malam-malam tanpa sepengetahuan Ayah. Maaf Yah,”
Tak perlu berpikir panjang. Ayah Darman menjawab permintaan maaf Darman, “Iya Nak, Tidak apa-apa, lain kali ajak Ayah ya caranya. Jangan sendirian. Hehe… Sudahlah Nak, sebaiknya kamu istirahat sana,”
“Hehe… Baik Yah,” Jawab Darman sedikit tersenyum
Ayah Darman sangat pengertian dengan Darman. Ayah Darman juga selalu satu pikiran dengan Darman. Sehingga sangat jarang sekali Ayah Darman dan Darman berselisih paham akan suatu masalah.

Sebelum menuju kamarnya. Darman menaruh senter tuanya di lemari tempat penyimpanan barang-barang antik milik ayahnya. Setelah itu, Darman pun menuju kamarnya dan langsung menghempaskan tubuhnya di kasur yang super empuk baginya.
Di kamarnya, Darman kembali memikirkan kata-kata Si Wanita Berambut Panjang itu. Darman pun bergumam, “Mengapa nama Wanita Berambut Panjang itu sama seperti nama kampung ini? Apakah Wanita Berambut Panjang itu menjadi asal muasal pemberian nama kampung ini dulu? Hmmm…”. Beberapa lama kemudian Darman pun tertidur.

Hari-hari terus berlalu. Tak terasa hari telah kembali lagi ke hari Kamis. Suasana Kampung Sekar tetap sama seperti hari-hari biasa. Darman dan Ayahnya sibuk dengan aktivitas masing-masing. Darman sibuk memikirkan dan mempersiapkan rencana bersama Ayahnya nanti malam. Sedangkan, Ayahnya sibuk mengobati pasien-pasien yang menjadi korban Wanita Berambut Panjang. Ayah Darman memang sudah terbiasa mengobati orang-orang yang mengalami penyakit di luar akal sehat orang awam.

Hari ini matahari berjalan sangat cepat. Malam pun sebentar lagi akan tiba. Darman dan Ayahnya sedang membahas tentang rencana tengah malam nanti. Warga Kampung Sekar mulai bersiap-siap untuk pergi ke Balai Desa. Seperti biasa setiap dua minggu sekali, tepatnya setiap malam Jumat, ada acara Nonton Bareng ala Pak Kades. Pak Kades sengaja mengadakan acara itu agar ia bisa dekat dengan warga-warganya. Entah itu nonton komedi, sinetron, film hantu. TV yang digunakan layarnya kecil. Semua warga Kampung Sekar selalu antusias dengan acara itu. Namun kali ini, Darman dan Ayahnya tidak bisa mengikuti acara itu. Darman dan Ayahnya memutuskan untuk tidur lebih awal.

Tengah malam pun tiba. Suara ayam jantan berkokok mulai berkumandang silih berganti antara satu dengan yang lainnya. Darman dan Ayahnya pun terbangun dan langsung bersiap-siap untuk menuju lokasi pohon besar itu. Setelah semua persiapan selesai, Darman dan Ayahnya berangkat.

Di sepanjang jalan, Ayah Darman menceritakan banyak hal kepada Darman tentang pengalamannya selama di Kampung Sekar. Namun, Ayah Darman lebih banyak menceritakan tentang Wanita Berambut Panjang dan pohon besar itu. Darman sangat senang mendengarkannya. Karena baru pertama kali ini Ayah Darman bercerita langsung kepadanya. Biasanya Darman hanya mendengarkan ayahnya bercerita secara diam-diam ketika ada pasien yang sedang diceritakan.

Tak terasa Darman dan Ayahnya sudah sampai di lokasi pohon besar itu. Tiba-tiba sebuah kejadian aneh terjadi. Darman tiba-tiba menghilang. Ayah Darman kebingungan. Darman seperti berpindah ke dimensi lain. Kemudian Ayah Darman mencoba membaca doa-doa lantas mencari tau keberadaan Darman. Dan ternyata Darman memang berpindah ke dimensi lain.

Di dimensi lain, Darman melihat sebuah rangkaian peristiwa dengan suasana tempo dulu. Ia melihat seorang wanita diperk*sa oleh seorang Tentara Belanda lengkap dengan seragam maupun atributnya. Tidak hanya diperk*sa, wanita itu dipukul, ditampar, dan ditendang oleh Tentara Belanda itu. Darman ingin sekali menghentikan perbuatan bejat itu. Tetapi Darman tidak bisa bergerak. Tubuhnya kaku dan keras bak batu. Darman terus mencoba menggerakkan badannya. Namun, tetap saja tidak bisa.

Beberapa saat kemudian. Darman dikejutkan oleh teriakan wanita itu. Ternyata wanita itu sudah kelelahan dan meninggal. Tentara Belanda itu terdiam. Kemudian Ia mondar-mandir seperti memikirkan sesuatu. Setelah itu, Tentara Belanda itu terdiam lagi. Satu detik. Dua detik. Tiga detik. Tentara Belanda itu mulai bergerak lantas menyeret wanita itu. Ia menyeret wanita itu menuju sebuah pohon besar.

Setibanya di pohon besar. Tentara Belanda itu pun mulai menggali tanah tepat di bawah pohon besar itu. Setelah menggali cukup dalam, Tentara Belanda itu memasukkan wanita itu ke dalam galian itu dan menimbunnya. Darman pun tersadar. Ia sadar ternyata wanita itu adalah Si Wanita Berambut Panjang. Darman sangat sedih mengetahui kenyataan terakhir yang dilalui Si Wanita Berambut Panjang sebelum kematiannya tiba.

Beberapa menit kemudian. Tiba-tiba Darman seperti ditarik oleh seseorang melewati lubang yang sangat sempit. Darman kesakitan. Ia teriak sekeras-kerasnya dan sleppp…
Ayah Darman akhirnya berhasil menarik Darman kembali dari dimensi lain. Tetapi Darman tidak sadarkan diri. Tanpa berpikir panjang, Ayah Darman pun membopong Darman pulang.

Di rumah, Ayah Darman berusaha menyadarkan Darman. Berbagai macam cara ia lakukan agar Darman sadar. Tetapi Darman tetap saja tidak sadarkan diri.
Setelah bersabar menunggu selama satu jam. Darman pun sadar. Ia langsung berdiri dan mengatakan, “Ayah, kita harus menggali tanah di sekitaran lokasi pohon besar itu. Mayat Si Wanita Berambut Panjang itu ada di sana,”
“Apaaa!!!” Jawab Ayah Darman kaget.
Ayah Darman pun langsung mengambil cangkul yang ada di belakang rumah. Darman juga langsung mengambil kantong plastik besar yang ada di dapur. Kemudian, mereka pun balik ke lokasi pohon besar itu.

Sesampainya di sana. Darman berusaha mengingat posisi Wanita Berambut Panjang itu dikubur. Beberapa lama kemudian, Darman akhirnya ingat posisinya.
“Di sini Yah,” Kata Darman.
“Oke nak,” Jawab Ayah Darman.

Ayah Darman pun mulai menggalinya. Sekitar satu meter dari permukaan tanah, tulang belulang Si Wanita Berambut Panjang itu sedikit demi sedikit bermunculan. Darman langsung mengumpulkan tulang-belulang itu lantas memasukkannya ke dalam kantong plastik besar. Setelah semua tulang belulang terkumpul. Darman dan Ayahnya bergegas menuju Pemakaman Umum Kampung Sekar.

Di Pemakaman Umum Kampung Sekar. Ayah Darman kembali menggali tanah untuk menguburkan tulang-belulang Si Wanita Berambut Panjang itu. Kurang lebih sekitar dua meter dari permukaan tanah, Ayah Darman berenti menggalinya. Kemudian, Darman memasukkan tulang-belulang Si Wanita Berambut Panjang itu lantas menimbunnya. Setelah itu, Ayah Darman memanjatkan doa-doa agar Wanita Berambut Panjang itu sekarang bisa tenang di alam sana.

Setelah melewati proses yang cukup panjang, Darman dan Ayahnya pun pulang. Di Sepanjang Jalan, Darman menceritakan apa yang ia lihat selama di dimensi lain saat itu, “Ayah, Ternyata selama ini Wanita Berambut Panjang itu berusaha untuk berkomunikasi dengan warga-warga Kampung ini agar ia dikubur di tempat yang seharusnya. Bukan malah sembarangan di bawah pohon besar itu. Oiya, Wanita Berambut Panjang itu juga meninggal karena kelelahan diperk*sa oleh seorang Tentara Belanda. Bukan hanya diperk*sa Yah. Wanita Berambut Panjang itu juga dipukul, ditampar, dan ditendang oleh Tentara Belanda itu. Selain itu, menurutku, berawal dari kisah Wanita Berambut Panjang inilah pemberian nama kampung ini yakni Sekar sesuai namanya,”
Ayah Darman pun merespon ceritanya Darman, “Hmmm… kasian sekali Sekar. Coba ada Ayah ketika kejadian itu dulu. Mungkin, ia tidak akan berakhir tragis seperti ini,”
“Iya Yah… Iya,” Kata Darman menahan tawa.

TAMAT