Usaha Pelestarian Keanekaragaman Hayati

By On Saturday, February 25th, 2017 Categories : Sains

Menurunnya keanekaragaman hayati menyebabkan semakin sedikit pula manfaat yang dapat diperoleh manusia. Penurunan keanekaragaman hayati dapat dicegah dengan cara melakukan pelestarian (konservasi) keanekaragaman hayati. Konservasi keanekaragaman hayati memiliki beberapa tujuan, antara lain sebagai berikut.

  • Menjamin kelestarian fungsi ekosistem sebagai penyangga kehidupan.
  • Mencegah kepunahan spesies yang disebabkan oleh kerusakan habitat dan pemanfaatan yang tidak terkendali.
  • Menyediakan sumber plasma nutfah untuk mendukung pengembangan dan budidaya kultivar-kultivar tanaman pangan, obat-obatan, maupun hewan ternak.

Konservasi keanekaragaman hayati di Indonesia diatur oleh UU No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya dan UU No. 23 tahun 1997 tentang pengelolaan lingkungan hidup, dengan tiga azas, yaitu tanggung jawab, berkelanjutan, dan bermanfaat. Konservasi keanekaragaman hayati dapat dilakukan secara insitu maupun eksitu. Konservasi insitu adalah usaha pelestarian (konservasi) yang dilakukan di habitat aslinya, yaitu dengan mendirikan cagar alam, taman nasional, suaka margasatwa, taman hutan raya, dan taman laut.

Contohnya cagar alam Rafflesia di Bengkulu dan suaka margasatwa Pulau Komodo. Konservasi eksitu adalah usaha pelestarian yang dilakukan di luar habitat aslinya, yaitu dengan mendirikan kebun raya, taman safari, kebun koleksi atau kebun binatang. Contohnya Taman Safari Puncak dan Kebun Raya Bogor.

Dan hasil kerja sama dengan lembaga konservasi internasional telah dilakukan pengembangan kawasan konservasi menjadi cagar biosfer. Cagar biosfer adalah kawasan dengan ekosistem terestrial dan pesisir yang melaksanakan konservasi biodiversitas melalui pemanfaatan ekosistem yang berkelanjutan. Cagar biosfer di Indonesia berdasarkan ketetapan UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) antara lain Kebun Raya Cibodas dan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Taman Nasional Komodo, Taman Nasional Lore Lindu, Taman Nasional Tanjung Puting, Taman Nasional Gunung Leuser, Taman Nasional Siberut, Taman Nasional Bukit Batu, dan Taman Nasional Wakatobi.

Kita harus memahami bahwa keanekaragaman hayati adalah kekayaan berharga yang harus senantiasa dijaga, di lestarikan, dan di hindarkan dari kepunahan. Pemanfaatan kenanekaragaman hayati harus di dasarkan atas kebijakan memelihara keselarasan, keserasia, keseimbangan dan kelestarian biodiversitas lingkungan. Jika mungkin, bahkan harus meningkatkan kualitas lingkungan, sehingga dapat dinikmati manusia dari generasi ke generasi.

Usaha pelestarian lingkungan di Indonesia hanya mungkin jika di dukung oleh semua warga negara Indonesia. Dengan kata lain, kearifam terhadap lingkungan hidup harus menjadi milik tiap insan Indonesia atau membudaya di dalam seluruh masyarakat Indonesia. Perubahan konseo mental manusia tidak dapat berlangsung dalam satu hari, tetapi, memerlukan waktu lama. Salah satu usaha mempercepat perubahan itu adalah melalui pendidikan lingkungan hidup kepada masyarakat Indonesia mulai sedini mungkin, baik melalui pendidikan formal maupun pendidikan non formal. Di samping itu, perlu digalakan aktifitas  yang bertujuan meningkatkan dan melesatarikan keanekaragaman hayati, antara lain, penghijauan, permbuatan taman kota, pemuliaan, serta pembiakan in situ dan ex situ.

1.    Penghijauan

Penghijauan dilakukan dengan cara menanam berbagi henus tanaman di berbagai tempat yang telah direncanakan, dapat dihalaman sekitar rumah, hutan-hutan yang gundul akibat penebangan liar, dan tempat lain yang diduga terhindar dari bencana jika ditanami tumbuhan. Kegiatan penghijauan tidak hanya menanam, tetapi yang lebih penting adalah merawat tanaman yang ditanam.

2.    Pembuatan Taman Kota

Pembuatan taman kota akan mendatangkan manfaat, antara lain meningkatkan kandungan oksigen, menurunkan suhu lingkungan, menurunkan efek pencemaran udara yang berasal dari  kendaraan bermotor, memberi keindahan, dan meningkatkan keanekaragaman hayati.

3.    Pemuliaan

Pemuliaan adalah usaha membuat varietas unggul, tetapi bukan berarti menghilangkan varietas tidak unggul. Pemuliaan dapat dilakukan dengan perkawinan silang yang akan menghasilkan varian baru. Oleh karena itu, pemuliaan hewan maupun tumbuhan dapat meningkatkan keanekaragaman gen dan keanekaragaman jenis.

4.    Pembiakan In Situ dan Ex Situ

Ada dua cara pelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia, yaitu pelestarian In situ dan Ex situ.
a.    Pelesatarian in situ, yaitu suatu upaya pelestarian sumber daya alam hayati di habitat atau tempat aslinya. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan karakteristik tumbuhan atau hewan tertentu sangat membahayakan kelestariannya apabila dipindahkan ke tempat lainnya. comtoh pelestarian in situ tercantum berikut ini:
1)    Suaka margasatwa untuk komodo di Taman Nasional Komodo, Pulau Komodo.
2)    Suaka margasatwa untuk badak bercula satu di Taman Nasional Ujung Kulon Jawa Barat.
3)    Pelestarian bunga Rafflesia di Taman Nasional Bengkulu.
4)    Pelestarian terumbu karang di Bunaken.
b.    Pelestarian ex situ, yaitu suatu upaya pelestarian yang dilakukan dengan memidahkan ke tempat lain yang lebih cocok bagi perkembangan kehidupanya. Contoh pelestarian ex situ tercantum berikut ini.
1)    Kebun Raya dan Kebun Koleksi untuk menyeleksi berbagai tumbuhan langka dalam rangka melestarikan plasma nutfah.
2)    Penangkaran jalak bali di kebun binatang Wonokromo.

Ringkasan

Usaha konservasi keanekaragaman hayati yaitu melalui konservasi.

– Insitu (cagar alam, suaka margasatwa, cagar biosfer), dan

– Eksitu (kebun koleksi, kebun plasma nutfah, kebun raya, taman safari, kebun binatang).