Untuk Kamu, yang Tidak Tahu Bagaimana Beratnya Rindu

By On Sunday, March 19th, 2017 Categories : Artikel

Perpaduan yang menyakitkan adalah ketika kamu merindukan seseorang, tetapi yang bisa kamu lakukan hanyalah berbaring di tempat tidurmu sambil menatapi wajahnya dari layar ponselmu berulang-ulang. Memutar playist bertemakan rindu di ponselmu. Diam-diam berharap bahwa rasa rindu itu akan lenyap seiring detik yang berjalan dan mengantarkan bait lagu terakhir. Membiarkan malam semakin larut dan berbaik hati mengusir rasa sedih atau menggantinya dengan sedikit rasa kantuk agar bisa melupakannya sejenak.

Tetapi, semakin jauh kamu menggali folder foto-foto tentangnya, semakin jauh juga rasa rindu itu menjelajahi kenangan usangmu. Dan kamu mulai berpikir, akan lebih baik jika dia ada disampingmu. Bagaimana kamu akan lebih bahagia jika dia memelukmu, dan menemanimu sepanjang malam sampai kamu tertidur ditemani mimpi terindahmu.

Kamu tersenyum saat memikirkan itu semua, seolah-olah imajinasi adalah satu-satunya hal yang nyata. Tetapi matamu tidak menampakkan cahaya apapun. Kosong. Karena kamu sadar semua itu hanyalah harapan, salah satu hal yang mustahil bisa terwujud. Lebih mudah membayangkannya, tetapi lebih sulit lagi menghentikan semua harapan-harapan itu.

Padahal kamu tahu hanya ini yang bisa kamu lakukan, padahal kamu tahu seharusnya kamu berhenti dan jangan pernah merindukan dia lagi. Padahal kamu tahu bahwa dia tidak ada disini.

Kamu sangat ingin membuang semuanya, tetapi kamu takut kalau kamu akan merindukannya lagi esok hari. Dan akan semakin merindukannya ketika kamu tidak bisa menemukan fotonya di folder manapun. Itu akan menjadi hal yang paling kamu benci, jadi kamu tidak pernah melakukannya. Kamu tetap menyimpan semuanya disana.

Setiap hari, setiap malam, sampai kamu tertidur…

Kamu memutar ulang dan mendengarkan lagu-lagu yang dia sukai, memandangi wajahnya, dan berharap dia akan muncul disetiap mimpimu, setiap harinya. Hanya seperti itu.

Tidak pernah berpikir untuk merubahnya, sama sekali.

Dan ya, rindu memang terasa berat. Seberat saat kamu harus menahannya sendirian, seberat saat kamu menyadari jika kenyataan tidak mengijinkan kamu untuk sekedar menyapanya dan mengatakan, “Hai, bagaimana kabarmu?”. Terlebih lagi, untuk berharap melihat namanya muncul di layar pemberitahuan ponselmu dengan sebaris pesan bertuliskan “Aku merindukanmu.”

27878065, 27878066, 27878067, 27878068, 27878069, 27878070, 27878071, 27878072, 27878073, 27878074, 27878075, 27878076, 27878077, 27878078, 27878079, 27878080, 27878081, 27878082, 27878083, 27878084, 27878085, 27878086, 27878087, 27878088, 27878089, 27878090, 27878091, 27878092, 27878093, 27878094, 27878095, 27878096, 27878097, 27878098, 27878099, 27878100, 27878101, 27878102, 27878103, 27878104