Unsur Interistik Novel: Kutukan

UNSUR INTERISTIK NOVEL

1. Identitas Novel
Judul Novel : Kutukan?
Oleh : Bacem Wong
Tebal : 200 halaman
Warna : Merah
Diambil : Dari kisah nyata yang direkayasa sepenuhnya
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Jakarta, November 2007

2. Tema
Secara umum petikan cerita novel ini mengandung tema yaitu kurang nyali dalam bercinta. Hal tersebut dapat dilihat dari ceritanya : Eki sang photographer yang gagal mendapatkan cinta mulai dari Diandra sampai Putri karena tidak berani mengungkapkan isi hatinya

3. Amanat atau Pesan
Amanat atau pelajaran yang dapat diambil dari petikan novel ini adalah beranilah untuk mengungkapkan suatu dalam segala hal karena keberanian akan membawamu dalam kesuksesan

4. Tokoh dan Watak
Dalam petikan novel ini terdapat beberapa tokoh dengan berbagai karakter dan penokohannya.
4.1 Tokoh utama protagonist
Eki yang wataknya pengecut, kurang nyali dan pesimis.
Bukti : “Eki yang gagal mendapatkan cintanya dari Diandra sampai ke Putri karena tidak berani mengunggkapkan isi hatinya”

4.2 Tokoh tambahan protagonist
4.2.1 Lani yang penuh perhatian
Bukti : “Pagi-pagi di suatu hari Lani menelpon Eki dengan nada cemas”
4.2.2 Diandra yang sifatnya ramah
Bukti : “Hai,” sapa Eki
“Hai, lagi ngapain disini?” balas Diandra dengan ramah
4.2.3 Gendon yang sifatnya humoris
Bukti : “Ati-ati pake motor gue, motor keramat tuh, jangan sampai ditilang” candanya sambil memberikan STNK
4.2.4 Citra yang sifatnya ramah
Bukti : “Hai,” sapa Eki
“oh, hai! Kamu lagi ngapain disini?” Tanya Citra
4.2.5 Devin yang selalu pe-de
Bukti : “Tapi pas dia bilang dia udah berubah, aku yang dasarnya orang baik berfikir positif aja” kata Devin dengan pe-denya
4.2.6 Kinan gadis lemah dan cacat
Bukti : “Kadang-kadang saya ngerasa ini salah saya. saya cuma seorang cewek lemah yang butuh seseorang disamping saya karena saya cacat. Tapi gimana?” kata Kinan sambil meneteskan air mata.
4.2.7 Putri yang ramah
Bukti : “Hai lagi beli minum aja. Eh akang yang kemaren moto itu kan?” balas putri dengan ramah

5. Seting
5.1 Latar : 1. Kos-kosan Eki
Bukti : “Sore-sore begini memang asyik nongkrong di kos-kosan Eki.”
2. Kantor Pak Dewa
Bukti : “Setibanya di kantor Pak Dewa tiba-tiba BRAKK….”

3. Rumah Kinan
Bukti : “Akhirnya tibalah Eki di rumah Kinan”
4. Bioskop
Bukti : “Rame banget ni bioskop”
5.2 Waktu : 1. Pagi-pagi
Bukti : “Siapa sih tu yang nyanyi? Pagi-pagi berisik banget”
2. Siang
Bukti : “Siang in panas banget ya ki?”
3. Sore-sore
Bukti : “Sore-sore begini memang asyik nongkrong di kos-kosan Eki.”
5.3 Suasana : 1. Hening
Bukti : Rumah itu kembali hening

6. Alur
6.1 Penampilan Waktu
Jalinan yang tampak dari petikan novel ini adalah maju. Bukti yaitu cerita ditampilkan secara urut dari masa lalu menuju masa sekarang dan tidak pernah membayangkan masa lalu.
6.2 Tahap Alur
6.2.1 Eksposisi
6.2.1.1 Eki sang fotografer yang gagal mendapatkan cinta mulai dari Diandra sampai ke Putri karena tidak berani mengungkapkan isi hatinya.
6.2.1.2 Diandra gadis cantik yang ditemui Eki waktu di bioskop yang takut tidak kebagian tiket.
6.2.1.3 Citra penari yang ditemui Eki pas perkawinan Pak Dewo.
6.2.1.4 Davin cewek kampus yang dikenal Eki karena Davin salah kirim email dan yang sedih karena punya pacar egois.

6.2.1.5 Putri gadis SMA kelas XI-3.
6.2.1.6 Kinan gadis yang manis tetapi buta.
6.2.2 Konflik
6.2.2.1 Eki kurang percaya diri atau tidak berani mengungkapkan isi hatinya (konflik batin).
6.2.2.2 Diandra takut tidak kebagian tiket (konflik batin)
6.2.2.3 Citra yang kecewa kepada Eki (konflik batin)
6.2.2.4 Davin sedih karena punya pacar yang egois (konflik perasaan)
6.2.2.5 Kinan sedih dan kecewa karena matanya buta (konflik perasaan)
6.2.3 Klimaks
Kinan menampar Eki karena tidak mengenali Kinan.
6.2.4 Resolusi
Eki diberitahu Lani gadis yang menamparnya itu Kinan.
6.2.5 Ending (happy ending)
Eki mengejar Kinan dan mengungkapkan isi hatinya dan akhirnya jadian.

7. Sinopsis
Eki pemuda fotografer sejak SD ditinggal kedua orang tuanya membua dia pesimis dalam meraih cinta sehingga sering gagal mendapatkan cintanya. Mulai dari Diandra sampai ke Putri
Suatu ketika muncullah Kinan yang manis tapi buta yang suka padanya dan berani memperjuangkan cintanya. Barulah Eki bisa menikmati cinta dari keberanian Kinan.

8. Point of View
Sudut pandang orang pertama (akuan terbatas)
Dalam ceritanya tokoh utama ditampilkan sebagai “aku” dan digambarkan lengkap dari segi fisik maupun kehidupan kisah cintanya.

HASIL
ANALISIS NOVEL

DIAN ANGGRAINI
8A / 12

PEMBIMBING : YANIK EKOWATI, S.Pd

TAHUN AJARAN 2009/2010
BAHASA INDONESIA

Tags:

Cara menentukan unsur instrinsik dalam Dongeng

(Cara menentukan unsur instrinsik dalam Dongeng) – Cerpen atau cerita pendek dan dongeng terbentuk dari unsur-unsur intrinsik. Berikut ini merupakan unsur-unsur intrinsik pembentuk sebuah dongeng dan cerpen: Tokoh; Tokoh adalah orang atau subjek yang menjadi pelaku atau pemeran dalam...

Teknik Menyusun Laporan Kegiatan

(Teknik Menyusun Laporan Kegiatan) – Laporan kegiatan adalah suatu ikhtisar tentang hal ikhwal pelaksana suatu kegiatan, yang harus disampaikan oleh pembina kepada pihak yang memberi tugas sebagai pertanggungjawaban. Setiap laporan yang akan disusun sebaiknya dibuat dengan memperhatikan hal-hal berikut...

Puisi Terbaru 2011: Bisa Ular Jantan

Bisa itu Terlanjur menjalar Mengalir bercampur darahku Bergetar jiwa menggelepar-gelepar Terkapar Bisa itu Menyiksaku benar halusinasi bertubi-tubi kebohongan menari-nari tak berkesudahan terus bermimpi Dalam terlunta-lunta tak kenal arah mata angin Tiba-tiba Engkau yang terlupakan hadir Bersama semilir atmosfir Mendekapku...

Pengertian Majas (Gaya Bahasa) dan Macam-macamnya

(Pengertian Majas (Gaya Bahasa) dan Macam-macamnya) – Majas adalah kiasan bahasa atau gaya bahasa untuk menggambarkan sesuatu dengan cara membandingkan, mempertentangkan, mempertautkan, atau mengulangi katanya. Secara garis besar, majas-majas tersebut terbagi ke dalam majas perbandingan, pertentangan, pertautan, dan perulangan....

Pengertian Pantun dan Cara Menulisnya

(Cara Menulis Pantun dan Contohnya) – Pantun adalah salah satu contoh bentuk puisi lama. Pantun memiliki beberapa ciri khusus, yaitu: bersajak a b a b, satu bait terdiri dari empat baris, baris pertama dan kedua sebagai sampiran, baris ketiga...