Tingkat Organisasi Biologis

By On Monday, May 5th, 2014 Categories : Sains

Tingkat Organisasi Biologis – Dalam ilmu biologi, terdapat beberapa tingkat organisasi kehidupan. Dimulai dari materi yang sangat sederhana, sampai ke materi yang sangat kompleks. Berikut merupakan tingkatan organisasi biologis.

1. Sel
Sel merupakan struktural dan fungsional makhluk hidup. Tingkatan kehidupan dimulai dari tingkatan sel. Bahkan banyak organisme yang hidup secara uniseluler atau hanya terdiri dari satu sel, seperti bakteri, ganggang, ragi, dan lain-lain. Hampir sebagian besar metabolisme makhluk hidup terjadi di dalam sel.

2. Jaringan
Jaringan merupakan sekumpulan sel yang memiliki kesamaan morfologi, yang memeliki fungsi tertentu. Jaringan sering dijumpai pada makhluk hidup tingkat tinggi. Contohnya adalah jaringan saraf, jaringan epitel, jaringan otot, jaringan ikat.

3. Organ
Organ merupakan sekumpulan jaringan yang berbeda morfologinya, yang bekerja untuk melaksanakan suatu fungsi. Organ biasanya tersusun atas dua atau lebih jaringan. Tangan, kaki, jantung, paru-paru, lambung, pankreas, limpa, mata, telinga, hidung adalah beberapa contoh organ yang terdapat pada tubuh kita.

4. Sistem Organ
Sistem organ merupakan suatu sistem yang dibangun oleh beberapa organ untuk melakukan suatu fungsi. Salah satu sistem organ yang kita kenal adalah sistem pernapasan. Pada manusia sistem pernapasan dibangun oleh organ-organ seperti hidung, faring, laring, bronkus, paru-paru. Selain sistem pernapasan, sistem organ yang lain meliputi sistem ekskresi, sistem peredaran darah, sistem gerak, sistem pencernaan, dan masih banyak lagi.

5. Organisme
Mahluk hidup individual disebut organisme. Setiap pohon jati dan tumbuhan lain di hutan merupakan suatu organisme, demikian pula dengan hewan hutan, seperti katak, kijang, bajing, dan serangga. Tanah di hutan juga dipenuhi oleh mikroorganisme seperti bakteri.

6. Populasi
Suatu populasi terdiri dari semua individu dari suatu spesies yang hidup dalam batas-batas daerah tertentu. Misalnya, hutan Ontario yang mencangkup populasi pepohonan mapel gula dan populasi kijang berekor putih.

7. Komunitas
Seluruh organisme yang menghuni suatu ekosistem tertentu disebut komunitas biologis. Komunitas dalam ekosistem hutan mencangkup banyak jenis pohon dan tumbuhan lain, beraneka ragam hewan, beraneka ragam cendawan, dan fungi lain, serta berbagai macam mikroorganisme.

8. Ekosistem
Ekosistem merupakan suatu bentuk interaksi faktor biotik atau makhluk hidup, dengan faktor abiotik atau komponen tak hidup. Faktor abiotik dalam ekosistem dapat meliputi air, cahaya, mineral, tanah, dan lain-lain.

9. Biosfer
Biosfer merupakan bagian luar dari bumi. Biosfer mencangkup udara, darat, dan air yang memungkinkan kehidupan dan proses biotik berlangsung. Jika dipandang menurut pengertian geofisiologi, biosfer adalah suatu sistem ekologis global yang menyatukan seluruh makhluk hidup dan hubungan dengan sesamanya, termasuk segala interaksinya dengan unsur litosfer, hidrosfer, dan atmosfer bumi.