Tiga Model Replikasi DNA

By On Friday, February 17th, 2017 Categories : Sains

Meselson dan Stahl adalah ilmuwan yang menunjukkan bahwa DNA mengikuti model semi-konservatif. Mereka mampu menyangkal replikasi konservatif, dimana semua DNA induk dilestarikan dalam molekul asli, setelah hanya satu putaran replikasi DNA. Setelah empat ulangan lagi, mereka juga menyangkal replikasi dispersif, yang menunjukkan bahwa DNA baru terdiri dari pergantian DNA induk dan anak.

Model DNA Double Heliks

Model yang diusulkan Watson dan Crick pada tahun 1953 untuk menggambarkan struktur molekul DNA adalah penemuan penting. Tapi saat itu, banyak ilmuwan tidak yakin bahwa ini adalah model yang tepat. Sejalan dengan model struktural DNA mereka, Watson dan Crick juga mengusulkan sebuah model untuk menjelaskan bagaimana DNA disalin dalam sel.

Banyak ilmuwan berpikir model produksi DNA mereka tidak masuk akal, dan itu menyebabkan beberapa orang meragukan apakah mereka benar seperti double helix. Mari kita belajar lebih banyak tentang ilmu di balik penemuan DNA untuk mengetahui bagaimana masalah ini diselesaikan.

Para ilmuwan telah mengenal waktu yang sangat lama bahwa organisme membuat salinan DNA mereka. Membuat salinan tambahan dari instruksi dalam DNA memungkinkan organisme untuk tumbuh dan berkembang biak. Kata ilmiah untuk ‘copy‘ adalah ‘replikasi‘. Jadi ketika kita berbicara tentang DNA membuat salinan dari dirinya sendiri, kita menyebutnya replikasi DNA.

Mari kita segera meninjau hal-hal yang telah kita pelajari tentang DNA. Sebuah rantai DNA terdiri dari komponen yang lebih kecil yang disebut nukleotida. Setiap nukleotida terdiri dari gula, fosfat dan basa nitrogen. Nukleotida dibagi menjadi dua helai yang berhubungan bersama-sama seperti anak tangga pada tangga, dan tangga dipelintir menjadi bentuk yang kita sebut double heliks. Watson dan Crick pertama kali mengajukan model struktural, dan studi ilmiah lebih lanjut telah menunjukkan bahwa mereka pada dasarnya benar. Jadi, mengapa mereka ditantang oleh komunitas ilmiah?

Tiga Model Berbeda Untuk Replikasi DNA

Watson dan Crick telah mengusulkan bahwa untuk menggandakan dirinya, DNA harus membuka ke pusat, semacam seperti ritsleting akan terpisah, sehingga untai DNA baru bisa dibangun di atas helai terbuka. Mengikuti aturan bebas pemasangan basa, adenin akan berpasangan dengan timin, dan sitosin akan berpasangan dengan guanin. Ide ini disebut model template (cetakan), karena salah satu untai DNA berfungsi sebagai cetakan untuk yang baru.

Watson dan Crick menduga bahwa model ini akan menghasilkan dua untai ganda DNA baru, masing-masing dengan satu helai induk (atau template) DNA dan satu untai DNA anak (atau yang baru disintesis) . Mereka menyebut model semi-konservatif, karena setengah dari DNA induk itu dilestarikan di setiap molekul DNA baru.

Para ilmuwan melihat DNA heliks ganda dan bertanya-tanya bagaimana di dunia ini mungkin bisa membuka diri tanpa menjadi kusut atau terkoyak. Jadi mereka pikir beberapa ide lain tentang bagaimana replikasi DNA bekerja. Salah satu hipotesis, disebut model dispersif, menyarankan bahwa DNA hanya disalin menjadi potongan pendek pada suatu waktu, menghasilkan untai baru yang berganti-ganti induk dan anak DNA. Ide lain, yang disebut model konservatif, berpendapat bahwa DNA tidak terbelah sama sekali, tapi entah bagaimana untaian induk terus utuh sambil membuat salinan sama sekali baru dan terpisah.

Pages: 1 2 3 4

  • Melihat Muslim Sholat Di Jalanan, Dapat Reaksi Mengejutkan Orang Orang Barat
  • Agar Rambut Tetap Sehat Usai “Rebonding”
  • Inilah 11 Fakta Menarik Ganggang Hijau Yang Belum Kamu Ketahui
  • Dikira panen kacang hijau! Gak taunya SILUMAN ULAR HIJAU!
  • Samsung akan luncurkan smartphone lipat akhir tahun 2016?
  • Tips dan Cara Menulis Artikel yang Baik.