Ternyata, Wanita Jura Beresiko Terkena Serangan Jantung

By On Tuesday, March 4th, 2014 Categories : News

Penyakit jantung ternyata tidak hanya dominan menyerang pada kaum pria saja. Namun, wanita juga mempunyai resiko yang sama. Bahkan, resiko itu semakin besar dialami wanita yang mengalami menopause dini.

Menopause memang proses normal dari tubuh wanita. Tapi wanita yang mengalami menopause dini sebelum usia 46 tahun memiliki risiko dua kali lipat terkena serangan jantung, stroke dan gangguan kardiovaskular lainnya. Fakta ini berdasarkan hasil studi yang dilakukan terhadap 2.500 wanita usia antara 45-84 tahun. Wanita yang mengalami menopause dini (kurang dari usia 46 tahun) ternyata memiliki risiko lebih besar terkena penyakit yang berhubungan dengan kardiovaskular (jantung dan stroke).

Serangan jantung (bahasa Inggris: Myocardial infarction, acute myocardial infarction, MI, AMI) adalah terhentinya aliran darah, meskipun hanya sesaat, yang menuju ke jantung, dan mengakibatkan sebagian sel jantung menjadi mati. Penyakit jantung merupakan penyebab kematian nomor satu pada orang dewasa di Amerika. Setiap tahunnya, di Amerika Serikat: 1,5 juta orang mengalami serangan jantung dan 478000 orang meninggal karena penyakit jantung koroner.

Penyakit jantung, stroke, dan penyakit periferal arterial merupakan penyakit yang mematikan. Di seluruh dunia, jumlah penderita penyakit ini terus bertambah. Ketiga kategori penyakit ini tidak lepas dari gaya hidup yang kurang sehat yang banyak dilakukan seiring dengan berubahnya pola hidup. Faktor-faktor pemicu serangan jantung ialah Rokok, mengonsumsi makanan berkolestrol tinggi, kurang gerak, malas berolahraga, stres, dan kurang istirahat.

Pencegahan Penyakit Serangan Jantung
Tindakan pencegahan antara lain yang dapat Anda lakukan adalah hindari obesitas/kegemukan dan kolesterol tinggi, Berhenti merokok merupakan target yang harus dicapai, juga hindari asap rokok dari lingkungan, Kurangi atau stop minum alkohol, Melakukan olah raga secara teratur, Jika mengidap penyakit darah tinggi dan kencing manis hendaknya melakukan pengontrolan sesuai saran dokter secara teratur.

Source: ibukitakartini/com