Teori Pengapungan Benua

By On Tuesday, December 17th, 2013 Categories : Sains

Sejarah Perkembangan Muka Bumi – Alfred Wegener melakukan penelitian antarbenua secara geologis, kartografis, paleontologist, dan klimatologis.

Kesimpulan penelitiannya bahwa benua yang ada sekarang pada zaman dahulu pernah bergabung menjadi sebuah benua besar yang disebut “Pangea”. Karena adanya gerakan benua besar diselatan kearah barat atau utara, maka terjadilah:

  • Samudra dan Benua-benua menggabung sendiri-sendiri.
  • Samudra Atlantik semakin luas karena Benua Amerika Bergerak ke barat.
  • Adanya kegiatan gempa yang besar disepanjang patahan San Andreas, dekat pantai barat Amerika Serikat.

Dalam Teori ini juga dikemukakan beberapa analisis antara lain, yaitu;

  • Adanya formasi geologi yang sama antara lain pantai timur Benua Amerika dengan pantai barat Eropa dan Afrika, pembuktiannya bahwa formasi geologi di pantai barat Afrika sama dengan pantai timur Amerika.
  • Adanya Gerakan Pulau Greenland menjauhi daratan Eropa dengan kecepatan 36m/tahun. Pulau Madagaaskar menjauhi AfSel sejauh 9m tahun.

Bukti adanya teori pengapungan benua yaitu adanya pegunungan dengan arah timur-Barat di Tanjung Harapan pinggir pantai dan didekat Buines Aires, Argentina ditemukan struktur yang sama baik umur maupun corak deformasinya. Kenampakan lain yang cukup berarti untuk mendukung toeri ini adalah tipe-pite batuan, meliouti batuan beku, batuan sedimen, dan batuan metaforf juga dijumpai didaerah tersebut.

Disamping itu juga masih ada dua teori lagi yakni:
1. Teori Ed Suess
Adanya persamaan formasi geologi yang terdapat di Amerika Selatan, India, Australia, dan Antartika desebabkan pernah bersatunya daratan. Daratan yang menyatu ini disebut benua Gondwana. Benua ini sekarang yang tertinggal hanya sisa-sisa karena yang lain sudah ditutupi oleh laut.

2. Teori Kontraksi (Des Cartes)
Menurut teori ini bahwa bumi kita surut, mengkerut, karena pendinginan, sehingga terjasi lembah-lembah.