Teori Lempeng Tektonik dan Persebaran Gunung Api Serta Gempa Bumi

By On Tuesday, December 17th, 2013 Categories : Sains

Geografi – Kerak bumi terbagi menjadi lempengan-lempengan, lempengan benua yang besar dan ada yang kecil terdapat retakan-retakan besar dikerak bumi. Lempengan-lempengan bergerak perlahan-lahan kearah permukaan bumi. Lempengan-lempengan tersebut bergerak saling menjauh dan dibeberapa tempat lain lempengan-lempengan itu bergerak saling mendekat dan betabrakan.

Didaerah yang lempengnya saling menjauh, timbul bahan lelehan dari dalam bumi melalui retakan-retakan, kemudian menjadi dingin dan membentuk batuan yang disebut basal. Basal yang timbul kemudian membentuk deretan pematang bawah samudera. Semakin banyak lelehan dan membentuk basal, mendorong Lempengan-lempengan bumi untuk semakin jauh berpisah hal ini menyebabkan melebarrnya dasar samudera. Pelebaran dasar samudera ini mendorong lempengan India-Australia kearah utara sehingga bertabrakan dengan Lempengan Eurasia.

Lempengan india-australia didorong kebawah lempengan Eurasia yang disebut penunjaman. Tabrakan kedua lempengan tersebut membentuk pegunungan Himalaya, yang terdapat busur gunung api di Indonesia, Parit Sunda dan Jawa, serta tanah tinggi Nugini.
Ketika pinggiran lempeng India-Austrlia bertabrakan dengan lempengan Eurasia, lempengan tersebut longsor jauh kedalam bumi, dibawah Indonesia. Suhu yang sagat tinggi teah melelehkan pinggiran lempengan sehinga sehingga menghasilkan magma kemudian muncul melalui retakan dipermukaan bumi dan membentuk gunung-gunung api.

Ada tiga sistem pokok persebaran pegunungan yang bertemu di Indonesia:
1. Sistem Sunda
2. Sistem Busur Tepi Asia
3. Sistem Sirkum Australia

Indonesia adalah daerah pertemuan rangkaian Sirkum Mediterania dan rangakaian Sirkum Pasifik, dengan proses pembentukn pegunungan yang masih berlansung sehingga terjadi gempa bumi, dimana pusat gempa bumi disebut hiposentrum.

Pada peta gempa ada beberapa macam garis yang dikenal, sebagai berikut:
1. Homoseista
2. Isoseista
3. Pleistoseita

Proses perambatan gempa bumi melalui 3 macam getaran:
1. Getaran Longitudinal
2. Getaran Transeversal
3. Getaran gelombang panjang

Dilihat dari intensitasnya, ada2 macam gempa, yaitu:
1. Makroseisme
2. Mikroseisme

Menurut sebab terjadinya, ada 3 macam gempa, yaitu:
1. Gempa runtuhan
2. Gempa Vulkanis
3. Gempa Tektonik