Telaga Darah

By On Wednesday, April 30th, 2014 Categories : Cerita

Cerita pendek percintaan – Sang surya mulai nampak, terdapat seorang anak yang bernama Viona bermain di dekat telaga bersama teman-temannya. Telaga itu airnya jernih, putih kebiru-biruan, dingin dan segar. Viona dan teman-temannya asyik bermain, tiba-tiba air di telaga itu berwarna merah selayaknya warna darah dan berbau busuk.

Tak lama kemudian Viona dan teman-teman pulang. Setelah sampai di rumah, Viona menceritakan hal itu pada ibunya.
“bu, tadi sewaktu aku bermain di dekat telaga, tiba-tiba airnya berwarna merah seperti darah dan berbau busuk”
“apa!!! Jangan-jangan…?”
“jangan-jangan apa bu?”
“nggak, gak apa-apa!”
“bu, cerita sama Viona apa yang terjadi!”
“dulu, sewaktu kamu masih tidak ada di dunia ini, ada dua orang anak yang bernama Alvin dan Kelvin. Mereka adalah dua anak yang bersahabat karib. Ketika mereka sudah dewasa, ada suatu Sayembara merebutkan suatu warisan yang amat banyak. Alvin dan Kelvin ikut dalam Sayembara tersebut. Mereka bertarung di dekat telaga yang kamu ceritakan tadi. Ketika mereka Bertarung, mereka lupa bahwa mereka adalah mempunyai hubungan persahabatan. Di pertarungan itu. Tidak ada yang menang dan tidak ada pula yang kalah. Alvin dan Kelvin Sama-sama meninggal. Dan jasadnya dibuang ke telaga itu. Dengar-dengar sih, sampai saat ini roh mereka masih bertarung di dalam telaga itu. Dan setiap Tahun air telaga itu berwarna merah selayaknya darah. Mungkin saat ini Alvin dan Kelvin Kembali bertarung. Jadi, pesan ibu, kalau kamu berteman, apabila ada suatu sayembara seperti itu, kamu jangan Sampai melupakan persahabatanmu”
“tapi bu, orang-orang di sini kok tidak takut pergi ke telaga itu?”
“orang-orang di sini, sudah menganggap bahwa hal itu di dibaratkan sebuah dongeng yang sudah Kuno!”
“o… gitu ya bu!”
“ya sudah kamu belajar sana!

Suatu hari Viona mendapatkan sahabat bernama Vellin. Mereka akrab dan dekat sekali. Viona dan Vellin bertemu dan bersahabat ketika bermain di tepi telaga. Viona daan Vellin seperti saudara yang selalu bersama. Suatu hari Viona menyukai teman lelakinya yang bernama Farel. Sedangkan Farel adalah teman dekat Vellin. Tapi, Viona tidak tahu kalau Farel dan Vellin adalah berteman.
Ketika Viona bermain di dekat telaga, ternyata di sana nampak Vellin dan Farel duduk berdua. Saat itu Viona marah padda Vellin. Viona menganggap bahwa Vellin adalah musuh terbesarnya.
“Vellin!!!”
“Viona!!!”
“Vellin! kenapa kamu merebut Farel dari aku?”
“nggak Viona, aku dan Farel Cuma berteman”
“sudahlah, kamu membohongiku!!!”
Tiba-tiba tanpa di sadari, Viona menjatuhkan Vellin ke dalam telaga. Dan Vellin meminta tolong agar sampai ke tepi, ketika Farel mau menolong Vellin, sungguh malang!!! Vellin tenggelam dan berada di dalam telaga.

Saat itu Viona sadar, apa yang telah ia lakukan!!! Ia sudah membunuh sahabatnya sendiri, Viona sangat menyesal. Ia teringan kata-kata ibunya, bahwa Viona telah melupakan persahabatannya.

Ketika malam hari, Viona tidur dengan lelap. Tiba-tiba ada suara perempuan yang memanggil-manggilnya untuk pergi ke telaga!. Viona pun mengikuti suara tersebut hingga berada di tepi telaga. Tak lama kemudian, Viona melompat ke tengah telaga. Sekejap air telaga itu kembali berwarna merah layaknya darah yang disinari terang rembulan. Dan sampai saat ini, Viona tidak kembali lagi dari dalam telaga.

The End

Karya: Livia Ervita
Facebook: Livia Ervita Pelangi Senja