Teknis Budidaya: Supaya Belimbing lebih Manis

By On Saturday, April 15th, 2017 Categories : Artikel
(Teknis Budidaya: Supaya Belimbing lebih Manis) – Belimbing memiliki rasa yang manis dan banyak mengandung air. Namun, beberapa petani atau penanam belimbing mengeluh karena belimbing yang dipanen terasa asam. Rasa manis atau rasa asam tersebut sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut:
1. Jenis tanah

Pada dasarnya belimbing dapat tumbuh pada semua jenis tanah, baik tanah pasir, pasir berlempung, lempung, maupun lempung pasir. Namun, jika tanahnya tidak sesuai maka tanaman belimbing tidak tumbuh optimal atau tidak berbuah lebat. Jika berbuah, rasa buahnya tidak manis atau asam. Setiap jenis tanah memiliki karakter yang berbeda-beda sesuai dengan kandungan unsur-unsur hara, pH, dan kandungan bahan organik, atau humus.

Tanaman belimbing dapat tumbuh optimal pada tanah lempung dengan curah hujan sedang, yaitu 1.500-2/500 mm/tahun dan memiliki pH tanah 5,5-6. pada lahan tersebut, belimbing akan berbuah lebat dan rasa buahnya pun lebih manis dibandingkan jika ditanam di jenis tanah lainnya.

2. Sinar matahariDi daerah yang bertipe iklim basah (curah hujan lebih dari 2.500 mm/tahun, tanaman belimbing akan menghasilkan buah yang rasanya kurang manis dibandingkan tanaman yang ditanam di daerah bertipe ikim kering (curah hujan kurang dari 1.00 mm/tahun). Di daerah dengan curah hujan tinggi menyebabkan sinar matahari tidak banyak diterima tanaman. Akibatnya, proses fotosintesis tanaman menjadi terhambat sehingga karbohidrat (pati) tidak terbentuk. Jika proses fotosintesis berlangsung, karbohidrat akan terbentuk, lalu karbohidrat ini akan diubah menjadi zat gula. Zat gula inilah yang menyebabkan rasa manis pada belimbing. Oleh karena itu, di lokasi penanaman sebaiknya cahaya sinar matahari dapat cukup menyinari sehingga prosess fotosintesis dapat berlangsung.

3. PemupukanPembentukan gula dalam buah dipengaruhi oleh unsur hara makro, antara lain kalium (K). untuk tanaman yang berumur 2 tahun, masing-masing pohon dipupuk KNO3 atau KCL sebanyak 500-1.000 g/tahun. Pemberian kalium secara berlebih tidak berbahaya pada tanaman, kecuali menyebabkan tanaman kekurangan Magnesium (Mg). Fungsi kalium dalam tanah adalah pemacu proses fotosintesis, mengaktifkan kerja enzim, mengatur tekanan potensi air dalam stomata, memperlancar translokasi gula dalam tanaman, dan memacu pembentukan gula.

Tanaman harus dijaga jangan sampai kekeringan. Oleh karena itu, tanaman belimbing sebaiknya disiram setiap hari. Jika musim kemarau atau hujan jarang turun sebaiknya penyiraman lebih dipersering lagi pada tanaman belimbing di kebun.

Langkah langkah melakukan penyiraman belimbing

  • Sistem tetes (drip). Sistem tetes dilakukan dengan menggunakan selang yang dihubungkan ke menara air (tower) yang tinggi sehingga air mengalir karena gaya berat.
  • Sistem kabut. Sistem kabut dilakukan dengan menggunakan alat sprinkler.
  • Sistem tetes sederhana. Penyiraman sistem tetes sederhana dilakukan melalui botol bekas air mineral bervolume 600 ml yang diberi lubang jarum pada sisi bawah.

Jika tinggi bibit belimbing sudah mencapai 50-100 cm maka bibit tersebut sudah dapat ditanam di kebun. Bibit dimasukkan ke dalam lubang tanam yang telah disiapkan. Berikut ini langkah-langkah menanam bibit ke dalam lubang tanam.
Buka polibag secara perlahan
Masukkan bibit dalam posisi tegak tepat di tengah lubang tanam.
Timbun lubang tanam dengan lapisan tanah sambil ditekan kebawah dan mirik ke arah akarnya sampai cukup kuat. Jika perakaran kuat, bibit tidak mudah goyang. Setelah bibit ditanam sebaiknya segera disiram air secukupnya supaya cepat tumbuh.

Pengolahan lahan bertujuan untuk membersihkan gulma, menggemburkan lahan, dan memperbaiki aerasi tanah.
Pengolahan lahan dapat dilakukan dengan membajak tanah dengan traktor, cangkul, atau trisula. Cara mengolah lahan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi lahan. Lahan yang berbatu akan sulit dikerjakan dengan traktor, tetapi mudah dengan cangkul atau trisula.
Varietas belimbing unggul adalah varietas belimbing yang memiliki produktivitas tinggi, resisten terhadap hama dan penyakit, berkualitas tinggi serta dapat ditanam di berbagai kondisi lingkungan baru (adaptasi luas).

Pengembangan usaha tani belimbing bukan hanya untuk memperluas areal tanaman, tetapi lebih diutamakan pada mutu hasil. Konsumen cenderung memilih buah-buahan, termasuk belimbing, yang bermutu tinggi, terutama penampilan sosoknya (performance). Sosok buah belimbing yang berkualitas baik tampak bersih, tanpa ada cacat atau bekas gigitan serangga, dan berwarna kuning menyala. Rasa yang manis juga menjadi suatu kriteria suatu varietas dikategorikan sebagai varietas unggul. Agar rasa buah belimbing lebih manis dapat dilakukan beberapa teknis budi daya.
Tanaman belimbing dapat ditanam di kebun dan di halaman depan atau samping rumah. Tanaman buah ini mampu tumbuh pada semua jenis tanah. Jika ditanam di halaman rumah, tanaman belimbing dapat menciptakan lingkungan yang sejuk. tanaman belimbing mudah tumbuh meskipun tanpa dirawat dengan baik. Akan tetapi, tanpa perawatan yang baik belimbing juga tidak akan berbuah lebat. Tanaman belimbing mudah tumbuh  dan mampu berbuah lebat jika dirawat dengan sungguh-sungguh sesuai dengan aturan budi daya (good farming practices).

Dalam era urbanisasi atau pengembangan kota, banyak bermunculan komplek pemukiman baru. Oleh karena itu, ketersediaan lahan semakin sempit sehingga banyak rumah tidak mempunyai halaman atau pekarangan. Untuk menghijaukan atau menyejukkan lingkungan rumah, tanaman belimbing dapat dipilih untuk keperluan tersebut. Tanaman belimbing dapat ditanam dan mampu berbuah jika ditanam di dalam pot atau di lahan yang sempit.