Tapak Kaki Nabi Ibrahim

By On Tuesday, March 4th, 2014 Categories : Cerita

Setelah Nabi Ismail bersedia untuk membantu Nabi Ibrahim membangun Ka’bah, maka Nabi Ibrahim bersama dengan anaknya pun segera membangun Ka’bah, setelah Allah S.W.T menunjukkan kepada mereka tempat dimana lokasi yang harus didirikan Baitullah itu.

Ada dua riwayat yang mengatakan bahwa Allah S.W.T meninggikan landasan Baitullah sebelum dibangun oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Landasan Baitullah tidak terkena bencana alam sewaktu taufan besar melanda. Satu riwayat lagi mengatakan bahwa landasan Baitullah itu telah runtuh dalam badai angin besar, seperti runtuhnya bangunan-bangunan besar lainnya.

Setelah peristiwa badai besar melanda, maka sesungguhnya tidak ada orang lain yang mulai membangunnya kembali, kecuali Nabi Ibrahim dan anaknya. Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail mulailah membangun Baitullah. Nabi Ibrahim menyusun batu ke atas, sementara Nabi Ismail pula mengutip batu-batu besar seperti yang difirmankan oleh Allah S.W.T,

“Dan (ingatlah) ketika Nabi Ibrahim bersama-sama anaknya Nabi Ismail meninggikan landasan Baitullah (Ka’bah) sambil keduanya berdoa dengan berkata, Wahai Tuhan kami! Terimalah, daripada kami amal kami sesungguhnya Engkau amat mendengar lagi Amat Mengetahui.” (surat Al-Baqarah ayat 127).

Ketika bangunan sudah meninggi, Nabi Ismail, menghulurkan batu besar yang cukup tinggi dan diambil oleh Nabi Ibrahim hingga bangunan itu hampir selesai. Maka dengan kehendak Allah S.W.T baru saja Nabi Ibrahim menapakkan kakinya di batu besar itu, maka melekatlah telapak kaki dari Nabi Ibrahim sebagaimana yang dapat kita lihat hingga sekarang di dekat Baitullah. Dan ini adalah suatu tanda kebesaran Allah S.W.T.

Ketika agama Islam datang, Allah S.W.T mensyariatkan untuk bersembahyang di belakang makam Nabi Ibrahim sebagaimana firman Allah “Dan jadikanlah oleh kamu makam Ibrahim itu tempat sembahyang.” (surah al-Baqarah ayat 125). Yang dikatakan makam Nabi Ibrahim itu adalah kedua belah bekas tapak kaki beliau dan bukan kubur Nabi Ibrahim.

Setelah selesai pembangunan Baitullah, maka Allah S.W.T memerintahkan Nabi Ibrahim memberi kebenaran kepada umat manusia menunaikan ibadah haji di Baitullah. Firman Allah S.W.T

“Dan serulah umat manusia untuk datang mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang ke (Rumah Allah)mu dengan berjalan kaki, dengan berkendaraan berjenis-jenis unta yang kurus, yang datangnya dari berbagai daerah (negeri) yang jauh.” (surah Al-Haj ayat 27).

Setelah itu Nabi Ibrahim naik ke gunung (Jabal) Abi Qubais, sebuah gunung yang paling dekat dengan Baitullah dan di sana beliau memanggil dengan nama Allah.

“Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Tuhan kamu telah membangun satu rumah-Nya bagi kamu, oleh karena itu hendaklah kamu semua tunaikan haji di sana.”

Nabi Ibrahim menyeru ke kanan dan kekiri seolah-olah orang yang sedang mengumandangkan adzan. Allah S.W.T menyampaikan seruan Nabi Ibrahirn a.s pada setiap orang yang diciptakan dalam bacaan talbiah dan itulah pernyataan semua orang yang mengerjakan fardhu haji, karena haji itu tidak akan sah tanpa Bacaan talbiah.

Bacaan talbiah sebagai berikut “Labbaikallahhummalabbaik…..” yang bermakna, .Aku datang untuk menunaikan panggilan-MU ya Allah.

Menunaikan ibadah haji adalah salah satu rukun Islam, oleh sebab itu hendaklah kita menunaikannya apabila sudah mampu untuk melaksanakannya. Banyak orang sudah menunaikan haji, tetapi sekembali mereka dari menunaikan haji justru sangat menyedihkan perbuatannya. Mereka melakukan maksiat lebin buruk dari masa sebelum menunakan ibadah haji. Oleh karena itu, hendaknya kita mulai dengan.sholat, puasa, zakat dan kemudian menunaikan haji.

Kalau kita menunaikan haji tanpa mengerjakan sembahyang lima waktu, maka sia-sia saja haji yang kita lakukan, sebab tidak akann diterima oleh Allah S.W.T. Dan ini adalah salah satu contoh mereka yang kembali dari menunaikan ibadah haji, tetapi tetap melakukan bermacam-macam kemaksiatan. Bagi Mereka yang mendapat kenikmatan haji mereka ini tidak akan berani melakukan perbuatan-perbuatan yang dimurkai oleh Allah S.W.T, sebaliknya mereka akan berusaha untuk menjadi muslim yang sempurna. Tanpa mengerjakan sholat, maka semua perbuatan-perbuatan yang berbentuk amal, sedekah, zakat dan sebagainya Itu tidak akan diterima oleh Allah S.W.T.

Anda telah membaca artikel Cerita Anak Islam Tapak Kaki Nabi Ibrahim semoga cerita tersebut membawa manfaat untuk kita semuanya. Terima Kasih sudah disempatkan mampir ke DeCocoz Blog. Nantikan update cerita-cerita selanjutnya.