Tanda-tanda Anak Mengalami Kesulitan Belajar

By On Thursday, February 17th, 2011 Categories : Sains
Gratis Samsung

(Tanda-tanda Anak Mengalami Kesulitan Belajar) – Anak-anak yang kesulitan mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah belum tentu karena si anak bodoh. Bisa jadi anak tersebut memiliki kesulitan belajar spesifik yang membuatnya tidak bisa belajar seperti anak normal.

Setidaknya ada 6 tipe anak yang mengalami gangguan yang membuatnya susah belajar. Orangtua harus tanggap jika anak terus menerus tidak mampu mengikuti pelajaran di sekolahnya. Anak yang memiliki kesulitan belajar spesifik biasanya dikenal dengan anak LD (Learning Differences). Anak-anak seperti ini memiliki cara atau gaya belajar yang berbeda dengan anak-anak lainnya.

Hal ini disebabkan anak LD memiliki disfungsi minimum otak (DMO), sehingga menyebabkan tercampuraduknya sinyal-sinyal yang diterima oleh indera dan otaknya. “Anak-anak ini tidak memiliki masalah dengan kecerdasannya, karena pada umumnya memiliki tingkat IQ yang normal atau di atas rata-rata. Hanya memiliki gaya belajar yang berbeda saja,” ujar Vitriani Sumarlis, MSi, Psi seorang psikolog.

Kesulitan belajar spesifik ini mencakup kesulitan membaca (disleksia), kesulitan menulis (disgrafia), kesulitan berhitung (diskalkulia), kesulitan berbahasa (disfasia), sulit berkonsentrasi (ADD) dan hiperaktif (ADHD).

Anak dengan masalah kesulitan belajar biasanya memiliki beberapa gejala, yaitu:

1. Gangguan persepsi visual (penglihatan)
a Melihat huruf atau angka dengan posisi yang berbeda dari yang ditulis, sehingga anak-anak sering kali terbalik dalam menulisnya kembali.
b Sering ada huruf yang tertinggal dalam menulis.
c Menulis kata dengan urutan yang salah, misalnya ibu menjadi ubi.
d Sulit memahami antara kanan dan kiri.
e Sulit mengkoordinasikan antara mata dan tindakan, misalnya mata dengan tangan atau kaki tidka

2. Gangguan persepsi auditori (pendengaran)
a Sulit membedakan bunyi.
b Sulit memahami perintah, terutama jika harus menerima beberapa perintah sekaligus.
c Sulit menyaring bunyi yang datang dari beberapa sumber, sehingga anak menjadi bingung dan kacau. Hal ini membuat anak sulit untuk berdiskusi, karena saat mencoba memahami suatu suara sudah datang suara lainnya.

3. Gangguan bahasa
a Sulit memahami atau menangkap apa yang dikatakan orang lain kepadanya.
b Sulit mengkoordinasikan atau mengatakan apa yang sedang ada di dalam pikirannya.

4. Gangguan perseptual motorik
a Kesulitan motorik halus, misalnya sulit mewarnai, menggunting atau menempel.
b Memiliki masalah dalam koordinasi dan orientasi, sehingga membuat anak terlihat canggung atau kaku dalam gerakan.

5. Hiperaktivitas
a Sulit mengontrol aktivitas motorik dan selalu bergerak-gerak (tidak bisa diam).
b Berpindah-pindah dari satu tugas ke tugas lainnya tanpa menyelesaikan tugas sebelumnya.
c Impulsif atau suka melakukan gerakan yang tiba-tiba.

Somebody Else's Sky (Something in the Way, #2), Is This Love... (BWWM Romance Book 1), The Story of My Life: An Afghan Girl on the Other Side of the Sky, The Middle Child, When Breath Becomes Air, Politics For Evangelicals, Dogwood Hill (Chesapeake Shores, #12), Pieces (Patchwork, #1), The Hearts of Horses, Foreign Aid: Will It Ever Reach Its Sunset?, The Rithmatist (The Rithmatist, #1), Emily Shadowhunter: Book 1: VAMPIRE KILLER, Things Fall Apart (The African Trilogy, #1), SQL: The Ultimate Guide From Beginner To Expert - Learn And Master SQL In No Time! (2016 Edition), Middle School: Escape to Australia (Middle School, #9), Vampire Killer (Emily Shadowhunter #1), 1984, The Dispatcher, Recycling Day, The Nanny Arrangement (Country Blues, #2)