Taman Yang Kurindukan

By On Wednesday, March 8th, 2017 Categories : Cerita

Sudah 10 tahun berlalu dan kota tempat ku dilahirkan ini sudah banyak berubah. Teknologi telah berkembang pesat di sini, gedung-gedung tinggi menjalar di seluruh kota.

Senja itu, di umurku yang ke 20 tahun, aku memutuskan untuk berjalan-jalan sebentar mengelilingi komplek perumahanku. Ketika melewati taman depan komplek, aku memutuskan duduk di bangku sana.

Taman itu mengingatkanku akan banyak hal. Terutama mengenai memori masa kecilku. Sejak kecil, aku suka sekali bermain di sana bersama teman-teman dan memainkan banyak permainan yang menyenangkan.

Aku sangat ingat, dulu taman ini sangat luas dan menjadi milik semua orang, ketika pagi atau sore hari selalu ramai oleh anak-anak kecil.
Tapi sekarang, taman itu sudah tak seluas sebelumnya.
Kepergianku selama 10 tahun untuk mengenyam pendidikan di luar negeri itu, sungguh tak terasa lamanya ketika aku dapat kembali ke tempat ini.

Langit oranye bak lukisan mulai terlihat di angkasa, dan aku berdiri. Hembusan angin lembut yang menghembus rambut panjangku, terasa mengelus kulit.
Kesunyian taman itu mulai terasa menyedihkan ketika tanpa sadar aku sudah meneteskan air mata.
Sebuah tiket penerbangan untuk hari ini tergenggam erat di tangan kiriku. Aku mulai memegang tas koperku dan menariknya perlahan lalu mulai berjalan.
Dalam hati aku berkata, “Ini mungkin bukan pilihan terbaik, tapi kumohon tunggu sampai aku kembali 10 tahun lagi..”