Struktur Komposisi Asam lemak

By On Wednesday, February 22nd, 2017 Categories : Sains

Asam lemak merupakan komponen kunci dari trigliserida, yang kita gunakan untuk menyimpan energi dalam tubuh kita. Artikel ini membahas karakteristik penting dari asam dalam tubuh manusia.

Pengantar

Sebuah asam lemak adalah salah satu komponen utama dari trigliserida, yang merupakan bentuk lipid yang digunakan dalam tubuh untuk menyimpan energi. Trigliserida adalah sumber energi sekunder yang tubuh dapat digunakan dalam ketika terjadi tidak ada gula cukup dalam sistem. Sementara asam lemak bervariasi dalam hal karakteristik kimia, mereka semua memiliki beberapa sifat dasar yang sama.

Struktur Dasar Asam Lemak

Asam lemak yang sebagian besar terdiri dari rantai atom karbon terikat dengan atom hidrogen. Pada salah satu ujung terminal dari asam lemak adalah gugus karboksil (COOH-), yang merupakan bagian reaktif molekul dan akan berpartisipasi dalam reaksi kimia untuk membuat lipid dan untuk menyimpan energi. Secara khusus, kelompok karboksil ini biasanya akan terikat dengan salah satu kelompok hidroksil (OH-) pada molekul gliserol dalam proses yang dikenal sebagai sintesis dehidrasi. Sebagai bentuk obligasi ini, energi yang tersimpan, dan air dilepaskan sebagai produk reaksi.

Asam lemak bervariasi dalam hal jumlah karbon yang dikandungnya, meskipun biasanya bilangan genap. Rantai ini bisa sesingkat dua karbon atau sepanjang diperlukan untuk fungsi yang dibutuhkan, tetapi akan ada bilangan genap dalam molekul asam lemak akhir. Karena karbon ini terletak di kimia lembam (tidak reaktif) bagian dari molekul, jumlah karbon berperan dalam karakteristik struktural lebih dari pada karakteristik yang reaktif.

Selain itu, asam lemak juga akan bervariasi berdasarkan pada jumlah ikatan tunggal dan ganda terletak dalam rantai karbon. Jika rantai karbon memiliki semua ikatan tunggal, maka molekul dianggap jenuh. Namun, jika ada setidaknya satu ikatan rangkap antara molekul karbon, itu dianggap tak jenuh. Sekali lagi, faktor ini berperan dalam karakteristik struktur molekul, bukan reaktif.

Lemak Jenuh Versus Tak Jenuh

Ingat bahwa rantai karbon dari asam lemak akan memainkan peran dalam struktur molekul. Lemak jenuh memiliki rantai karbon yang linear, atau dalam garis lurus.Akan tetapi Asam lemak tak jenuh, memiliki rantai karbon tertekuk (atau melengkung). Hal ini memanifestasikan dirinya dalam hal keadaan fisik lipid.

Jika rantai karbon yang linear, maka mereka dapat tumpukan erat satu sama lain dengan cara yang akan menyebabkan mereka untuk memperkuat. Sebaliknya, kekusutan ditemukan dalam asam lemak tak jenuh mencegah molekul dari pengepakan erat, dan akan menyebabkan molekul untuk membentuk keadaan cair. Bagi kita, ini berarti bahwa lemak jenuh adalah padat pada suhu kamar. (Pikirkan mentega dan lemak babi.) Namun, lemak tak jenuh, seperti minyak goreng dasar Anda, akan tetap cair pada suhu kamar.

Kesimpulan

Asam lemak adalah molekul penting bagi manusia bahwa kita menggunakannya untuk membuat lipid, yang menyimpan energi. Asam lemak dapat bervariasi dalam hal panjang dan struktur, tetapi mereka semua memiliki tiga karakteristik dasar: kelompok karboksil untuk reaksi, dengan jumlah genap karbon, dan rantai baik linier atau tertekuk. Karakteristik ini akan menentukan apa keadaan fisik lemak tersebut yang akan mengambil dan fungsi molekul-molekul dalam tubuh manusia.