Struktur Fungsi Sitosin

By On Wednesday, February 22nd, 2017 Categories : Sains

Sitosin adalah salah satu basa yang menguraikan gen dalam DNA Anda. Hal ini sangat serbaguna saat ini sudah disebut ‘wild card’ asam nukleat. Pelajari tentang struktur dan fungsi huruf ‘C’ dalam alfabet DNA!

Pengertian

Sitosin merupakan bagian penting dari DNA dan RNA, di mana ia adalah salah satu molekul basa nitrogen pembawa pengkodean informasi genetik. Sitosin bahkan dapat dimodifikasi menjadi basa yang berbeda untuk membawa informasi epigenetik. Sitosin memiliki peran lain dalam sel, juga, sebagai pembawa energi dan kofaktor CTP.

Struktur

Sebagai basa nitrogen, sitosin penuh atom nitrogen (itu memiliki tiga). Ini juga memiliki satu cincin karbon, yang membuatnya menjadi pirimidin. Sebuah purin, di sisi lain, memiliki dua cincin karbon. Ada dua pirimidin (sitosin dan timin) dan dua purin (adenin dan guanin) dalam DNA. RNA juga memiliki dua pirimidin (sitosin dan urasil) dan dua purin (adenin dan guanin).

Dalam DNA, adenin dan timin yang hadir dalam persentase yang sama dan selalu berpasangan dengan satu sama lain. Yang meninggalkan sitosin berpasangan dengan teman nya guanine bercincin ganda. Sitosin juga berpasangan dengan guanin pada RNA.

Fungsi dalam Asam Nukleat

Sitosin dapat menjadi bagian dari nukleotida, molekul yang mencakup basa nitrogen (di sini, sitosin) bersama dengan gula dan satu atau lebih fosfat. Ketika nukleotida bergabung bersama-sama, mereka dapat membentuk asam nukleat DNA dan RNA.

Ketika sitosin pada satu helai asam nukleat, untai lainnya akan berisi guanin untuk mencocokkan. Keduanya adalah teman karena mereka cocok bersama sempurna dengan tiga ikatan hidrogen (ditampilkan sebagai garis putus-putus dalam diagram di bawah).

Sitosin dapat dengan mudah dikonversi ke dalam basa lainnya, dan sehingga telah disebut basa ‘wild card’. Bahkan, kadang-kadang sengaja kehilangan beberapa atom dan menjadi urasil, salah satu basa di RNA (tapi jangan khawatir, sel-sel kita dapat menemukan dan memperbaiki kesalahan ini.)

Sitosin juga dapat termetilasi, yang merupakan perubahan yang dapat menyebabkan gen bisa dilenyapkan. Itulah contoh Epigenetika – informasi yang bukan bagian dari urutan DNA utama, tapi dibawa oleh DNA pula. Anggap saja seperti kertas catatan dalam sebuah buku.

Fungsi Lain pada Sel

Ketika itu bukan merupakan bagian dari DNA, sitosin mengapung di sekitar sel sebagai nukleotida dengan tiga fosfat. Dalam bentuk tersebut, kita menyebutnya cytidine trifosfat, atau CTP.

CTP dapat membawa energi yang seperti adenin mengandung sepupunya ATP. Ini juga merupakan kofaktor, atau pembantu, untuk enzim yang menambahkan gula pada protein dan enzim yang membuat gliserofosfolipid, komponen membran sel.

Ringkasan

Sitosin adalah salah satu basa nitrogen dalam DNA dan RNA. Memiliki satu cincin, jadi pirimidin, dan itu membuat tiga ikatan hidrogen, sehingga pasangan yang sempurna untuk guanin.

Hal ini dapat dimodifikasi (dengan sengaja atau karena kecelakaan) menjadikannya ‘wild card’ dari basa, dan pemain penting dalam epigenetik. Di luar asam nukleat, sitosin merupakan bagian dari CTP, pembawa energi dan kofaktor enzim yang dapat membantu melakukan pekerjaan mereka.

8427156, 8427157, 8427158, 8427159, 8427160, 8427161, 8427162, 8427163, 8427164, 8427165, 8427166, 8427167, 8427168, 8427169, 8427170, 8427171, 8427172, 8427173, 8427174, 8427175, 8427176, 8427177, 8427178, 8427179, 8427180, 8427181, 8427182, 8427183, 8427184, 8427185, 8427186, 8427187, 8427188, 8427189, 8427190, 8427191, 8427192, 8427193, 8427194, 8427195