Struktur dan fungsi tubuh Annelida

By On Sunday, February 26th, 2017 Categories : Sains

Annelida memiliki tiga lapisan embrionik, yaitu ektoderm, mesoderm, dan endoderm. Annelida sudah memiliki rongga tubuh sejati (selomata). Segmentasi pada Annelida membagi otot dinding tubuh dan juga menyekat rongga tubuh.

Penyekat rongga tubuh disebut septa. Septa terdiri atas dua lapis peritoneum (lapisan mesodermal dari dinding organ tubuh) yang berasal dari ruas muka dan belakang. Sistem pencernaan makanan, peredaran darah, sistem saraf, dan sistem ekskresi saling berhubungan antarsegmen. Bagian ujung anterior tubuh disebut prostomium, sedangkan bagian ujung posterior disebut pigidium (bukan merupakan ruas). Pada setiap sisi lateral ruas tubuh terdapat parapodia dengan sejumlah seta (rambut).

Parapodia merupakan pelebaran dinding tubuh yang pipih. Annelida memiliki kemampuan untuk melakukan regenerasi. Bila sebagian tubuhnya terputus atau rusak, akan segera tumbuh bagian tubuh yang baru. Beberapa jenis Annelida melakukan autotomi, yaitu melepaskan sebagian anggota tubuh apabila mendapatkan gangguan.

Ciri-ciri morfologi Annelida

•Tubuh tersusun atas segmen-segmen menyerupai gelang/ cincin
•Segmen terdapat di bagian luar dan dalam tubuhnya. Diantara satu segmen dengan segmen lainya terdapat sekat yang disebut septa. Pembuluh darah, sistem ekskresi, dan sistem saraf di antara satu segmen dengan segmen lainnya saling berhubungan menembus septa
•Panjang tubuh bervariasi dari sekitar 1 mm hingga 3 m
•Bentuk tubuhnya simetris bilateral, tubuh dilapisi kutikula

Annelida memiliki sistem pencernaan yang lengkap, yaitu mulut, faring, esofagus, tembolok, lambung otot (empedal), usus halus, dan anus. Cacing ini memiliki sistem peredaran darah tertutup, yaitu darah mengalir di dalam pembuluh darah. Terdapat dua pembuluh darah utama, yaitu pembuluh darah dorsal dan pembuluh darah ventral yang sejajar dengan saluran pencernaan. Pembuluh darah dapat berkontraksi untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Darah Annelida mengandung protein pengikat oksigen (hemoglobin) sehingga berwarna merah. Ada pula darah yang berwarna kehijauan karena mengandung protein klorokruorin.

Annelida bernapas dengan seluruh permukaan tubuhnya, namun ada pula yang bernapas dengan insang yang merupakan modifikasi sebagian parapodia atau cirri (rambut-rambut kasar) dorsal. Annelida memiliki alat ekskresi berupa metanefridia, yang terdiri atas nefrostom (corong bersilia), nefridia (saluran yang terbungkus peritoneum), dan nefridiopor (lubang ekskresi).

Annelida memiliki sistem saraf tangga tali dengan ganglia otak di bagian dorsal depan faring serta sel indra atau sel petaba di seluruh permukaan tubuhnya. Annelida memiliki bintik mata dan alar keseimbangan statosista.

Cara Hidup dan Habitat

•Sebagian besar annelida hidup dengan bebas dan ada sebagian yang parasit dengan menempel pada vertebrata, termasuk manusia
•Habitat annelida umumnya berada di dasar laut dan perairan tawar, dan juga ada yang sebagian hidup di tanah atau tempat-tempat lembap
•Annelida hidup diberbagai tempat dengan membuat liang sendiri

Sistem Peredaran Darah

•Sudah memiliki pembuluh darah sehingga memiliki sistem peredaran darah tertutup
•Pembuluh darah memanjang sepanjang tubuhnya serta bercabang-cabang di setiap segmen
•Darah mengandung hemoglobin, sehingga berwarna merah
•Pembuluh darah yang melingkari esofagus berfungsi memompa darah ke seluruh tubuhciri-ciri-Annelida-smabiologi-400x265

Sistem Pernapasan

•Belum memiliki organ pernafasan khusus
•Pada cacing tanah, seluruh permukaan kulit luarnyadipergunakan sebagai organ respirasi
•Kulit cacing tanah selalu lembab yang memudahkan terjadinya pengikatan oksigen dan difusi oksigen masuk ke dalam tubuh
•Di bawah kulitnya terdapat anyaman kapiler yang sangat padat. Kapiler inilah yang mengangkut oksigen ke seluruh tubuh cacing dan mengangkut sisa hasil metabolisme menuju ke permukaan kulit untuk berdifusi keluar.

Sistem Ekskresi

•Menggunakan nefridia
•Terdapat sepasang organ ekskresi tiap segmen tubuhnya
•Cairan tubuh memasuki nefridium melalui membran nefrostome yang berbentuk seperti gelembung/ corong
•Nefridium berhubungan dengan kapiler darah
•Nefridium berhubungan dengan lingkungan luar oleh suatu lubang yang disebut nefridiopori, tempat kotoran keluar

Sistem reproduksi

•Annelida umumnya bereproduksi secara generatif dengan pembantukan gamet, namun ada juga yang bereproduksi secara fregmentasi, yang kemudian beregenerasi
•Organ generatif annelida ada yang menjadi satu dengan individu (hermafrodit) dan ada yang terpisah pada individu lain (gonokoris)
•Ovum dan sperma dihasilkan di klitellum, di dalamnya terdapat kelenjar yang digunakan untuk membungkus telur menjadi kokon

Proses perkawinan

•Pembuahan terjadi secara silang
•Dua cacing tanah kawin dengan cara mengatur diri mereka sedemikian rupa sehingga dapat saling memprtukarkan sperma dan kemudian akan memisah
•Sperma yang diterima akan disimpan secara temporer di klitelum
•Klitelum mensekresikan kokon/kepompong, yang dapat bergeser di sepanjang tubuh cacing, kemudian mengambil telur dan sperma sehingga terjadi pembuahan
•Kemudian kepompong lepas dari cacing dan berkembang di dalam tanah

13283979, 13283980, 13283981, 13283982, 13283983, 13283984, 13283985, 13283986, 13283987, 13283988, 13283989, 13283990, 13283991, 13283992, 13283993, 13283994, 13283995, 13283996, 13283997, 13283998, 13283999, 13284000, 13284001, 13284002, 13284003, 13284004, 13284005, 13284006, 13284007, 13284008, 13284009, 13284010, 13284011, 13284012, 13284013, 13284014, 13284015, 13284016, 13284017, 13284018