Ssst…Ini Trik Dapat Perlengkapan Bayi Murah Tapi Bagus, Ngapain Beli yang Mahal?

By On Thursday, March 16th, 2017 Categories : Lifestyle

Setelah menikah, salah satu momen yang ditunggu-tunggu sepasang kekasih apalagi kalau bukan punya anak. Ya gak?

 

Makanya, banyak yang gak habis pikir pas baca berita ada ibu buang bayi. Apalagi ada anak yang nyawanya hilang di tangan orang tua sendiri!

 

Padahal di luar sana banyak orang tua yang susah punya anak. Bahkan sampai harus hidup ngirit sengirit-ngiritnya untuk ikut program bayi tabung, yang mahalnya bukan main.

 

Anak seharusnya disayang-sayang. Sedari bayi, mereka selayaknya diberi perhatian. Salah satunya dalam hal perlengkapan bayi.

 

Pos pengeluaran keluarga buat bayi, apalagi anak pertama, biasanya besar. Alokasi pos yang besar itu adalah wujud perhatian sang orang tua. Mereka ingin memastikan bayi mendapat yang terbaik.

 

Tapi, perlengkapan terbaik bukan berarti yang termahal. Kalau bisa dapat perlengkapan bayi murah tapi bagus, ngapain beli yang mahal?

Berikut ini tips mendapatkan perlengkapan bayi murah buat orang tua modern yang sadar keuangan keluarga:

 

1. Bikin bujet

Dalam hal keuangan keluarga, bujet adalah segalanya. Pengeluaran masing-masing anggota keluarga harus ada bujetnya biar gak besar pasak daripada tiang.

 

Ini juga berlaku buat perlengkapan bayi. Dalam rangka pengiritan, tekan bujet seminim mungkin. Ingat baik-baik prinsip barang bagus gak harus mahal.

 

Bujet harus dibuat dengan persetujuan suami dan istri, bukan satu pihak doang. Ini pengeluaran keluarga lho, bukan pribadi.

2. Bikin daftar item

Perlengkapan bayi tentunya buanyak buanget. Dari pakaian sampai mainan. Nah, sortir item perlengkapan itu berdasarkan kebutuhan.

 

Ada perlengkapan yang bisa dibeli dalam jumlah banyak, sehingga harganya lebih murah. Misalnya baju dan celana tidur. Beda dengan baju yang dipakai buat keluar, belinya harus satuan.

 

Kemudian perlengkapan bayi ada yang bisa lama digunakan, sehingga gak perlu beli rutin. Contohnya mainan, yang bisa dipakai bayi sampai menjelang masuk play group atau TK. Bahkan mainan boneka bisa bertahan sampai si anak dewasa.

 

Sedangkan item yang harus sering dibeli bolak-balik misalnya popok dan susu. Khusus untuk item yang mesti sering diganti ini harus dihitung frekuensi pembeliannya.

 

Penghitungan ini berguna untuk memastikan rencaa keuangan tak terganggu. Contohnya, si buah hati ngabisin sebungkus popok isi 60 dalam sebulan. Ya, alokasikan bujet popok seharga itu.

 

Jangan sampai beli popoknya yang kemasan 30 sebanyak dua kali. Sebab harga yang kemasan 60 lebih murah ketimbang yang isi 30 belinya 2 bungkus.

 

3. Biar murah

Dari item-item di atas, kita bisa dapetin harga termurah untuk tiap-tiap perlengkapan. Caranya:

  • Selalu beli grosiran item yang dibutuhkan dalam jumlah banyak. Kita bisa dapet harga miring untuk perlengkapan bayi di pasar, misalnya Pasar Mester di Jatinegara, Jakarta.
  • Cari promo perlengkapan yang dibutuhkan. Kan, kerap ada tuh di minimarket jual susu bayi dengan harga diskon, apalagi di Internet lewat situs e-commerce. Kita cuma mesti sering-sering mengecek ada promo atau gak.
  • Pikirkan jangka panjang untuk item-item tertentu. Misalnya pakaian tidur, beli yang agak gedean agar tetap muat dipakai saat si kecil tumbuh besar nanti. Jadi, gak perlu beli lagi.
  • Pakai kartu kredit buat beli kalau bisa. Dengan begitu, kita bisa dapet point rewards ataupun cash back sebagai manfaat kartu kredit itu.

Gak perlu beli perlengkapan bayi yang mahal-mahal buat ngebuktiin betapa sayangnya kita ke sang buah hati. Lebih baik bukti itu ditunjukkan lewat tindakan nyata kayak gak berbuat kasar dan memberikan pendidikan yang layak.

5183891, 5183892, 5183893, 5183894, 5183895, 5183896, 5183897, 5183898, 5183899, 5183900, 5183901, 5183902, 5183903, 5183904, 5183905, 5183906, 5183907, 5183908, 5183909, 5183910, 5183911, 5183912, 5183913, 5183914, 5183915, 5183916, 5183917, 5183918, 5183919, 5183920, 5183921, 5183922, 5183923, 5183924, 5183925, 5183926, 5183927, 5183928, 5183929, 5183930