Sorry, My BFF

By On Monday, March 13th, 2017 Categories : Cerita

“Daniyyah!! Ayo siap siap berangkat sekolah nak!” Seru ibu sambil menyiapkan sarapan. “Iya bu!” Jawabku dengan santai. Lalu aku langsung mandi lalu sarapan bersama keluargaku. Oh iya, namaku Daniyyah Aisyah Putri panggil saja aku Daniyyah. Setelah sarapan aku langsung pamit lalu berangkat ke sekolah. Aku berangkat sekolah berjalan kaki karena jarak rumahku dan sekolahku hanya 500 m.

Sesampainya di sekolah tiba tiba ada seseorang yang menutup mataku. “Hey, lepaskan!” Bantah aku. Akhirnya aku pun dilepaskan. Ternyata yang menutup mataku itu Bella. Bella adalah sahabatku sejak kelas 1 SD. “Ih, Bella.. Kenapa mataku ditutup?” Tanya aku. “Hehe, maaf maaf…” Jawab Bella. Sesampainya di kelas semuanya sangat berisik, ternyata ada murid baru. “Anak anak, hari ini kita kedatangan murid baru. Ayo silahkan perkenalkan diri!” Kata Bu Elin guruku. “Hai teman teman, namaku Kekey Putri. Panggil saja aku Kekey.” Kata murid baru itu. “Kekey, kamu duduk samping Daniyyah ya!” Kata Bu Elin. Kekey pun langsung duduk di sampingku. “Hi, namamu Kekey ya?” Tanya aku. “Iya. Lebih tepatnya Kekey Putri.” Jawab Kekey. “Kalau namamu siapa?” Tanya Kekey. “Namaku Daniyyah Aisyah Putri. Panggil saja aku Daniyyah.”

Tak terasa sudah waktunya pulang sekolah. Tanpa kusadari aku terlalu dekat dengan Kekey. “Daniyyah kita pulang barengan yuk!” Ajak Bella. “Nggak ah, aku sama Kekey saja.” Tolak aku lalu langsung meninggalkan Bella pulang sendiri. Dalam hati, Bella bertanya tanya, mengapa Daniyyah malah menjauhiku ya? “Kita berpisah di sini ya dadah!” Kata Kekey. Aku langsung pergi ke rumahku.

Sesampainya di rumah, Aku langsung ke kamarku lalu beres beres dan ganti baju. Tiba tiba, “Kringg Kringg” Dering ponselku. Aku langsung mengambil ponselku dan menelpon. “Halo, ini Daniyyah kan?” Tanya Bella. “Iya ini Daniyyah. Kamu lagi apa sekarang Bel?” Jawab aku. “Aku baru pulang sekolah.” Jawab Bella. “Eh Bel, udah dulu ya.. aku disuruh ke ruang tengah.” Kata aku lalu menutup telepon. Aku langsung ke ruang tengah lalu bertanya ada apa. “Daniyyah, kamu disuruh ibu guru untuk mengikuti lomba sains.” Kata ibu. “Aku akan ikut bu. Soalnya aku kan jarang ikut lomba.” Jawab aku. “Baiklah. Ibu daftar kan kamu dalam lomba itu ya.”

Keesokkan harinya… “Wah, pagi ini cerah sekali!” Kata aku. “Ibu aku ke rumah temanku dulu ya bu! Assalamualaikum.” Kata aku. Aku langsung pamit ke ibuku lalu pergi. Aku akan pergi ke rumah Kekey. Tak sengaja, aku bertemu dengan Bella. Aku langsung buang muka dan meninggalkan Bella begitu saja. Tanpa kusadari, Bella mengikutiku.

Tiba tiba, ada bus lewat.. aku tak menyadarinya. “Aaahh” teriakku. Lalu aku didorong oleh Bella sehingga jatuh tersungkur. Lalu aku melihat ada anak jatuh bertumpah darah. Ternyata itu Bella! Dialah yang menyelamatkanku. Aku sungguh menyesal lalu aku mengguncang-guncang tubuh Bella. Bella… Maafkan aku sudah meninggalkanmu begitu saja. Maafkan aku…

Lalu datanglah ibuku dan ibunya Bella. “Tante, maafkan aku sepertinya aku yang membuatnya seperti ini…” kata aku sambil menangis. “Tidak apa apa.. mungkin ini sudah takdir.” Jawab ibunya Bella. Aku sangat mengingat kenangan aku bersama Bella dulu. Bella… Terima kasih sudah baik kepadaku walaupun aku sudah membiarkanmu sendiri.

Nah… Intinya kita tidak boleh meninggalkan sahabat kita begitu saja. Karena itu ayo kita tetap berbuat baik pada sahabat kita!