Sistem Ekskresi pada ikan

By On Sunday, February 26th, 2017 Categories : Sains

Ikan mempunyai alat ekskresi berupa sepasang ginjal berwarna kemerahan. Ginjal dengan saluran urine yang muaranya menyatu dengan muara kelamin dinamakan muara saluran urogenitalis (terdapat dibelakang anus).

Alat ekskresi ikan terdiri dari:

  • Insang yang mengeluarkan CO2 dan H2O
  • Kulit (kelenjar kulitnya) mengeluarkan lendir sehingga tubuhnya licin untuk memudahkan gerak di dalam air.
  • Sepasang ginjal (sebagian besar ikan) untuk mengeluarkan urine.

Berkembang dua tipe ginjal pada ikan, yaitu;

Mesonefros

Ginjal mesonefros terdapat pada saat perkembangan embrional sebagian besar ikan, tetapi pada fase dewasa tidak fungsional.

Opistonefros

Tipe ginjal ini yang dimiliki ikan pada fase dewasa, dimana ginjal ini hampir mirip dengan ginjal pada manusia. Ekskresi terjadi pada sepasang ginjal (opistonefros) yang memanjang dan berwarna kemerah-merahan.

Namun yang lebih sering menjadi patokan adalah ginjal Opistonefros

Fungsi Ginjal ikan :

  1. menyaring sisa-sisa proses metabolisme untuk dibuang, dan zat-zat yang diperlukan tubuh diedarkan kembali melalui darah.
  2. mengatur kekentalan urin yang dibuang untuk menjaga keseimbangan tekanan osmotik cairan pada tubuh.

Tubulus ginjal ikan mengalami modifikasi menjadi duktus eferen yang menghubungkan testis dengan duktus mesonefridikus. Selanjutnya, duktus mesonefridikus menjadi duktus deferens yang berfungsi untuk mengangkut sperma dan urin yang bermuara di kloaka.

Pada ikan air tawar, sel-sel tubuhnya mempunyai tekanan osmosis lebih tinggi dibandingkan tekanan osmosis air lingkungannya. Dengan demikia banyak air yang masuk ke tubuh ikan melalui sel-sel tubuh ikan. Ion didalam tubuh ikan cenderung keluar air. Untuk mengatasi masalah tersebut, ikan air tawar sedikit minum dan banyak mengeluarka urine. Garam diabsorbsi dengan insang secara aktif. Ikan yang hidup di air laut mempunyai cairan tubuh berkadar garam rendah dibandingkan kadar garam dilingkungannya. Air di dalam tubuh ikan keluar ke lingkungan (air laut). Untuk mengatasi masalah tersebut ikan air laut banyak minum dan mengeluarkan urine sangat sedikit serta pekat. Garam yang masuk bersama air akan dikeluarkan secara aktif melalui insang.

Ekskresi Ikan Air Tawar

Ikan air tawar memiliki konsentrasi kadar garam yang lebih tinggi dibandingkan dnegan lingkunganya. Akibat kondisi tersebut air dari lingkungannya cenderung masuk kedalam tubuh ikan secara osmosis dan garam keluar tubuh melalui proses difusi.

Untuk menjaga kestabilan kadar garam tubuh, ikan akan mengeluarkan kelbihan air melalui ginjalnya. Ginjal ini mempunyai glomeruli dalam jumlah banyak dengan diameter besar. Ini dimaksudkan untuk lebih dapat menahan garam-garam tubuh agar tidak keluar dan sekaligus memompa air seni sebanyak-banyaknya.

Ketika cairan dari badan malpighi memasuki tubuli ginjal, glukosa akan diserap kembali pada tubuli proximallis dan garam-garam diserap kembali pada tubuli distal. Dinding tubuli ginjal bersifat impermiable (kedap air, tidak dapat ditembus) terhadap air.

Ekskresi Ikan Air Laut

Tubuh ikan air laut berbeda dari ikan air tawar karena tubuh ikan air laut memiliki konsentrasi kadar garam yang lebih rendah dibandingkan dengan lingkungannya. Akibat dari keadaan tersebut ikan cenderung kehilangan cairna tubuhnya dan mendapat tambahan garam dari lingkungannya. Untuk mengganti cairan tubuh yang banyak keluar, ikan banyak minum air laut.

Sedangkan untuk membuang garam ynag berlebih didalam tubuhnya dilakukan dengan cara mengalirkan darah yang mengandung garam ke insang yang selanjutnya akan dibuang ke lingkungan oleh sel-sel sekretori garam yang terdapat di insang. Selain itu kelebihan garam akan dibuang melalui feses atau ginjal. Berbeda dengan ikan air tawar, urin yang dihasilkan sangat sedikit dan pekat sehingga glomerulus ginjal ikan air laut mengalmai reduksi bahkan pada beberapa ikan tidak memiliki glomerulus, misalnya ikan Antennarius multiocellatus.

Sistem Ekskresi pada ikan

Sistem Ekskresi pada ikan

Ikan yang hidup di air laut mengekskresikan sampah nitrogen yang kurang beracun, yaitu trimetilamin oksida (TMO). Zat ini memberi bau khas air laut. Selain itu, ikan air laut mengekskresikan ion-ion lewat insang dang mengeluarkan urin dengan volume yang kecil. Karena ginjal ikan air laut tidak memiliki glomerulus, akibatnya tidak terjadi ultrafiltrasi di ginjal, dan urin terbentuk oleh sekresi garam-garam dan TMO yang berkaitan dengan osmosis air.