Siklus Air dalam Ekosistem

By On Thursday, March 7th, 2013 Categories : Sains

Siklus Air dalam Ekosistem – Air adalah komponen yang paling penting dari ekosistem apapun. Semua organisme hidup membutuhkan air untuk tumbuh dan bertahan. Dalam siklus ekosistem, air berpindah melalui atmosfer, tanah, sungai, danau, dan lautan. Beberapa air disimpan jauh di dalam bumi. Di sisi lain ada juga air yang disimpan dipermukaan, air ini adalah sumber yang menopang kehidupan di darat.

Dalam banyak kasus, air juga mempengaruhi struktur habitat fisik ekosistem. Beruang kutub, misalnya, bergantung pada es laut agar berhasil memburu dan menangkap anjing laut. Sungai, danau, dan bendungan air lainnya membagi lingkungan menjadi habitat yang berbeda-beda, ini secara efektif mendefinisikan beberapa organisme dapat hidup didaerah itu dan lainnya tidak bisa. Air benar-benar merupakan faktor kuat dalam semua ekosistem.

Dalam siklus air energi disediakan oleh matahari untuk mendorong proses penguapan, baik itu penguapan yang terjadi di laut atau penguapan pada tumbuhan. Matahari juga mendorong sistem cuaca untuk memindahkan uap air (awan) dari satu tempat ke tempat lain (jika tidak maka hujan akan terjadi di atas lautan).

Setelah mengembun, gravitasi yang mengambil alih peranan yang menyebabkan titik-titik air jatuh kebumi. Gravitasi juga berperan dalam menarik air yang di permukaan tanah menjadi air dalam tanah. Dalam kasus lain, gravitasi juga berpengaruh menarik air dari suatu daerah ke daerah lain yang lebih rendah atau sampai lautan. Kecuali air yang membeku, tidak ikut tertarik untuk bergerak ke tempat yang lebih rendah.

Seperti yang Anda ketahui, sebagian besar organisme mengandung sejumlah besar air (hingga 90% dari berat badan mereka). Dalam banyak kasus air yang tersimpan ini dapat bergerak dengan cepat. Hewan dan tumbuhan kehilangan air melalui penguapan dari permukaan tubuh, dan melalui penguapan dari struktur pertukaran gas (seperti paru-paru). Pada tumbuhan, air ditarik pada akar dan bergerak ke organ pertukaran gas, daun, di mana ia menguap dengan cepat.

Kasus khusus ini disebut transpirasi karena bertanggung jawab atas begitu banyak air yang memasuki atmosfer. Untuk tumbuhan dan hewan, pemecahan karbohidrat (gula) akan menghasilkan energi (respirasi) menghasilkan baik karbon dioksida dan air sebagai produk limbah. Fotosintesis membalikkan reaksi ini, dan air dan karbon dioksida digabungkan untuk membentuk karbohidrat. Sekarang mungkin anda baru paham istilah karbohidrat ini diambil dari proses karbon, air dalam gula.