Sekuat Apapun Seorang Wanita, Tetap Ingin Dicintai untuk Sempurna

By On Tuesday, March 21st, 2017 Categories : Cerita
Menjalani hidup dan bertahan dengan kerasnya ujian yang datang silih berganti, kita memang perlu menjadi seorang wanita yang kuat. Menjadi pribadi yang mandiri dan tak selalu bergantung pada orang lain. Melakukan segala sesuatunya dengan sebisa mungkin tanpa merepotkan orang lain.

Bukan hal yang asing lagi di zaman modern ini banyak wanita yang bersinar dengan karier dan semua pencapaiannya. Dapat melakukan berbagai macam hal dengan baik. Sangat bisa diandalkan untuk mengerjakan banyak hal. Namun, di tengah semua kesibukan dan prioritas hidup, kadang kita jadi mengabaikan soal perasaan dan keinginan pribadi. Hati akan terasa kosong dan hampa saat belum mendapatkan cinta yang diinginkan. Belum bisa merasakan bagaimana rasanya dicintai oleh seseorang yang benar-benar tulus.

Kadang Muncul Rasa Iri Melihat Pasangan yang Bahagia dalam Pernikahannya

Mungkin kamu pernah berada di situasi ini. Situasi di mana kamu datang ke sebuah acara pernikahan sahabatmu. Kamu melihat sahabatmu begitu bahagia bersama belahan jiwanya di hari istimewanya. Seolah dunia jadi lebih indah dan berwarna dengan cinta mereka. Diam-diam ada perasaan iri yang menyusup.

“My great hope is to laugh as much as I cry; to get my work done and try to love somebody and have the courage to accept the love in return.”

? Maya Angelou

Perasaan iri ingin merasakan cinta dan bahagia yang sama. Ingin mendapatkan keindahan dalam rasa mencintai dan dicintai. Tak lagi menjalani segala sesuatunya seorang diri. Melainkan bersama seseorang yang selalu ada untuk mendampingi,

Meski Bisa Melakukan Banyak Hal Secara Mandiri, Tetap Ada Ruang di Hati yang Ingin Diisi

Ah, yang satu ini memang bikin galau. Khususnya buat kamu tipikal wanita yang punya karier atau pekerjaan sendiri dan bisa melakukan segala sesuatunya seorang diri. Orang lain melihatmu sebagai wanita tangguh. Tapi mereka tak tahu kalau di dalam hatimu ada sesuatu yang rapuh. Ada ruang kosong di hatimu. Dan kamu sedang berusaha mencari seseorang untuk mengisi ruang kosong tersebut.

Hidup Tanpa Cinta, Belum Lengkap Rasanya

Kita semua pasti ingin mendapatkan hidup yang bahagia. Hidup yang bisa dihabiskan bersama orang-orang tercinta. Menapaki jalan kehidupan dengan didampingi orang yang tulus mencintai kita.

“Seize the moments of happiness, love and be loved! That is the only reality in the world, all else is folly. It is the one thing we are interested in here.”

? Leo Tolstoy

Tak pernah terbayangkan bagaimana jadinya hidup jika dihabiskan dan dijalani seorang diri. Ada rasa sepi dan banyak ruang kosong di dalam hati. Bagaimana jika kita jatuh sakit? Bagaimana jika kita sedih? Siapa yang nanti akan menggenggam tangan dan memeluk kita? Hal-hal itu seringkali menghantui pikiran kita, bukankah begitu Ladies?

Mencintai dan Dicintai, Kita Butuh Keduanya

Sekuat apapun seorang wanita, butuh merasakan bagaimana rasanya dicintai oleh orang terkasih. Supaya bisa mengetahui rasanya dibutuhkan. Sehingga bisa merasakan sempurnanya hidup. Menciptakan dan menjalani warna-warninya hidup dengan orang yang mencintai kita.

“What a grand thing, to be loved! What a grander thing still, to love!”

? Victor Hugo

Mencintai atau dicintai? Menurutmu mana yang akan lebih membahagiakan? Dicintai memang bisa memberi sebuah kebahagiaan tersendiri. Membuat diri merasa nyaman karena ada seseorang yang membutuhkan dan berusaha untuk selalu melindungi kita. Tapi mencintai juga sebuah keindahan tersendiri. Dengan mencintai, kita juga bisa membuat hidup kita lebih bermakna sekaligus membahagiakan orang lain.

Kalau kamu sendiri bagaimana, Ladies? Setujukah kalau hidup seorang wanita baru sempurna saat sudah memiliki pasangan dan merasakan indahnya dicintai?