Sejarah Sunan Drajat

By On Sunday, April 16th, 2017 Categories : Sains

Sunan Drajat

Nama kecilnya Raden Qosim. Ia anak Sunan Ampel. Dengan demikian ia bersaudara dengan Sunan Bonang. Diperkirakan Sunan Drajat yang bergelar Raden Syaifuddin ini lahir pada tahun 1470 M.

Sunan Drajat mendapat tugas pertama kali dari ayahnya untuk berdakwah ke pesisir Gresik, melalui laut. Ia kemudian terdampar di Dusun Jelog –pesisir Banjarwati atau Lamongan sekarang. Tapi setahun berikutnya Sunan Drajat berpindah 1 kilometer ke selatan dan mendirikan padepokan santri Dalem Duwur, yang kini bernama Desa Drajat, Paciran-Lamongan.

KEISTIMEWAAN

Dalam pengajaran tauhid dan akidah, Sunan Drajat mengambil cara ayahnya: langsung dan tidak banyak mendekati budaya lokal. Meskipun demikian, cara penyampaiannya mengadaptasi cara berkesenian yang dilakukan Sunan Muria. Terutama seni suluk. Maka ia menggubah sejumlah suluk, di antaranya adalah suluk petuah “berilah tongkat pada si buta/beri makan pada yang lapar/beri pakaian pada yang telanjang’. Sunan Drajat juga dikenal sebagai seorang bersahaja yang suka menolong. Di pondok pesantrennya, ia banyak memelihara anak-anak yatim-piatu dan fakir miskin.

Occult and Battery (Bay Island Psychic Mysteries #2), The Wasp Factory, Asher Black, Kim vs the Mean Girl, Beauty in Winter, Blood Brothers (Sign of Seven, #1), Ash, The Sin Eater, The Bayeux Tapestry, Left-Wing Communism, an Infantile Disorder: A Popular Essay in Marxian Strategy and Tactics, Ain't He Precious? (Sex and Sweet Tea, #1), The Earl Who Loved Me (The Seldon Park Christmas Novellas, #3), The Law Of One: Book I, The Ra Material (Law of One, #1), The Guard (The Selection, #2.5), Fallen Empire: Gifts of Three Suns (Kindle Worlds Novella), Daddy's Fiancée Nanny, Thanks for the Feedback: The Science and Art of Receiving Feedback Well, The Hitchhiker's Guide to the Galaxy (Hitchhiker's Guide to the Galaxy, #1), Girl in the Castle: Henriette's Highland Hideaway, Lola and the Boy Next Door (Anna and the French Kiss, #2)