Sejarah Gunung Pegat

By On Thursday, March 2nd, 2017 Categories : Cerita, Food

SEJARAH GUNUNG PEGAT – Dahulu kala ada seorang tokoh pewayangan yaitu bernama semar,gareng,petruk.

Mereka disuruh Ramanya untuk memikul batu yang bertempat di gunung.Tiba-tiba belum sampai tempat yang dituju pikulan tersebut patah dan pada akhirnya ketepatan suara jagopun terdengar menandakan hari sudah pagi.Merekapun panik karena pikulan tersebut patah menjadi dua.mengapa mereka panik..????

Karena sebelum mereka pergi disuruh ramanya memikul batu,Ramanya sempet berpesan “jangan sampai hari berganti pagi malam itu juga harus selesai” karena mereka bertiga dapat hukuman dari ramanya tersebut,jika hukuman mereka tidak sampai selesai pada malam itu juga akan terjadi hal yang sangat dahyat dan bisa dibilang aneh.

Akhirnya hal itu pun kejadian ,mereka tidak bisa menyelesaikan tugasnya  pada malam itu juga,sehingga hal yang dahyat yang tidak mereka sangka-sangka terjadi didepan mata.Gunung yang mereka lewati tiba-tiba terbelah atau pecah menjadi dua bagian yang memisahkan antara mereka bertiga,dan pada akhirnya mereka bersumpah apabila  ada seorang pengantin baru yang melewati jalan belahan ini,kehidupan rumah tangganya mereka tidak lama lagi akan pecah ataupun pegat (pegatan istilah jawanya sih).Sumpah semar,gareng.petruk pun menjadi kenyataan hingga sekarang ini. Setiap orang / pengatin baru lewat situ bakalan terjadi pegat atau putus rumah tangganya,tetapi beda dan terkecuali penduduk tetap warga situ.

Dan pada akhirnya gunung tersebut dinamakan GUNUNG PEGAT, gunung yang terpisah. Peristiwa zaman dulu yang mengangkat sejarah gunung tersebut.

Nah,postingan kali ini cukup itu yang dapat saya ulas sejarahnya,sumber ini saya cari tau didaerah asal gunung ini berdiri yaitu didesa Srengat,begelenan,jawa timur. JURPEL(juru pemelihara peninggalan sejarah) yaitu bapak MUNEP,beliau lahir pada tahun 1945 hingga sekarang mungkin kira-kira usia beliah ^68^ tahunan. Berkat beliau lah saya bisa berbagi informasi menggali sejarah tentang GUNUNG PEGAT ini.

“MARILAH KITA MENJADI GENERASI PEMUDA, PENERUS MASA DEPAN YANG DAPAT MENGHARGAI JASA PARA PAHLAWAN SERTA MENGHARGAI PENINGGALAN SEJARAH NENEK MOYANG PADA ZAMAN PURBAKALA”.

Siapa lagi kalau bukan kita semua yang dapat mengangkat sejarah dimasa ini,masa yang penuh dengan berbagi kemewahan belaka,manusia sudah dibuta kan oleh kemewahan harta,jadi jadilah pemuda yang bisa dibanggakan oleh bangsa dan negara “jangan sampai peninggalan sejarah tergusur / punah oleh zaman modern “

TETAP JAGA DAN RAWATLAH

mencoba menjadi pemuda yang bertanggung jawab.