Sahabat Yang Sebenarnya

By On Monday, March 13th, 2017 Categories : Cerita

Tessa adalah anak yang terlahir dari sebuah keluarga miskin. Ia ada kesalahan tulang di kakinya dan tidak bisa berlari. Tidak ada yang mau berteman dengan Tessa. Ia mendapatkan beasiswa di sekolahnya.

“Baik anak anak, sekarang pilih pasangan berempat empat, ibu akan bagi tugasnya” ucap ibu Sari, guru IPS.

“Bolehlah aku gabung dengan kalian? Aku belum mempunyai kelompok” kata Tessa hati hati pada kelompoknya Angel.
“Siapa yang mau nerima anak cacat kayak kamu! Udah kita gak terima” Angel mengusir Tessa. “Eh Ngel.. dia kita manfaatin aja” usul salah satu dari anggota Angel, yaitu Jesicca. “Apaan?” “Biar dia yang mikir, kita santai aja!.. iya kan guys?” ujar Jesicca mantap. “Tumben pinter” akhirnya di kelompok itu hanya Tessa yang mengerjakan. Yang lain hanya santai dan mengatur Tessa.

Keesokan harinya…
“Baik, kelompok yang mendapat nilai tertinggi adalah kelompoknya Vannesa” “Dan kelompok yang terendah adalah kelompok Angel” umum bu Sari. Angel tersentak dan hampir terjatuh dari bangkunya. Angel sangat marah pada Tessa.

Pada saat istirahat, Angel memarahi Tessa. “Eh Tessa, kamu itu gimana sih?! Bisa gak sih ngerjain? Kamu itu udah ngerusak nama baikku, kamu harus terima balasannya!” lalu Angel menyambar juice jeruk yang sedang diminum oleh Vania (anggota sahabat Angel) dan menuangkannya ke seragam Tessa yang sudah lusuh. “Jangan Angel… ini satu satunya seragamku” Tessa menangis. “Bodo amat! Aku gak peduli” lalu mereka semua meninggalkan Tessa. Tessa hanya bisa menangis, menangis dan menangis.

Keesokan harinya, kelas Tessa kedatangan anak baru yang bernama Nica. Nica adalah orang asli Jakarta yang berparas cantik, dan sepertinya terbuka pada siapa saja.
“Perkenalkan, namaku Agatha Veronica dan berpanggilan Nica, semoga teman teman bisa menerimaku” lalu wali kelas Tessa menyuruh Nica duduk di belakang Angel.
Lalu Angel tersenyum sinis pada Nica. Angel membisikkan pada Nica bahwa ‘Hati hati kamu, orang di sebelahmu itu miskin dan cacat!’ Nica lalu geleng geleng kepala dan membuang kertas itu.

Saat istirahat Nica berkenalan pada Tessa. “Nama kamu siapa?” “Tessa” jawab Tessa singkat. “Oh, kenapa kamu gak main sama anak anak lainnya?” Nica penasaran. “A.. aku tidak punya teman, semua teman msnjauhiku ka.. karena aku adalah anak miskin dan ca.. cacat” ujar Tessa terbata bata karena gugup. “Astaga, kalau begitu aku akan menjadi temanmu” “Sungguh?!” Tessa sangat senang. “Sungguhh” lalu akhirnya Tessa dan Nica berteman, lama kelamaan mereka menjadi sahabat sejati. Sedangkan Angel dan sahabat sahabatnya hanya bisa menghembuskan nafas panjang dan selalu ingin membully mereka.