Sahabat Yang Sebenarnya

By On Thursday, March 16th, 2017 Categories : Cerita

Liliana Silqia. Gadis ramah yang selalu tersenyum. Dikala suka maupun duka. Walaupun dicerca banyak orang, tak membuat senyumnya pudar. Tapi anehnya, tidak ada yang ingin bersahabat dengan Qia. Jangankan sahabat, teman saja hanya sedikit.

Zaman sekarang, tidak ada lagi anak muda yang mengerti arti seorang sahabat. Mereka tidak tau arti yang sebenarnya dari seorang sahabat. Yah, mungkin seorang sahabat tidak begitu berarti bagi mereka.

Di kelas, Qia duduk sendiri. Karena murid perempuan di kelas Qia ada 17 orang, Qia harus duduk sendiri. Ia juga selau di kucilkan oleh teman-temannya. Tetapi, Qia memang berhati mulia, walau dikucilkan oleh teman-temannya, ia selalu ada untuk membantu mereka. Saat teman-temannya bertengkar dengan sahabat masing-masing, ia selalu ada untuk menghibur mereka. Qia bahkan pernah meminjamkan topi dan dasinya kepada temannya yang lupa membawa. Qia jadi kena marah Bu Wida. Dan masih banyak lagi hal mulia yang pernah Qia lakukan. Tapi, tetap saja teman-temannya mengucilkannya. Memang tak ada yang pernah bisa mengerti kebaikan hati Qia.

Tanpa pernah mereka sadari, bahwa arti nyata seorang sahabat ada di dalam diri Qia, yang tak pernah mereka anggap.
Qia bagaikan malaikat berhati mulia yang tak terlihat.
Qia bagaikan kunang-kunang kecil, yang selalu menerangi dalam gelap. Namun cahayanya tak dianggap.
Qia bagaikan pahlawan nyata yang diasingkan.
Qia adalah sahabat yang sebenarnya di dunia nyata.
Qia selalu berharap agar ada yang bisa mengerti dirinya. Namun nyatanya, itu hanyalah mimpi indah yang tak nyata. Dan mimpi buruk yang nyata.