Rumus Sehat Menyusui Sembari Tetap Berpuasa

By On Friday, March 17th, 2017 Categories : Artikel

Pada dasarnya puasa itu menyehatkan. Akan tetapi berbeda lagi jika ini berkaitan dengan ibu yang sedang menyusui. Seseorang yang sedang menyusui lebih banyak membutuhkan asupan makanan dan minuman.

Dan jika berpuasa akan mempengaruhi kondisi bayi yang masih menyusu sang ibu. Hal itu tergantung juga pada masing-masing kekuatan individu. Ada yang ibunya kuat, tapi si bayi tidak kuat. Ada pula si bayi yang kuat namun ibu yang merasa berat.
Ada baiknya ibu harus mencoba terlebih dahulu apakah kondisi ibu dan bayi bisa kuat untuk menjalankan ibadah puasa. Karena ini merupakan kewajiban. Tentu saja dengan memperhatikan kesehatan fisik dan mental saat menjalankannya. Berikut ini ada beberapa tips agar tetap sehat dan bugar selama menyusui meskipun ibu sedang berpuasa.
1. Makan 3x Sehari
Selama berpuasa, tentu saja tubuh tidak mendapat asupan makan dan minum di siang hari selama 12 jam lebih. Padahal ibu yang menyusui akan membutuhkan porsi makan yang lebih banyak dan sering daripada ketika tidak menyusui. Karena itu disarankan agar ibu mengatur jadwal makan yaitu pada saat sahur, berbuka, dan di tengah malam. Ini akan menjadi cadangan energi di siang harinya. Jangan sampai bayi kekurangan asupan gizi karena karena ibu kurang makan.

2. Olahraga Ringan di Pagi Hari

Berolahraga dapat menambah semangat dan kebugaran. Karena sedang berpuasa, maka jangan lakukan olahraga yang memberatkan. Cobalah meregangkan lengan tangan, pundak, dan dada. Peregangan ini secara tidak langsung dapat membantu memperlancar produksi ASI. Jalan-jalan di pagi hari selama 15 menit juga bisa anda lakukan sambil menghirup udara segar.
3. Memperbanyak Minum Air PutihTidak ada alasan untuk tidak minum. Apalagi bagi ibu yang sedang menyusui. Tubuh kita tidak mendapat cairan selama berpuasa. Karena itu ibu harus pandai mengatur jadwal minum dalam sehari yaitu 2 gelas di waktu sahur, 2 gelas saat berbuka, dan 4 gelas di malam hari. Kebiasaan minum min. 8 gelas setiap hari dapat menjaga tubuh agar tidak dehidrasi selama menyusui.
4. Minum Susu
Kualitas ASI yang ibu berikan pada bayi sangat ditentukan oleh apa yang ibu konsumsi. Meminum susu dapat menambah kelengkapan gizi untuk bayi Anda. Selain itu, formula susu itu sendiri dapat menjaga kesehatan ibu selama beraktifitas selama berpuasa. Tak perlu susu yang mahal dan bermerk. Yang penting komposisi susu itu cukup memenuhi standar gizi ibu dan bayi. Sari kacang hijau juga bisa menjadi alternatif minuman sehat.
5. Mengamati Kondisi Bayi
Sehat di ibu, belum tentu sehat di anak. Itu harus menjadi catatan dan pertimbangan ketika ibu sedang menyusui. Apalagi selama berpuasa, bayi terkadang tidak bisa diajak kompromi. Ada yang lemas,  diare, muntah, panas, sering rewel dan menangis, kondisi ini harus benar-benar ibu perhatikan setiap hari. Apakah dari hari ke hari ia tetap sehat selama Anda berpuasa. Atau malah sebaliknya. Jika beberapa hal di atas terjadi, Anda tidak harus langsung berhenti berpuasa selama sebulan. Tapi lakukan bertahap, misalnya: hari ini berpuasa, dan besoknya tidak karena kondisi bayi kurang baik. Besok lusa puasa lagi beberapa hari dan seterusnya. Mungkin bayi Anda juga perlu pembiasaan. Namun jika bayi Anda sungguh tidak memungkinkan untuk diajak berpuasa (parah dan bisa fatal), ibu bisa absen dari puasa itu.  Lalu mengganti banyaknya hari yang ditinggalkan di lain waktu dan membayar fidyah sesuai ketentuan.
Beberapa saran di atas hanya sekedar himbauan agar tidak dengan gampangnya meninggalkan puasa hanya karena sedang menyusui. Akan tetapi sekali lagi kondisi setiap ibu dan bayi berbeda kekuatannya dalam menghadapi bulan puasa. Sudah sepatutnyalah sebagai muslim yang taat untuk melaksanakan segala perintah-Nya.
Nah… kalo ibu yang menyusui saja bisa berpuasa, kenapa yang lain enggan??!
Semoga tulisan ini bermanfaat, khususnya bagi para ibu luar biasa yang ingin tetap sehat selama menyusui. Biarpun dengan tetap berpuasa di bulan suci Romadlon. Penulis juga memohon maaf yang sebesar-besarnya.