Rumah tangga – Islam (Sakinah)

By On Sunday, April 16th, 2017 Categories : Artikel

Suatu hari seorang laki-laki berjalan tergesa-gesa mnuju kediaman Khalifah Umar Bin Khatab. Tujuannya semula ialah ingin mengadukan pada Khlaifah karena ia sudah tidak tahan dengan istrinya yang cerewet. Sudah beberapa hari ini ia ingin menyampaikannya kepada Umar namun selalu tidka ada kesempatan, makanya ia bermaksud langsung engunjungi kediaman Khalifah. Mendadak orang itu berhneti di depan rumah sebelum mengetuk pintu. Dari dalam rumah terdengar istri Umar sedang mengomel, marah-marah. Laki-laki itu tertegun ia tak mendengar sepatah katapun terdengar dari keluhan dari Umar, padahal cerewetnya istri Umar melebihi istri yang akan diadukannya. Akhirnya laki-laki itupun pulang dengan berjuta pertanyaan, Ia mengurungkan niatnya untuk melaporkan istrinya pada Umar.

Seperti laki-laki tersebut yang bingung dengan sikap Umar kitapun tentu dibuat bertanya-tanya dalam hati kenapa Umar yang sangat dikagumi dan dihormati, disegani kawan ataupun lawan berdiam diri satat istrinya mengomel. Mengapa ia hanya bisa mendengarkan padahal di atas mimbar ia sellau tegas, di luar sana ia selalu berwibawa dan tegas terhadap siapapun.

Umar berdiam diri karena ia benar-benar ingat dan sellau mengingat akan “Lima Hal” Apakah yang sellau menjadi kekuatan Umar dalam mengahdapi kecerewetan istrinya itu?

Benteng Penjaga Api Neraka

Memang benar laki-laki itu kelemahannya dimata. Jika ia bisa menundukkan matanya maka panah-panah setan berselatan dari matanya. Membidik tubuh-tubuh elok yang dipandanginya. Panah yang menancap akan membuat kesulitan baru, desiran darah bergolak kemudian membangkitkan keinginan yang ditiupkan oleh setan dalam dirinya. Tiupan itu akan membuat orang itu tergerak untuk melakukan apapun demi tercapainya dan terpuaskannya satu hal yaitu syahwat. Seorang istri hanya seorang sitrilah yang selalu setia berada disisi, meruapkan ladang menyemai benih-benih yang akan ditunai di kemudian hari. Seorang istrilah tempat mengalirkan berjuta luapan hati biar lepas dan bukan sebuah azab yang harus di terimanya kelak namun ia akan mendapatkan dua kenikmatan yaitu nikamt dunia dan nikamt akhirat. Untuk itulah ketika Umar terpikat pada liukan-liukan yang datang dari koabaran api setan ia selalu ingat pada istri pada seorang penyelamat dan pelindung dari liukan-liukan indah yang menghanguskan. Istrinya juga bisa menari melebihi liukan-liukan yang sama bahkan lebih indah membawanya terbang ke langit biru melambungkan raga ke langit ke tujuh. Dan ia selalu mengingat bukan sekedar itu istri yang shalikah selalu menjadi penyemangatnya dalam mencari nafkah.

Pemelihara Rumah

Istri menjadi penjaga rumah 24 non stop. Menjadi satpam rumah disaat suami bekerja dari pagi sampai malam bahkan bisa sampai pagi. Dengan peluh mengumpulkan harta untuk keluarga tercinta. Dan untunglah ada seorang penjaga harta dirumah. Agar harta yang diperoleh dengan cucuran keringat itu tak menguap sia-sia. Jika harus menggaji adakah penjaga rumah yang mau menjaga rumah dengan penuh cinta dan kasih sayang dengan penuh rasa memiliki jikapun ada berapa harga yang ia keluarkan untuk menggaji seseorang yang mampu bekerja 24 jam seperti seorang istri  yang menjaga dengan telaten. Maka dari itu Umar berfikir tidak ada salahnya ia mendengarkan istrinay yang ngomel-ngomel mungkin ia sedikit lelah menjaga harta-harta suami yang kadang-kadang semakin hari semakin membebani. Umar sangat paham betul akan hal itu.

Menjaga Penampilan

Adakah seorang laki-laki yang mampu menjga penampilannya. Sangat minim kemungkinannya untuk  beres menjaga penampilan diri sendiri. Jika itu ada tidak akan mampu melebihi kwalitas seorang istri dalam menjaga penampilan suaminya. Untunglah suami punya salon sekaligus penata nya secara khusus dirumah. Memilihkan apa yang pantas dan cocok untuknya. “Suami yang menawan adalah wujud dari kecintaan dan ketelatenan seorang istri” Umar kemudian berfikir tak apalah ia mengalah dan memilih diam untuk mendengarkan keluh kesah sang istri yang sanagt memperhatikannya dalam setiap hal.

Pengaush Anak-anak.

Suami hanyalah menyemai benih, istrinyalah yang sangat berperan dalam kelangsungan hasil benih yang ditanamkan suami padanya. Sembialn bulan ia bersusah payah merawat benih itu agar lahir tunas yang membahagiakan. Ia juga yang kemudian merawat tunas itu agar menjadi runas yang kokoh dan kuat, dapat dibanggakan dan menjadi harapan keduanya. Tak hanya sampai disitu jika ada kesalahan dalam pertumbuhan sang tunas pastilah stri yang disalahkan namun sebaliknya jika ada yang membanggakan suami adalah orang yang pertama di tunjuk kedepan yang diakui “sang bapaklah yang membuatnya seperti itu” dan Umar sangat paham dengan hal itu.

Penyedia Hidangan

Adakah restoran yang menghidangkan amkanan denga bumbu cinta, dengan bahan penuh sayang dan pengolahan sengan berjuta-juta kerinduan. Tak ada satupun koki di dunia ini yang seperti seorang istri. Ia begitu bersemangat menghidangkan makanan yang disukai suaminya. Ia harus kebingungan memilih bahan makanan memilihakn menu yang tepat. Hanya seorang istri lah yang sanggup seperti itu dan bisa menjalankan restorant penuh kasih.

Dengan mengingat kelima hal itu, peran yang disandang seorang istri Umar memilih diam bila istrinya mengomel. Mungkin dia capek harus mengurus anak-anak, mungkin ia jenuh dengan kesibukan dalam rumah tangga. Toh istri hanyalah mansuia biasa. Umar selalu berusaha menutupi kebaikan-kebaikan istrinya untuk menutupi celah-celah kekurangannya. Bila istri telah puas menumpahkan kata-katanya barulah Umar menasehati dengan kata-kata yang baik dengan bercanda. Hingag keduanya terhindar dari caci maki yang mengarah ke perbuatan tidak terpuji. (Akankah suami-suami masa kini dapat mencontoh Umar. Ia tak hanya berhasil memimpin negara tapi juga imam dalam keluarganya).

Untuk itu para suami diharapkan selalu sabar dalam berumah tangga serta dapat mendidik secara islami isterinya supara menjadi istri yang solehah dan menjaga rumah tangganya dari segala ancaman baik di dunia maupun di akhirat.

Rumah tanggaislami (Sakinah) “Istri Cerwet” ungkapan itu sangat umum dalam kehidupan berumah tangga. Adakah  seorang istri yang tidak cerewet? Sangat sulit untuk menemukannya. Kadang-kadang orang mengistilahkan laki-laki kebanyakan STI atau Suami Takut Istri. Mungkin ungkapan ini terlalu berlebihan, kenapa berlebihan? Istilah istri cerewet sebetulnya sudah sangat umum di telinga kita. Bahkan istri seorang Khalifah Umar Bin Khatab pun cerwet.