Resume Sejarah BAB 4 Kehidupan Awal Masyarakat Indonesia

By On Sunday, May 17th, 2015 Categories : Sains

KEHIDUPAN AWAL MASYARAKAT INDONESIA

  • Proses pembentukan bumi :
  1. Zaman arkhaikum : Belum ada kehidupan disebabkan bumi masih panas & merupakan bola gas panas yang berputar pada porosnya
  2. Zaman paleozoikum :
    • Zaman ketika terdapat kehidupan makhluk pertama di bumi
    • Disebut juga zaman primer (karena untuk pertama kalinya ada kehidupan)
    • Terbagi menjadi beberapa tahap kehidupan :
      1. Cambrium : Kehidupan amat primitif seperti kerang dan ubur-ubur
      2. Silur : Hewan bertulang belakang seperti ikan
      3. Devon : Binatang jenis amfibi tertua
      4. Carbon : Binatang merayap jenis reptil
      5. Perm : Hewan darat, ikan air tawar dan amfibi
  1. Zaman mesozoikum :
    • Zaman sekunder (zaman hidup kedua), disebut juga zaman reptil sebab muncul reptil besar seperti dinosaurus dan atlantosaurus
    • Terbagi menjadi 3 :
      1. Trias : Ikan, amfibi dan reptil
      2. Jura : Reptil dan sebangsa katak
      3. Calcium : Burung pertama dan tumbuhan berbunga
    • Ikan di darat mengalami evolusi, siripnya menjadi kaki yang kuat, ekornya tumbuh semakin panjang, kepalanya yang semakin keras dan besar. Inilah yang kita kenal dengan nama dinosaurus, brontosaurus dan atlantosaurus
    • Dinosaurus pemakan tumbuhan kecuali Tyranosaurus
    • Brontosaurus besarnya 10x gajah
    • Reptil terbang seperti Pteranodon
  2. Zaman neozoikum :
    • Zaman bumi baru (bumi sudah terbentuk sepenuhnya)
    • Terbagi menjadi :
      1. Zaman tertier : Zaman hidup ketiga, makhluh hidup berupa binatang menyusui sejenis monyet & kera, reptil raksasa mulai lenyap, dan pada akhir zaman ini sudah ada jenis kera-manusia. Zaman ini ditandai dengan munculnya tenaga endogen yang dahsyat sehingga mematahkan kulit bumi
      2. Zaman kuarter : Zaman hidup keempat, mulai muncul kehidupan manusia. Dibedakan menjadi :
        • Zaman pleistosen (Diluvium) : Terjadi penurunan suhu drastis dan memunculkan zaman es (zaman glasial)
        • Zaman holosen (Aluvium) : Zaman lahirnya jenis Homo Sapiens, yaitu jenis manusia seperti manusia sekarang
  • Jenis-jenis manusia purba :
  1. Meganthropus paleojavanicus : Ditemukan di Sangiran oleh Von Koeningswald pada tahun 1936 dan 1941. Cirinya :
    • Memiliki tulang pipi yang tebal
    • Memiliki otot rahang yang kuat
    • Tidak memiliki dagu
    • Memiliki tonjolan belakang yang tajam
    • Memiliki tulang kening yang menonjol
    • Memiliki perawakan tegap
    • Memakan tumbuh-tumbuhan
    • Hidup berkelompok dan berpindah-pindah
  2. Pithecanthropus : Manusia kera. Fosilnya banyak ditemukan di daerah Trinil, Perning (Mojokerto), Sangiran, dan kedungbrubus, Cirinya :
    • Memiliki rahang bawah yang kuat
    • Memiliki tulang pipi yang tebal
    • Keningnya menonjol
    • Tulang belakang menonjol dan tajam
    • Tidak berdagu
    • Perawakan tegap, mempunyai tempat pelekatan oto tengkuk yang besar & kuat
    • Memakan jenis tumbuhan

Beberapa jenis pithecanthropus :

  • Pithecantropus erectus (manusia kera berjalan tegak) : Ditemukan oleh E. Dubois di Kedungbrubus & Trinil. Memiliki ciri :
    1. Berjalan tegak
    2. Volume otaknya melebihi 900cc
    3. Berbadan tegak dengan alat pengunyah yang kuat
    4. Tinggi badannya sekitar 165-170 cm
    5. Berat badannya sekitar 100 kg
    6. Makanannya masih kasar dengan sedikit dikunyah
  • Pithecantropus robustus (manusia kera berahang besar) : Ditemukan di Sangiran oleh Weidenreich. Van Koeningswald menyebutnya pithecanthropus mojokertensis
  • Pithecanthropus dubuis (dubuis artinya meragukan) : Ditemukan oleh Von Koeningswald di Sangiran
  • Pithecanthropus soloensis (manusia kera dari solo) : Ditemukan oleh Von Koeningswald, Oppenoorth, dan Ter Haar di Ngandong
  1. Homo : Artinya manusia. Merupakan jenis manusia purba yang paling maju dibandingkan yang lain. Ciri :
    • Berat badan kira-kira 30-150 kg
    • Volume otaknya lebih dari 1350 cc
    • Alatnya dari batu dan tulang
    • Berjalan tegak
    • Muka & hidung lebar
    • Mulut masih menonjol

Jenis homo :

  • Homo wajakensis (manusia dari Wajak) : Ditemukan di Wajak oleh Von Rietschoten, kemudian diselidiki oleh E. Dubois. Termasuk ras Australoid dan bernenek moyang homo soloensis. Dimasukkan dalam Homo sapiens (manusia cerdas) sebab sudah mengenal upacara penguburan
  • Homo soloensis (manusia dari Solo) : Ditemukan oleh Ter Haar & Oppenoorth. Diselidiki oleh Von Koeningswald dan Weidenreich. Sudah bukan kera lagi, melainkan sudah manusia
  • Homo Sapiens (manusia cerdas) : Berasal dari zaman Holosen, bentuk tubuhnya menyerupai manusia sekarang. Sudah menggunakan akal dan memiliki sifat yang dimiliki manusia sekarang. Kehidupannya masih sederhana dan mengembara. Cirinya :
    1. Volume otaknya 1000-1200 cc
    2. Tinggi badan antara 130-210 cm
    3. Otot tengkuk mengalami penyusutan
    4. Alat kunyah dan gigi mengalami penyusutan
    5. Muka tidak menonjol ke depan
    6. Berdiri & berjalan tegak
    7. Berdagu

Jenis homo sapiens di dunia terdiri dari subspesies yang menurunkan berbagai manusia :

  • Ras Mongoloid : Berciri kulit kuning, mata sipit, rambut lurus. Menyebar ke Asia Timur (Jepang, Cina, Korea, dan Asia Tenggara)
  • Ras Kaukasoid : Berkulit putih, tinggi, rambut lurus, dan hidung mancung. Penyebarannya ke Eropa, India utara, Yahudi, Arab, Turki, Asia Barat lainnya
  • Ras Negroid : Ciri berkulit hitam, rambut keriting, bibir tebal. Penyebarannya ke Australia, Papua, dan ke Afrika