Reproduksi Pteridophyta Tumbuhan paku

By On Friday, February 24th, 2017 Categories : Sains

Dalam siklus hidupnya, tumbuhan paku mengalami pergiliran keturunan (metagenesis) antara generasi gametofit yang berkromosom haploid (n) dan generasi sporofit

Tumbuhan paku atau Pteridophyta bereproduksi secara vegetatif (vegetatif) maupun generatif (generatif). Reproduksi secara vegetatif terjadi dengan pembentukan spora melalui pembelahan meiosis sel induk spora yang terdapat di dalam sporangium (kotak spora).

Spora akan tumbuh menjadi gametofit. Selain melalui pembentukan spora, reproduksi secara vegetatif juga dapat dilakukan dengan rizom. Rizom akan tumbuh menjalar dan membentuk tunas-tunas tumbuhan paku yang berkoloni (bergerombol). Reproduksi generatif terjadi melalui fertilisasi ovum oleh spermatozoid berflagel yang menghasilkan zigot. Zigot tersebut akan tumbuh menjadi sporofit. Dalam siklus hidupnya, tumbuhan paku mengalami pergiliran keturunan (metagenesis) antara generasi gametofit yang berkromosom haploid (n) dan generasi sporofit yang berkromosom diploid (2n). Generasi sporofit hidup lebih dominan atau memiliki masa hidup yang lebih lama dibanding generasi gametofit.

Metagenesis pada sikius hidup tumbuhan paku homospora adalah sebagai berikut.

 1)      Spora berkromosom haploid (n) bila jatuh di habitat yang cocok akan berkecambah, sel-selnya membelah secara mitosis dan tumbuh menjadi protalium (gametofit) yang haploid (n).

2)      Protalium membentuk alat kelamin jantan (anteridium) dan betina (arkegonium) yang haploid (n).

3)      Anteridium menghasilkan spermatozoid berflagel (n) dan arkegonium menghasilkan ovum (n).

4)      Spermatozoid (n) membuahi ovum (n) di dalam arkegonium dan menghasilkan zigot yang diploid (2n).

5)      Zigot (2n) mengalami pembelahan secara mitosis dan tumbuh menjadi tumbuhan paku (sporofit) yang diploid (2n). Tumbuhan paku tersebut tumbuh keluar dan arkegonium induknya.

6)      Sporofit (tumbuhan paku) dewasa menghasilkan sporofil (2n) atau daun penghasil spora.

7)      Sporofil (2n) memiliki sporangium (2n). Di dalam sporangium terdapat sel induk spora berkromosom diploid (2n). Sel induk spora (2n) mengalami pembelahan meiosis dan menghasilkan spora yang haploid (n).

Pteridophyta sering dikenl msyarakat umum sebagai tumbuhan paku. Tumbuhan paku umunya hidup di daratan pada tempat-tempat yang basah atau lembap. Hanya beberapa jenis saja yang hidup di air. Tumbuhan ini banyak di jumpai di daerah tropis hingga daerah beriklim sedang.

siklus hidup tumbuhan paku homospora

siklus hidup tumbuhan paku homospora

Tumbuhan paku adalah satu divisio tumbuhan yang telah memiliki sistem pembuluh sejati (kormus) tetapi tidak menghasilkan biji untuk reproduksinya. Tumbuhan paku mendominasi vegetasi suatu tempat sehingga membentuk belukar yang luas dan menekan tumbuhan yang lain. Tumbuhan paku yang mudah kita lihat merupakan bentuk fase sporofit karena menghasilkan spora. Tumbuhan paku juga disebut sebagai tumbuhan berpembuluh (Tracheophyta) karena memiliki pembuluh pengangkut yaitu xilem dan floem. Xilem adalah pembuluh pengangkut senyawa anorganik berupa air dan mineral dari akar ke seluruh bagian tumbuhan. Floem adalah pembuluh pengangkut nutrien organik hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tubuh tumbuhan.