Pengertian Sitomegalovirus Beserta Gejala dan Penyebarannya

(Pengertian Sitomegalovirus Beserta Gejala dan Penyebarannya) – Sitomegalovirus merupakan virus DNA dari golongan herpesviridae seperti : Herpes simplex virus tipe1 dan 2, Varicella – Zoster , Epstein Barr virus. Karakteristik virus dari golongan ini adalah kemampuannya untuk beradaptasi didalam tubuh manusia sedemikian rupa sehingga dapat menimbulkan masa laten atau dormant. Bila ada rangsangan tertentu dapat terjadi kekambuhan dan bahkan dapat menyebar bila tubuh terganggu daya tahannya. Virus ini merupakan penyebab utama infeksi kongenital, dan diperkirakan 0,2 – 2,2 % janin yang terinfeksi intrauterin dapat fatal bagi janin dan bila bertahan hidup dapat terjadi retardasi mental, buta atau tuli.

Penyebaran Sitomegalovirus
Infeksi sitomegalovirus ditularkan melalui cairan tubuh seperti ludah, darah, ASI, urine, semen dan lain-lain. Golongan sosial ekonomi rendah lebih rentan terkena infeksi. Rumah sakit juga merupakan tempat penularan virus ini, terutama unit dialisis, perawatan neonatal dan ruang anak. Penularan melalui hubungan seksual juga dapat terjadi melalui cairan semen ataupun lendir endoserviks.

Transmisi ke janin mencapai 40 % pada infeksi primer dan lebih jarang pada infeksi rekuren. Kekebalan yang terjadi akibat infeksi sitomegalovirus ternyata tidak cukup untuk melindungi kemungkinan terjadinya infeksi sitomegalovirus kongenital ulang. Meskipun jarang, sitomegalovirus kongenital tetap dapat terulang pada ibu hamil yang pernah mempunyai anak dengan sitomegalovirus kongenital pada kehamilan terdahulu. Penularan dapat terjadi setiap saat dalam kehamilan tetapi semakin muda umur kehamilan semakin berat gejala pada janinnya.

Gejala Klinis Sitomegalovirus
Hanya pada individu dengan penurunan daya tahan dan pada masa pertumbuhan janin sitomegalovirus menampakkan virulensinya pada manusia. Pada wanita normal sebagian besar adalah asimptomatik atau subklinik., tetapi bila menimbulkan gejala akan tampak gejala antara lain:

1. Mononukleosis-like syndrome yaitu demam yang tidak teratur selama 3 minggu. Secara klinis timbul gejala lethargi, malaise dan kelainan hematologi yang sulit dibedakan dengan infeksi mononukleosis ( tanpa tonsilitis atau faringitis dan limfadenopati servikal ). Kadang-kadang tampak gambaran seperti hepatitis dan limfositosis atipik. Secara klinis infeksi sitomegalovirus juga mirip dengan infeksi virus Epstein-Barr dan dibedakan dari hasil tes heterofil yang negatif. Gejala ini biasanya self limitting tetapi komplikasi serius dapat pula terjadi seperti hepatitis, pneumonitis, ensefalitis, miokarditis dan lain-lain. Penting juga dibedakan dengan toksoplasmosis dan hepatitis B yang juga mempunyai gejala serupa.
2. Sindroma post transfusi. Viremia terjadi 3 – 8 minggu setelah transfusi. Tampak gambaran panas kriptogenik, splenomegali , kelainan biokimia dan hematologi. Sindroma ini juga dapat terjadi pada transplantasi ginjal.
3. Penyakit sistemik luas antara lain pneumonitis yang mengancam jiwa yang dapat terjadi pada pasien dengan infeksi kronis dengan thymoma atau pasien dengan kelainan sekunder dari proses imunologi ( seperti HIV tipe 1 atau 2 ).
4. Hepatitis anikterik yang terutama terjadi pada anak-anak.

Tidak seperti virus rubella, sitomegalovirus dapat menginfeksi hasil konsepsi setiap saat dalam kehamilan. Bila infeksi terjadi pada masa organogenesis ( trimester I ) atau selama periode pertumbuhan dan perkembangan aktif ( trimester II ) dapat terjadi kelainan yang serius. Juga didapatkan bukti adanya korelasi antara lamanya infeksi intrauterin dengan embriopati.

Pada trimester I infeksi kongenital sitomegalovirus dapat menyebabkan prematur, mikrosefali, IUGR, kalsifikasi intrakranial pada ventrikel lateral dan traktus olfaktorius, sebagian besar terdapat korioretinitis, juga terdapat retardasi mental, hepatosplenomegali, ikterus, purpura trombositopeni, DIC.
Infeksi pada trimester III berhubungan dengan kelainan yang bukan disebabkan karena kegagalan pertumbuhan somatik atau pembentukan psikomotor. Bayi cenderung normal tetapi tetap berisiko terjadinya kurang pendengaran atau retardasi psikomotor. Meskipun infeksi sitomegalovirus merupakan infeksi yang paling sering terjadi yaitu 1 % dari seluruh persalinan tetapi hanya 5 – 10 % yang menunjukkan gejala tersebut diatas pada saat kelahiran.
Mortalitas infeksi kongenital cukup tinggi yaitu sebesar 20 – 30 % dan dari yang bertahan hidup 90 % akan menderita komplikasi lambat seperti retardasi mental, buta, defisit psikomotor, tuli dan lain-lain. Gejala lambat juga timbul pada 5 – 15 % dari mereka yang lahir asimptomatik seperti gangguan pendengaran tipe sensorik sebelum tahun kedua.

Diagnosis Sitomegalovirus
Untuk dapat menegakkan diagnosis infeksi sitomegalovirus ibu dibutuhkan antara lain :

1. peningkatan titer antibodi anti sitomegalovirus sebesar lebih dari 4 kali (konversi serologi )
2. Adanya antibodi IgM ibu, atau
3. Isolasi virus.

Cara terbaik untuk diagnosis sitomegalovirus adalah dengan isolasi virus dari darah, urine, ataupun cairan serviks. Pemeriksaan histopatologi atau sitologi urine juga dapat membantu dengan adanya perubahan histologi yang khas yaitu adanya intranuclear inclusion bodies.
Pemeriksaan serologi untuk mendeteksi antibodi IgM spesifik dengan metode ELISA dapat menunjukkan adanya infeksi akut meskipun ada 30 % infeksi akut yang seronegatif serta positif palsu pada 10 % wanita yang sering rekuren.
Diagnosis infeksi sitomegalovirus kongenital dapat dilakukan dengan pemeriksaan kultur, hibridisasi atau serologi adanya antibodi IgM yang didapat dari kordosentesis.. Dengan pemeriksaan ini 60% infeksi kongenital dapat terbukti.
Untuk dapat menegakkan diagnosis infeksi kongenital sitomegalovirus dibutuhkan antara lain:

  • adanya antibodi IgM spesifik pada serum janin.
  • isolasi virus, atau
  • adanya classical intranuclear inclusion bodies dalam jaringan janin dan konfirmasi imunologi spesifik.

Karakteristik yang penting dan perlu diperhatikan pada infeksi maternal, neonatal dan kongenital adalah kemampuan penyebaran infeksi pada lingkungan sekitarnya. Bayi dengan infeksi sitomegalovirus kongenital dapat mengeluarkan virus yang infeksius dari orofaring dan traktus urinarius. Untuk itu diharapkan ibu hamil dengan seronegatif tidak melakukan kontak dengan bayi tersebut.
Kemungkinan peningkatan transmisi kongenital hanya bila:

  • Didapatkan titer virus yang tinggi ( menandakan adanya infeksi yang baru terjadi ).
  • adanya peningkatan lebih dari 4 kali antibodi spesifik.
  • Adanya antibodi IgM anti sitomegalovirus.

Penyembuhan Sitomegalovirus
Sampai saat ini tidak ada pengobatan yang efektif untuk mengatasi infeksi maternal, dan karena risiko terjadinya morbiditas fetal adalah rendah pemeriksaan penyaring serologis selama kehamilan mempunyai nilai yang terbatas. Berbeda dengan infeksi virus rubella, antibodi sitomegalovirus tidak dapat melindungi kemungkinan infeksi kongenital pada kehamilan yang berikutnya, sehingga kegunaan vaksinasi untuk sitomegalovirus diragukan.
Yang penting dan perlu diperhatikan bagi wanita hamil yang seronegatif harus mencegah agar tidak terlalu sering kontak dengan anak-anak usia 2 – 4 tahun terutama yang diketahui menderita infeksi sitomegalovirus, dan selalu menjaga kebersihan diri dengan membiasakan selalu mencuci tangan setelah kontak dengan produk cairan anak-anak seperti muntahan, popok dan lain-lain.

Pengertian Olah Raga Polo Air

17 April 2014 Category: Sains
Polo air adalah olahraga air beregu, yang dapat dianggap sebagai kombinasi renang, gulat, sepak bola dan bola basket. Dalam Polo Air, satu tim terdiri dari enam pemain dan satu kiper. Tujuan permainan menyerupai sepak bola, yaitu untuk mencetak gol sebanyak-banyaknya, satu gol dihitung satu poin. Olah raga Polo air merupakan cabang olahraga yang sudah cukup

Pengertian dan Deskripsi Seni Lukis Fauvisme

17 April 2014 Category: Sains
(Pengertian dan Deskripsi Seni Lukis Fauvisme) – Fauvisme adalah aliran yang menghargai ekspresi ( ekspresi adalah album dari penyanyi Titi DJ yang dirilis pada tahun 1988 dengan label Granada Records dan melibatkan Indra Lesmana sebagai music director. Walaupun album ini tidak bergitu laris dipasaran, namun lagu ekspresi menjadi lagu identik dengan Titi DJ dan sempat

Pengertian Ekstraksi dalam Kimia

17 April 2014 Category: Sains
Ekstraksi adalah salah satu cara pemisahan dua atau lebih zat dalam suatu campuran. prinsip yang digunakan dalam ekstraksi adalah kelarutan suatu zat yang akan dipisahkan. suatu zat pasti memiliki kelarutan terhadap pelarut, sekecil apapun itu.

Sejarah Awal Mula Permainan Bola Voli atau volley ball

17 April 2014 Category: Sains
(Sejarah Awal Mula Permainan Bola Voli atau volley ball) – Permainan bola voli-bola voli diciptakan oleh William G. Morgan pada tahun 1985. ia adalah seorang Pembina pendidikan jasmani pada Young Men Christian Association (YMCA) di kota Holyoke, Massachusetts, AmerikaSerikat. Nama permainan in semula disebut “Minonette” yang hamper serupa dengan permainan badminton. Jumlah pemain di sini

Macam Sel Berdasarkan Keadaan Inti

17 April 2014 Category: Sains
(Macam Sel Berdasarkan Keadaan Inti) – Sel prokarion adalah sel yang intinya tidak memiliki membran, materi inti tersebar dalam sitoplasma (sel yang memiliki satu system membran. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah bakteri dan alga biru. Sedangkan sel eukarion adalah sel yang intinya memiliki membran. Materi inti dibatasi oleh satu system membran terpisah dari sitoplasma.

Karakteristik Virus

17 April 2014 Category: Sains
Karakteristik Virus a. Ukuran Virus Ukuran virus sangat kecil sehingga masih bisa lolos dari saringan yang tidak bisa dilewati oleh bakteri. Virus merupakan organisme terkecil yang berukuran antara 20 nm (nanometer) hingga 30 nm. 1 nanometer sama dengan satu per sejuta meter. Ukuran virus rata-rata 50 kali lebih kecil dari ukuran bakteri. Kalau bakteri baru

Asuhan Kebidanan Pada Radang Genetalia Interna: MYOMETRITIS

17 April 2014 Category: Sains
a) Myometritis adalah radang myometrium ( kamus Dorland ). b) Miometrium adalah tunika muskularis uteri. ( kamus Dorland ). c) Metritisatau miometritis adalah radang miometrium. Gejala Demam Uterus nyeritekan Perdarahanvaginal Nyeri perutbawah Lochia berbau, purulen Metritis akuta Metritis Akutabiasanya terdapat pada abortus septic atau infeksi postpartum. Penyakit initidak berdiri sendiri, akan tetapi merupakan bagian dari