Rahasia Kekuatan Manusia Ada Pada Gelombang Otak

By On Sunday, June 5th, 2016 Categories : Artikel
Advertisement

Rahasia Kekuatan Manusia Ada Pada Gelombang Otak – Pembahasan tentang gelombang otak sangat banyak. Tulisan ini sebagai tambahan saja, sebuah pembahasan gelombang otak dari pandangan orang awam seperti saya. Tulisan ini terispirasi dari kata-kata “orang pintar” yang bilang: “weruh sakdurunge winarah (bisa tahu segala sesuatu sebelum/tanpa diberitahu) bisa didapat bila seseorang bisa menyelaraskan pikirannya dengan alam semesta.

Manusia memang makhluk paling sempurna karena dilengkapinya manusia dengan akal dan hawa nafsu, dan dua hal tersebut terletak pada jaringan otak manusia.

Otak adalah organ tubuh yang bukan hanya manusia yang memilikinya, binatang pun juga memilikinya. Yang membedakan manusia dengan hewan adalah kemampuan manusia untuk menggunakan fungsi otak, yang salah satunya adalah untuk berpikir. Otak yang digunakan untuk berpikir dan mengembangkan hidup (akal) inilah yang membedakan manusia dengan hewan, maupun manusia dengan manusia yang lain. Sedangkan akal menurut istilah psikologi kognitif adalah problem solving capacity, kemampuan untuk memecahkan masalah dan menemukan jalan keluar dalam situasi apapun juga.

Banyak buku yang menyajikan cara-cara pemberdayaan diri agar menjadi pribadi yang lebih baik dan sukses. Beberapa diantaranya adalah ESQ, yang mengajarkan cara menyelaraskan EQ dan SQ. Seven habits yang menjabarkan tentang kebiasaan yang bisa membawa kesuksesan dalam hidup, The Secret dan The Power, yang lebih menitikberatkan pada perasaan cinta dan berpikir positif dan masih banyak buku lain yang isinya kira-kira sejenis, yaitu untuk pemberdayaan pikiran dan diri. Dan jikalau ditelaah lebih jauh, pemberdayaan pikiran dan diri ternyata berhubungan dengan gelombang otak yang mendominasi aktivitas manusia.

Gelombang Otak

Gelombang otak adalah perubahan arus listrik yang terjadi secara cepat antar neuron (sel saraf) yang dapat dideteksi dengan alat yang bernama EEG (ElectroEnchephaloGraphy). Frekuensi gelombang otak manusia umumnya bervariasi dari 1-30 Hz, dan dikelompokkan menjadi gelombang Alpha (8-13Hz), Betha (12 – 30Hz), Theta (4-8Hz), dan Delta (0,5-4Hz), walaupun masih ada gelombang otak yang lain, seperti Gamma (40 – 99Hz), Hipergamma (100Hz), dan lambda (200Hz), namun gelombang-gelombang otak tersebut baru muncul dalam keadaan tertentu.

Gelombang Alpha

Sesesorang ketika gelombang otaknya berada pada gelombang alpha (8-13hz ada yang menyebut 8-12Hz) biasanya berada dalam kondisi sadar namun relaks dalam artian otak tidak sedang memproses informasi. Keadaan ini biasanya nampak ketika bangun tidur pagihari atau tepat sebelum tidur.

Gelombang alpha merupakan gelombang tujuan seseorang yang sedang bermeditasi. Gelombang alpha juga banyak dipakai untuk self hipnosis, mental re-programming, maupun untuk meningkatkan kemampuan dalam proses belajar.

Gelombang Betha

Gelombang betha ditandai dengan sadar sempurna. Biasanya gelombang ini muncul ketika manusia beraktifitas normal. Kondisi gelombang otak betha menjaga pikiran kita tetap fokus dan sangat bermanfaat untuk produktifitas kerja, belajar atau aktivitas lain yang membutuhkan konsentrasi tinggi.

Aktifitas gelombang betha yang tidak mencukupi ketika seseorang berada dalam aktivitas normalnya akan menyebabkan gangguan mental dan emosional seperti depresi, ADD (attention Deficit Disorder), insomnia, dll

Gelombang Tetha

Ditandai dengan tidur ringan atau relaksasi dalam. Tanda-tanda gelombang otak berada pada gelombang tetha adalah napas mulai melambat dan dalam.

Beberapa orang menghasilkan gelombang otak ini saat trance, terhipnotis, meditasi dalam, maupun ketika khusyu beribadah. Frekuensi Theta ini dihubungkan dengan pelepasan stress dan pengingatan kembali memori yang telah lama. Oleh karenanya, gelombang theta banyak dipakai untuk meningkatkan kemampuan belajar, maupun pemrogramanan diri melalui sugesti.

Gelombang ini secara normal nampak pada anak-anak. Inilah kenapa anak-anak mempunyai daya imaginasi yang tinggi, dan pembentukan karakter sesuai yang diinginkan paling mudah dimulai pada masa anak-anak.

Gelombang delta

Gelombang delta sering dihubungkan dengan kondisi tidur yang sangat dalam dan tanpa atau sedikit bermimpi. Ketika gelombang otak dominan delta, tubuh mampu menyembuhkan diri sendiri. Gelombang Delta, jika dihasilkan dalam kondisi terjaga, akan menyediakan peluang untuk mengakses aktivitas bawah sadar, mendorong alirannya ke pikiran sadar. Kondisi Delta juga sering dihubungkan dengan manusia-manusia yang memiliki perasaan kuat terhadap empati dan intuisi.

Gelombang Gamma, Hipergamma dan Lambda

Gelombang Gamma terjadi ketika seseorang mengalami aktifitas mental yang sangat tinggi, misalnya sedang berada di arena pertandingan, perebutan kejuaraan, tampil dimuka umum, ketakutan atau keadaan lain yang sangat menegangkan bagi orang tersebut. Sedangkan gelombang HyperGamma dan Lambda menurut Dr. Jeffrey. D. Thompson Research,, dari Center for Acoustic berhubungan dengan kemampuan supranatural, metafisika atau paranormal.

Lamunan Sejenak

Membaca cerita tentang orang-orang hebat jaman dulu, atau melihat film/sinetron yang sekarang sedang naik daun nampak bahwasanya hampir semua orang yang hebat selalu mempunyai kebiasaan bertapa/meditasi maupun kemampuan untuk mengendalikan pengaruh duniawi pada dirinya.

Bahkan dalam cerita mahadewa pun, seorang dewa yang notabene sudah digambarkan sakti, mempunyai kemampuan dan kekuatan melebihi makhluk lainpun masih membiasakan meditasi.

Jikalau dikaitkan dengan gelombang otak, kebiasaan meditasi dihubungkan dengan adanya keinginan untuk mencapai gelombang otak alpha dan tetha, dimana pada keadaan gelombang otak alpha, tubuh dalam keadaan sadar namun relaks, dan dalam kondisi gelombang tetha, tubuh dalam keadaan tidur ringan dengan relaksasi yang dalam. Dalam keadaan gelombang otak alpha dan tetha, informasi yang masuk ke otak akan lebih mudah diterima dan membuat tubuh menjalankan informasi seperti yang otak perintahkan (karena memang fungsi otak kan mengontrol/mengendalikan seluruh aktifitas tubuh, kecuali beberapa organ yang memang punya saraf otonom).

Dalam kehidupan sehari-haripun, kebiasaan baik diyakini bisa mengkatifkan gelombang otak alpha, walaupun dalam keadaan sadar penuh dominasi gelombang otak lebih ke arah betha. Hal-hal baik yang dilakukan terus menerus tentu tentu secara sengaja akan mempengaruhi otak bawah sadar, sementara gelombang alpha gelombang yang berada di otak bawah sadar.

Jikalau gelombang alpha bisa dimunculkan dalam keadaan sadar penuh, diyakini mampu meningkatkan kreatifitas dan memecahkan masalah dengan baik. Namun perlu diingat, dalam penggunaan gelombang alpha, perlu ditanamkan, atau sugestikan hal2 baik, sehingga yang muncul adalah hal2 yang baik.

Bagaimana cara untuk mencapai gelombang otak pada frekuensi yang diinginkan?

Menurut Dr. Shamanhakamani Narendran, salah satu cara mengaktifkan gelombang otak untuk mencapai frekuensi yang diinginkan adalah dengan stimulasi cahaya dan suara. Ketika otak mendapatkan rangsangan ritmik, seperti misalnya ketokan kentongan, ritme tersebut akan diproduksi ulang diotak dalam bentuk gelombang listrik.

Jikalau ritme yang dihasilkan selaras dengan frekuensi gelombang otak, dan disisipkan ke otak secara terus menerus, otak akan terpicu untuk mensinkronkan gelombangnya pada ritme dan frekuensi yang sama. Cara inilah yang disebut Frequency Following Response (FFR)

Mungkin terori inilah yang mendasari beberapa orang yang bermeditasi dengan memakai media ketokan. Dan sekarangpun, di youtube banyak sekali disajikan audio yang katanya sudah disetting pada frekuensi tertentu yang sama dengan gelombang otak dengan tujuan membantu mengaktifkan gelombang otak sesuai dengan yang kita inginkan.

Namun, untuk media yang disajikan lewat youtube masih diragukan kebenarannya, apakah benar-benar akan membantu mengaktifkan gelombang otak sesuai dengan frekuensi yang diinginkan, ataukah tampilan youtube itu cuma sekedar alat untuk eksperimen pengunggahnya?

Tentunya cara terbaik untuk bisa mensetting gelombang otak adalah dengan belajar pada orang yang sudah menguasai. Entah itu cara settingnya dengan cara tradisional dengan laku tirakat dan lain-lainnya ataupun dengan cara modern, dengan belajar hipnotis, dll.

Kalau saya sendiri tentu akan belajar pada orang yang sudah menguasainya…Tulisan dan bahan yang relevan Cuma digunakan untuk tambahan referensi saja.

Advertisement (Dibawah ini adalah Iklan)
loading...