Proses Pengangkutan Zat pada Tumbuhan

By On Saturday, March 22nd, 2014 Categories : Sains

Tumbuhan memerlukan berbagai macam zat pentung guna melakukan proses metabolisme. Zat tersebut di antaranya karbon dioksida, oksigen, garam mineral, dan air. Berbagai zat ini bisa didapat dari luar tubuh tumbuhan.

Tumbuhan bisa mendapatkan gas oksigen dan karbondioksida melalui daun. Untuk mendapatkan air dan garam mineral, bisa melalui ujung akar dan buluh akar, yang kemudian zat-zat tersebut diangkut ke dalam tubuhnya.

Untuk mengangkut air dan mineral, tumbuhan membutuhkan proses pengangkutan yang dilakukan oleh jaringan pengangkut melalui berkas pembuluh. Selain itu, terdapat pula pengangkutan air dan mineral yang tak diangkut melalui berkas pembuluh secara langsung. Dengan kata lain proses pengangkutan ini terjadi di luar berkas pembuluh xilem dan floem.

Proses pengangkutan air dan mineral yang terjadi pada tumbuhan bisa melalui 2 cara, yakni pengangkutan ekstravaskuler dan pengakutan intravaskuler.

1. Pengangkutan Ekstravaskuler
Pada proses pengangkutan, tumbuhan mampu menyerap air dari dalam tanah ke dalam tubuh tumbuhan melewati satu sel ke sel lainnya secara horizontal. Proses ini disebut pengangkutan ekstravaskuler. Proses pengangkutan air dalam proses ini dimulai dengan penyerapan oleh bulu akar, lalu masuk ke sel-sel epidermis. Dari dalam sel epidermis, air menuju ke korteks, lalu dilanjutkan ke sel-sel endodermis. Pada akhirnya, air masuk ke dalam stele. Air yang berasal dari korteksi didistribusikan menuju sel-sel tumbuhan guna proses metabolisme.

Untuk melakukan proses pengangkutan ekstravaskuler, tumbuhan bisa melakukanya melalui 2 cara, yaitu secara simplas dan aploplas.

Pengangkutan simplas yaitu sistem pengangkutan air dan zat terlarut dalam tumbuhan melewati bagian hidup dari satu sel ke sel yang lain. Bagian sel yang dilalui oleh air dan zat terlarut tersebut yaitu vakuola dan sitoplasma. Air dan zat terlarut tersebut bisa terangkut ke dalam tubuh tumbuhan melalui proses transpor aktif dan osmosis melalui plasmodesmata (saluran penghubung protoplasma suatu sel dengan protoplasma sel lain).

Pengangkutan aploplas merupakan pengangkutan air dan garam mineral melewati bagian sel yang tak hidup, misalnya ruang antarsel dan dinding sel, baik secara transpor pasif maupun difusi.

Tetapi, proses pengangkutan air dan zat terlaut yang terjadi secara aploplas bisa mengalami hambatan. Hal ini karena terdapatnya pita Kaspari pada sel-sel endodermis. Pita Kaspari merupakan pita yang tersusun dari suberin. Pita Kaspari ini membuat air dan zat terlalut tak bisa bergerak menuju ke stele.

2. Pengangkutan Intravaskuler
Pengangkutan intravaskuler meurpakan proses pengangkutan air dan zat terlarut yang terjadi pada berkas pembuluh xilem dan floem secara vertikal.