Proses Glikolisis anaerobik

By On Tuesday, February 21st, 2017 Categories : Sains

Semua organisme hidup membutuhkan energi untuk melakukan berbagai fungsi. Energi ini diperoleh dengan proses yang dikenal sebagai glikolisis, yang menghasilkan energi dalam bentuk ATP.

Dalam proses glikolisis, glukosa akan teroksidasi dengan baik laktat atau piruvat. Ada dua jalur yang berbeda dengan yang proses glikolisis berlangsung glikolisis tempat aerobik dan glikolisis anaerobik. Sebuah jalur metabolisme, yang melibatkan transformasi glukosa menjadi piruvat, dan konversi lebih lanjut dari piruvat menjadi laktat, dalam ketiadaan oksigen dikenal sebagai glikolisis anaerobik.

Sistem ini juga dikenal sebagai sistem asam laktat, sebagai produk akhirnya adalah laktat, yang merupakan basa konjugat dari asam laktat. Konversi piruvat menjadi laktat dibawa dengan bantuan sebuah enzim laktat dehidrogenase (LDH). Energi yang dihasilkan oleh jalur ini berkisar antara 10 detik sampai 20 menit. Glikolisis anaerobik umumnya terjadi ketika energi instan diperlukan tidak adanya lengkap oksigen atau terbatasnya pasokan oksigen.

Sistem Glikolisis anaerobik

Bentuk glikolisis adalah sumber utama energi bagi beberapa tanaman dan organisme. Ini merupakan sumber penting dari ATP selama latihan berat, ketika tidak ada pasokan oksigen yang cukup. glikolisis ini aktif pada bakteri yang terlibat dalam souring susu dan pembentukan yoghurt. Jalur ini juga ada pada ragi, dimana piruvat pertama-tama diubah menjadi asetaldehida dan karbon dioksida dan kemudian menjadi etanol dalam ketiadaan oksigen.

Ada dua jenis proses fermentasi anaerob yang dapat terjadi tanpa adanya oksigen. Mereka adalah sebagai berikut: fermentasi asam laktat dan fermentasi alkohol. Mari kita mendapatkan beberapa informasi lebih lanjut tentang proses ini.

Fermentasi Asam Laktat

Jalur fermentasi Asam laktat umumnya terjadi pada sel hewan dan bakteri asam laktat. Jaringan hewan menghasilkan energi dengan menggunakan jenis glikolisis. Selama proses ini, pemecahan glukosa terjadi dengan tidak adanya oksigen. Karbohidrat dipecah berlangsung dalam sel dan menghasilkan pembentukan asam piruvat dan ion hidronium. Piruvat selanjutnya mengalami oksidasi, membentuk asam laktat yang terdisosiasi menjadi laktat dan H +. NADH akan teroksidasi dalam seluruh proses ini yang merupakan sumber energi untuk sel. Reaksi yang terlibat dalam konversi piruvat menjadi laktat dapat direpresentasikan sebagai berikut:
Puruvate + NADH + H+ ? Lactate + NAD+

Laktat yang dihasilkan berdifusi keluar dari sel dan masuk ke dalam hati. Hal ini kemudian diubah menjadi glukosa yang mampu melewati kembali ke dalam sel perifer untuk memasukkan kembali glikolisis dan membentuk suatu siklus yang berkelanjutan. Sel-sel darah merah mengambil sebagian besar energi mereka melalui proses glikolisis anaerobik. Namun, kelebihan produksi asam laktat dapat menyebabkan asidosis laktat.

Fermentasi alkohol

Fermentasi alkohol
Fermentasi alkohol

Jalur ini umumnya berlangsung pada organisme seperti ragi dan banyak tanaman. Proses ini melibatkan konversi piruvat ke asetaldehida dan karbon dioksida yang selanjutnya diubah menjadi etanol. NADH diubah kembali ke NAD + dan etanol adalah produk akhir dari jalur ini. Proses ini digunakan dalam pembuatan minuman beralkohol dan juga dalam industri bioteknologi untuk menghasilkan karbon dioksida yang diperlukan untuk pembuatan roti.

Perbedaan utama antara glikolisis aerobik dan anaerobik adalah bahwa gula tidak dipecah sepenuhnya dibagian kedua. Sebaliknya, ia diubah menjadi asam laktat atau etil alkohol. Namun, banyak hewan dan tumbuhan menggunakan glikolisis anaerob untuk produksi ATP.

13101840, 13101841, 13101842, 13101843, 13101844, 13101845, 13101846, 13101847, 13101848, 13101849, 13101850, 13101851, 13101852, 13101853, 13101854, 13101855, 13101856, 13101857, 13101858, 13101859, 13101860, 13101861, 13101862, 13101863, 13101864, 13101865, 13101866, 13101867, 13101868, 13101869, 13101870, 13101871, 13101872, 13101873, 13101874, 13101875, 13101876, 13101877, 13101878, 13101879