Prinsip Dasar dan Pilar-Pilar Demokrasi Pancasila

By On Saturday, July 19th, 2014 Categories : Sains

Setidaknya ada tujuh prinsip dasar demokrasi pancasila yang diterapkan di negara kesatuan republik Indonesia, antara lain 1) adanya persamaan bagi seluruh rakyat Indonesia, 2) adanya keseimbangan antara hak dan kewajiban, 3) adanya kebebasan yang bertanggung jawab secara moral kepada Allah swt, diri sendiri maupun orang lain, 4) mewujudkan keadilan sosial, 5) musyawarah, 6) adanya kesatuan dan persatuan dengan dilandasi jiwa kekeluargaan, 7) menjunjung tinggi tujuan dan cita-cita nasional.

Prof. S. Pamuji menjelaskan bahwa ada enam aspek dalam demokrasi pancasila, yakni aspek formal, material, normatif, optatif, organisasi dan kejiwaan.

a. Aspek formal merupakan aspek yang berkaitan dengan cara rakyat dalam musyawarah untuk menunjuk wakil-wakilnya yang nantinya duduk dalam badan perwakilan di pemerintahan. Selain itu juga mengatur bagaimana agar proses tersebut dapat berlangsung secara jujur, adil, transparan dan mencapai kesepakatan.

b. Aspek material merupakan aspek yang berkaitan dengan gambaran akan harkat dan martabat manusia di Indonesia.

c. Aspek normatif merupakan aspek yang menerangkan seperangkat norma atau kaidah tertentu yang mampu membimbing menjadi sebuah kriteria untuk mencapai tujuan.

d. Aspek optatif merupakan aspek yang mengetengahkan tujuan dan keinginan yang hendak dicapai.

e. Aspek organisasi merupakan aspek yang menempatkan organisasi sebagai wadah dalam pelaksanaan demokrasi pancasila. Wadah tersebut tentunya harus cocok dan sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai.

f. Aspek kejiwaan merupakan aspek yang menjadikan semangat dalam menyelenggarakan dan memimpin pemerintahan.

Lebih lanjut, Udin Saripudin Winataputra (2002) membagi pilar-pilar demokrasi pancasila menjadi sepuluh pilar yaitu:

a. Demokrasi yang berkeTuhanan Yang Maha Esa.
b. Demokrasi dengan kecerdasan.
c. Demokrasi yang berkedaulatan rakyat.
d. Demokrasi dengan rule of law.
e. Demokrasi dengan pembagian kekuasaan negara
f. Demokrasi dengan hak asasi manusia.
g. Demokrasi dengan pengadilan yang merdeka.
h. Demokrasi dengan otonomi daerah.
i. Demokrasi dengan kemakmuran.
j. Demokrasi dengan berkeadilan sosial.

Bila dilihat, maka ada kesamaan antara konsep demokrasi universal yang diusung oleh negara lain di dunia dengan konsep demokrasi pancasila. Adapun perbedaan yang mendasar yaitu adanya pilar demokrasi berdasarkan keTuhanan Yang Maha Esa. Ini merupakan ciri khas demokrasi pancasila yang diistilahkan dengan teodemokrasi. Dengan begitu kita dapat memahami bahwa demokrasi pancasila tidak bernuansa sekuler melainkan bernuansa keTuhanan Yang Maha Esa.

Sumber: Sunarso dkk. 2004. Pendidikan Kewarganegaraan. Yogyakarta: UNY Press.