Pria Kurang Seksi Jika Dibesarkan Bersama Para Wanita

By On Thursday, March 2nd, 2017 Categories : Sains

Pria yang dibesarkan bersama banyak saudari perempuan menjadi kurang seksi, menurut penelitian.

Pria Kurang Seksi

Memiliki banyak saudari kandung tidak membuat pria menjadi kurang heteroseksual, akan tetapi perilaku dan bahasa tubuhnya bisa saja terlihat kurang jantan atau maskulin ketimbang pria yang dibesarkan di tengah-tengah keluarga yang didominasi oleh para lelaki keras dan tangguh.

Para peneliti menemukan bahwa perbandingan atau rasio laki-laki dan perempuan dalam sebuah keluarga yang tumbuh bersama dapat mempengaruhi perilaku seksual (dari pada seksualitas) seorang anak laki-laki yang jumlahnya lebih kurang.

Gen-gen bisa menentukan kepribadian dan perilaku tapi lingkungan selama tahap awal kehidupan “membentuk perilaku/kepribadian tersebut” menurut penelitian yang dipublikasikan di jurnal Psychological Science.

Sebuah tim yang terdiri dari sekumpulan psikolog dari Universitas Texas bereksperimen dengan para tikus yang baru lahir. Mereka memisahkan para tikus tersebut ke kawanan yang didominasi para jantan, para betina atau kawanan yang sebanding.

Mereka menemukan bahwa perilaku seksual lebih banyak dipengaruhi oleh rasio jantan dan betina kawanan tersebut tempat para tikus itu dibesarkan ketimbang tempat lahir para tikus tersebut.

Menyangkut masalah perkawinan, tikus-tikus jantan yang dibesarkan dalam kawanan yang lebih banyak kerabat betina kurang meluangkan waktu untuk kawin ketimbang para tikus yang dibesarkan di antara tikus jantan atau dalam kawanan yang sebanding.

Hal ini disebabkan para tikus tersebut tidak diajak untuk melakukan hal demikian oleh para betina yang memberi sinyal ketersediaan mereka dengan cara menggoyang telinga atau meloncat-loncat dengan cepat, cara berkomunikasi hewan pengerat untuk mengatakan ayo!

David Crews, sang penulis pemberitaan tersebut mengatakan: “Apabila para betina ingin kawin dengan seekor jantan, para betina tersebut akan melakukan gerakan yang disebut loncat cepat. Para betina menggoyang-goyang telinga. Hal tersebut mendorong rasa suka para jantan. Para betina kurang melakukan hal ini ketika bersama tikus jantan yang tumbuh dalam kawanan yang lebih banyak betinanya.”

“Apa yang berlaku pada tikus-tikus bisa saja memiliki implikasi bagi manusia juga, tambahnya. Hal tersebut memberitahukan anda bahwa keluarga itu penting, termasuk berapa banyak saudara dan saudari yang anda miliki, dan interaksi di antara individu-individu tersebut. Keluarga sangat penting dalam pembentukan kepribadian. Lingkungan tempat anda dibesarkan tidak menentukan kepribadian tapi membantu membentuknya.”