Pola Makan Yang Bagus Ternyata Dapar Pengarui Kuantitas Sperma

By On Sunday, October 30th, 2011 Categories : Artikel

(Pola Makan Yang Bagus Ternyata Dapar Pengarui Kuantitas Sperma) – Memiliki anak atau keturunan merupakan idaman setiap orang, tak jarang pasangan suami istri berusaha dengan berbagai cara untuk mendapatkan anak baik itu olah raga, terapi, ke dokter bahkan banyak juga yang menggunakan ramuan tradisional. Perlu diketahui bahwa ternyata memiliki pola makan yang bagus dan sehat ternyata mempengarui kuantitas dan kelincahan sperma dimana hal itu salah satu syarat kesuburan seorang lelaki. Apalagi bagi pasutri (pasangan suami istri) yang ingin memiliki keturunan, sperma yang berenang cepat dalam jumlah banyak adalah salah satu syarat mutlak yang harus dipenuhi.

Diketahui dalam studi terbaru bahwa para ahli menganjurkan untuk memenuhi dua syarat tersebut yakni kuantitas dan kelincahan sperma, setiap pria harus menjaga pola dietnya. Kebiasaan pola makan yang buruk seperti halnya mengkonsumsi makanan berlemak justru dapat mengacaukan kesuburan.

Hasil studi terbaru menunjukkan bahwa, pria yang mengkonsumsi makanan dengan kadar asupan asam lemak trans paling rendah memiliki rata-rata konsentrasi sperma hingga dua kali lipat dibandingkan dengan pria lainnya. Pria dengan pola diet sehat ternyata memiliki rata-rata 79 juta sperma per mililiter, sedangkan mereka yang kadar lemak transnya tinggi hanya memiliki 48 juta per mL.

Seorang peneleiti yang bernama Audrey Gaskins PhD dari Harvard School of Public Health menjelaskan bahwa “lemak trans yang terakumulasi di dalam tubuh¬† kemungkinan mendesak dan membunuh sel-sel sperma secara perlahan”.

Sebaiknya seorang pria menjalankan dietnya secara sehat dengan banyak mengkonsumsi makanan dari tumbuh-tumbuhan yang cenderung mengandung antioksidan lebih tinggi seperti gandum utuh, sayur-sayuran, buah-buahan, polong-polongan.

Cara terbaik untuk memulai pola makan yang sehat adalah dengan meninggalkan konsumsi makanan siap saji yang cenderung memiliki  kandungan lemak trans tinggi tetapi rendah antioksidan. Untuk menambah asupan antioksidan, sebaiknya konsumsi akan buah dan sayur-sayuran dan menerapkan pola diet Mediteranian yang kaya minyak ikan dan minyak zaitun diperbanyak.