Please Come Back

By On Sunday, March 12th, 2017 Categories : Cerita

Siang ini, panas sekali. Haduuhhh, bisa-bisa aku meleleh, nih, gara-gara panas ini. Menyengat sekali. Aku harus jalan kaki dari sekolah, karena hari ini tak ada yang menjemputku.

“ES KRIM! ES KRIM! ES KRIM!”
Terdengar suara abang es krim yang sedang mendorong gerobak es krimnya di ujung jalan. Kebetulan, jalanan ini sepi, jadi aku bisa menyebrang. Aku pun menyeberang melihat kiri-kanan. Saat sudah sampai, aku memanggil abang es krim itu.

“Bang, mau beli es krim dong!” Seruku.
“Oh, ya, boleh. Mau es krim apa, dik.” Tanya abang es krim itu.
“Hmmm, ada es krim ‘feast’ nggak bang?”
“Ada kok dik. Mau yang rasa apa dik?”
“Aku mau yang rasa coklat ya, bang. Berapa harganya?”
“5.000 rupiah saja dik.”
Aku segera mengambil uang yang ada di saku celana sekolahku yang bermotif kotak-kotak itu, lalu menyerahkannya ke abang penjual es krim itu. Kebetulan, aku mempunyai uang Rp 5.000 di sakuku.
Setelah membayar, aku langsung membuka es krimku, lalu menyantapnya. Hmmm, enak!

Hufffttt… Membosankan sekali di sini. Ayah, kakak, dan bunda pergi ke swalayan untuk semetara. Katanya sebentar, tapi kok sampe sore gini sih? Perginya udah dari jam 2 tadi. Sekarang sudah jam 4. Ahhh, sudahlah. Lebih baik aku bermain di luar dahulu. Bisa-bisa, aku lumutan duluan deh… Hihihi.

Aku berjalan mendekati pintu depan. Setelah aku buka, aku mendapati sandalku yang berwarna pink putih. Aku segera memakainya. Lalu aku ke luar rumah. Saat aku sudah sampai di lapangan…
“Halo teman-te…” kata-kataku terputus ketika mendapati tidak ada orang di lapangan ini. Aku sedih. Aku duduk termenung di dalam pendopo/gazebo yang ada di dekat lapangan itu. Tak lama, aku melamun.

Kenapa aku ini? Kemana teman-temanku? Di sini, hanya tersisa saudaraku, yang paling nakal. Oh, kapan kalian akan datang ke Bekasi dari Medan, Haylania dan Farelly? Kapan kalian datang dari Amerika ke Indonesia, Fariha dan Tarima? Aku kangen, kangen, kangen, kangen, kangen, kangen, kangen dengan kalian… Please, come back…

Tak kusadari, aku menangis, mengingat kejadian yang pernah kita lalui bersama.
Aku ingat, aku ingat ketika Haylania, Farelly, dan Rihdo bertengkar karena masalah yang sepele. Aku ingat ketika Fariha dan Tarima datang ke sini, dan kami bermain petualangan di dalam rumahku, dan itu 5 tahun yang lalu. Sekarang, aku berumur 10 tahun.

Aku menghapus air mataku, lalu bangkit keluar dari pendopo/gazebo. Disaat aku ingin kembali ke dalam rumah, aku melihat sebuah sendok plastik tergeletak di tanah. Segera aku mengambilnya, lalu mengoreskan sendok itu ke tanah, yang membentuk sebuah tulisan seperti ini;

WHEN WILL YOU
ALL COME
HERE
AGAIN?

Aku menatap ke langit. Aku yakin, mereka pasti kangen aku. Kapan, di mana, dan dalam kondisi apa kita akan bertemu, aku tak tahu. Semua sudah diatur oleh sang maha esa.

Di sana, hati Haylania, Farelly, Fariha, dan Tarima berkata seperti ini;

‘Farasha, kapan kita akan bertemu lagi?!’

PLEASE, COME BACK!