Pengertian Plasmodium dan Siklus Hidupnya

By On Monday, May 5th, 2014 Categories : Sains

Pengertian Plasmodium dan Siklus Hidupnya – Plasmodium adalah genus dari sporozoa atau protista mirip hewan yang tidak memiliki alat gerak. Plasmodium merupakan makhluk hidup renik yang merupakan patogen atau dapat menyebabkan penyakit yang merugikan. Plasmodium hidup menjadi parasit di tubuh hewan dan manusia pada umumnya.

Beberapa spesies plasmodium yang menyebabkan penyakit malaria adalah Plasmodium ovale, Plasmodium malariae, Plasmodium vivax, Plasmodium falciparum. Dari beberapa spesies dari plasmodium ternyata spesies Plasmodium falciparum yang paling berbahaya dengan menimbulkan penyakit malaria tropikana.

1. Reproduksi
Plasmodium bereproduksi dengan dua cara yaitu seksual dan aseksual. Reproduksi aseksual plasmodium terjadi didalam tubuh manusia, sedangkan reproduksi seksualnya ada didalam tubuh nyamuk Anopheles. Berikut ini adalah penjelasan mengenai reproduksi Plasmodium.

  • Setelah nyamuk Anopheles menyerap darah manusia yang terinfeksi, mikrogametosit dan makrogametosit berkembang dan melebur menjadi zigot dan membentuk kista
  • Didalam kista, zigot berkembang menjadi sporozoit dan berpindah kedalam kelenjar ludah nyamuk
  • Sporozoit tadi masuk kedalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk Anopheles
  • Melalui aliran darah, sporozoit berpindah kedalam hati dan membentuk merozoit
  • Merozoit dapat menyerang sel hati lain dan juga sel darah merah
  • Jika merozoit menyerang sel darah merah, maka didalamnya merozoit tersebut dapat menghasilkan ribuan merozoit lagi
    Jika ribuan merozoit tadi selesai direproduksi dalam skala tinggi maka menyebabkan sel darah merah lisis dan meyebabkan penderita menjadi demam
  • Ribuan merozoit yang direproduksi secara aseksual tadi dapat berkambang menjadi mikrogametosit atau makrogametosit
  • Mikrogametosit dan makrogametosit tersebut dapat dihisap oleh nyamuk Anopheles lainnya dan mengulangi siklus hidupnya

2. Penanggulangan Malaria
Untuk mengatasi infeksi plasmodium dapat dilakukan dengan berbagai cara baik pencegahan maupun pengobatan. Pencegahan malaria yaitu dengan cara menutup, menguras, dan mengubur barang atau tempat-tempat yang berpotensi menjadi habitat nyamuk. Sedangkan cara pengobatan pada penderita malaria yaitu dapat dilakukan dengan cara memberikan obat kimia dan juga vaksin yang lebih efektif.