Pewarna makanan dapat memperburuk perilaku anak

By On Tuesday, April 18th, 2017 Categories : Artikel

Makanan yang memiliki pewarna buatan dapat berpengaruh buruk terhadap anak-anak hiperaktif, dan anak yang sulit berkonsentrasi. Celakanya, manusia modern saat ini yang mengkonsumsi pangan dengan penuh pewarna buatan.

Pewarna makanan hampir digunakan pada setiap makanan olahan yang dikonsumsi anak-anak, dari mulai permen, sereal, hingga minuman ringan. Sebuah penelitian di Inggris mengamati perilaku anak berusia 3,8 dan 9 tahun. Hasilnya memperlihatkan, zat aditif pada makanan meningkatkan perliaku hiperaktif.

Penelitian lain menganalisa beberapa jenis pewarna makanan yang memberikan kontribusi perilaku hiperaktif pada anak-anak yang sensitif. Hasil penelitian itu digunakan britain Food Standard Agency merekomendasikan pelarangan enam jenis pewarna makanan.

Sementara itu Pusat Ilmu Pengetahuan untuk Kepentingan Umum di Uni Eropa merekomendasikan pelarangan delapan jenis pewarna makanan, yakni: Yellow 5, red 40, Blue 1, Blue 2, Green 3, Orange B, Red 3, dan Yellow 6. keputusan terakhir tentu saja berada di tangan orangtua sebagai konsumen yang menyediakan makanan untuk anak-anaknya.

The Sandman, Vol. 1: Preludes and Nocturnes, Herbs香草百科, Outlaw's Kiss (Grizzlies MC #1), Escape from Mr. Lemoncello's Library (Mr. Lemoncello's Library #1), La mascara de la muerte roja, To the Ends of the Earth, Smile, Stephen Curry, The List, Epic Fail, An Affair with Danger, Ficciones, The Little Book of Hygge: The Danish Way to Live Well, Father, 5 Ways to Change Your Life, Anything Is Possible, The Nest, Stephen Curry, Tying the Knot