Persebaran Agama Islam dan Agama Lainnya pada Masa Kolonial

By On Tuesday, April 18th, 2017 Categories : Sains

Di subbab depan telah dikemukakan, bahwa pemerintah Hindia Belanda memberi izin khusus di daerah-daerah tertentu untuk persebaran agama Kristiani. Daerah penyebaran Kristiani dilakukan di daerah-daerah yang belum terkena pengaruh agama Hindu Buddha maupun Islam. Misalnya wilayah Ambon, Batak, Papua, dan Sulawesi Utara.
Terhadap daerah-daerah yang menjadi basis agama lain, pemerintah kolonial menyatakan tertutup untuk Kristenisasi. Misalnya daerah Banten, Aceh, dan Sumatra Barat yang merupakan basis agama Islam. Bali menjadi basis agama Hindu. Dengan demikian perkembangan agama lain tidak terdesak oleh Kristenisasi. Masyarakat di daerah-daerah tersebut leluasa dalam menjalankan kegiatannya. Kepercayaan yang mereka pegang teguh sejak sebelum kedatangan bangsa Eropa tetap eksis.

Pengetahuan:
Kiai Sadrach Surapranata (1835-1924), memadukan ajaran Kristen dengan mistik dan adat lokal Jawa. Ia dianggap menganut ajaran sesat atau palsu oleh para missionaris Kristiani Eropa. Namun pada tahun 1887, mampu membaptis seorang bangsawan dari Keraton Paku Alaman. Pada tahun 1890, pengikutnya hampir 7.000 orang yang tersebar di 371 desa di Jawa tengah dan Jawa Timur.

26007374, 26007375, 26007376, 26007377, 26007378, 26007379, 26007380, 26007381, 26007382, 26007383, 26007384, 26007385, 26007386, 26007387, 26007388, 26007389, 26007390, 26007391, 26007392, 26007393, 26007394, 26007395, 26007396, 26007397, 26007398, 26007399, 26007400, 26007401, 26007402, 26007403, 26007404, 26007405, 26007406, 26007407, 26007408, 26007409, 26007410, 26007411, 26007412, 26007413