Permen Dot Terbukti Tak Bernarkoba, Ini Penjelasan Pemkot Surabaya

By On Thursday, March 16th, 2017 Categories : News

Pemerintah kota Surabaya mengklaim tindakan razia makanan dan minuman yang diduga mengandung bahan berbahaya maupun adiktif, adalah wajar. Alasannya, tidak semua jenis jajanan makanan dan minuman (mamin) yang beredar di pasaran aman dikonsumsi masyarakat. Ini menyusul hasil uji laboratorium di Balai Besar Pengawas Makanan dan Obat yang menyatakan permen dot merek Penguin negatif mengandung narkoba.

“Ini tidak hanya sekali ini, banyak jenis makanan yang kami periksa dan awasi sesuai Surat Keputusan Wali Kota terkait tim kordinasi pembinaan dan pengawasan makanan dan minuman,” kata Kepala Dinas Kesehatan Surabaya Febria Rachmanita saat jumpa pers, Selasa, 14 Maret 2017. Tidak hanya di sekolah dasar, tapi juga pedagang kaki lima dan supermarket di Kota Pahlawan.

Menurutnya, kegiatan pengawasan terhadap makanan dan minuman sudah dilakukan selama bertahun-tahun. Hal itu selaras dengan Keputusan Menteri Kesehatan (Kepmenkes) nomor 942 tahun 2003 tentang pedoman higiene sanitasi makanan jajanan setiap bulan.

“Ini langkah antisipasi dan itu wajib kami lakukan sebelum (pre market) dan sesudah izin edar (mamin),” tutur Febria.

Pengawasan yang dilakukan, menurut Febria memiliki Standard Operating Procedure (SOP). Ia mencontohkan, selama Februari 2017 lalu pengawasan dilakukan di 200 titik, baik di toko kecil hingga toko besar.

“Ada pengaduan dari masyarakat maupun tidak, kami turun. Sebab, kewajiban kami melakukan pengawasan bila ada zat tambahan makanan yang berbahaya,” kata dia.

Sementara itu Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Saptol PP) Surabaya Irvan Widianto menegaskan, pengawasan terhadap makanan dan minuman dilaksanakan secara masif dan serentak. Sesuai Perda nomor 2 tahun 2014 pasal 27, “pengawasan ini dilakukan berdasarkan tiga hal, yakni karena adanya temuan di lapangan, laporan masyarakat dan juga uji lab,” tuturnya.

Untuk prosedur pengawasannya, personel Satpol PP di kecamatan melakukan razia terhadap makanan dan minuman yang dicurigai. Misalnya dari warna, bau menyengat, maupun durasi kadaluarsa. Produk tersebut kemudian diserahkan kepada Dinas Kesehatan untuk kemudian diteliti.

“Begitu hasil uji lab-nya keluar dan ternyata negatif, kami melakukan pengembalian per kecamatan. Kecuali yang barangnya dari awal sudah dibeli,” tutur dia.Kota Surabaya dan sejumlah kota lainnya sempat heboh lantaran razia permen yang diduga mengandung zat adiktif. Permen tersebut diimpor dari Cina oleh PT Petrona Inti Chemindo.

Belakangan, BBPOM Surabaya dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Timur merilis hasil bahwa permen itu mengandung narkotika. Bahkan, mengantongi izin resmi BPOM. Perusahaan importir itu lantas menuntut Pemerintah Kota Surabaya memulihkan nama baik perusahaan.

32559923, 32559924, 32559925, 32559926, 32559927, 32559928, 32559929, 32559930, 32559931, 32559932, 32559933, 32559934, 32559935, 32559936, 32559937, 32559938, 32559939, 32559940, 32559941, 32559942, 32559943, 32559944, 32559945, 32559946, 32559947, 32559948, 32559949, 32559950, 32559951, 32559952, 32559953, 32559954, 32559955, 32559956, 32559957, 32559958, 32559959, 32559960, 32559961, 32559962 25934658, 25934659, 25934660, 25934661, 25934662, 25934663, 25934664, 25934665, 25934666, 25934667, 25934668, 25934669, 25934670, 25934671, 25934672, 25934673, 25934674, 25934675, 25934676, 25934677, 25934678, 25934679, 25934680, 25934681, 25934682, 25934683, 25934684, 25934685, 25934686, 25934687, 25934688, 25934689, 25934690, 25934691, 25934692, 25934693, 25934694, 25934695, 25934696, 25934697