Perlu Di Ketahui ! Ternyata Sains Kunci Utama Memanfaatkan Demografi.

By On Thursday, January 7th, 2016 Categories : Sains
Gratis Samsung

JAKARTA – Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) menyatakan bahwa komitmen terhadap penguasaan ilmu pengetahuan (sains) dan implementasinya dalam berbagai bidang akan menjadi kunci sukses pemanfaatan bonus demografi menuju kesejahteraan bangsa.

“Jika sudah terpatri sebagai budaya dan pola pikir, sains akan mudah diterjemahkan menjadi inovasi, dasar kebijakan, dan alat diplomasi,” kata Sekretaris Jenderal AIPI, Budhi M Suyitno, di Jakarta, belum lama ini.

Ia mengatakan, penguasaan sains telah mengantarkan banyak negara menjadi bangsa yang maju, berdaulat, dan disegani di kancah internasional.

Hal itulah, lanjut dia, menjadi alasan AIPI dan Akademi Ilmuwan Muda Indonesia bekerja sama dengan Knowledge Sector Initiative (KSI) mendiskusikan sains untuk semua dengan harapan dapat membangun kesadaran akan pentingnya peran ilmu pengetahuan sebagai teknologi, budaya, dan cara pikir di berbagai bidang, seperti pemerintahan, politik, praktik media, maupun secara umum.

Permasalahannya, menurut dia, ilmu pengetahuan saat ini lebih sering dimaknai sebagai teknologi. Padahal, peran sains sebenarnya lebih luas, yaitu sebagai pola pikir dan budaya bangsa yang membangun peradaban.

Team Leader KSI Indonesia, Robin Bush, menjelaskan, ilmu pengetahuan berperan penting dalam pengambilan kebijakan yang strategis dan efektif untuk memecahkan berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia.

“Itulah sebabnya Knowledge Sector Initiative mendukung penggunaan pengetahuan, penelitian, analisis, dan bukti secara lebih baik dalam pengambilan kebijakan untuk meningkatkan taraf kehidupan rakyat Indonesia dan mengatasi hambatan yang dihadapi oleh bangsa,” sebutnya.

Indonesia sendiri merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia dan sedang menikmati bonus demografi pada 2012–2030 yakni sebagian besar penduduknya berusia produktif.

Negara seperti China dan Korea Selatan berhasil memanfaatkannya dengan mencetak penduduk produktif menjadi angkatan kerja terampil dan berkualitas serta menjadi negara maju.

“Kami meyakini Indonesia memiliki peluang serupa untuk menjadi negara maju dan lepas dari jebakan negara berpendapatan menengah. Kami meyakini kunci untuk memaksimalkan peluang ini adalah dengan penguasaan ilmu pengetahuan, baik sebagai teknologi maupun sebagai pola pikir dan budaya bangsa,” terangnya.

Kaukus Ilmu Pengetahuan diharapkan menjadi kelompok pendorong untuk memetakan, memantau, dan mendorong implementasi hasil penelitian atau budaya ilmiah dalam berbagai bidang. Gerakan ini bukan bermaksud membuat seluruh masyarakat menjadi ilmuwan, melainkan mendorong masyarakat memahami pentingnya peran sains untuk mengantarkan Indonesia menjadi negara maju.

“Semua pihak dapat mengambil bagian dalam gerakan ini, baik ilmuwan, birokrat, politikus, jurnalis, praktisi media, pengusaha, seniman, pendidik, berbagai komunitas, maupun masyarakat umum yang menyadari pentingnya mengampanyekan sains sebagai pola pikir dan budaya kolektif,” tukasnya

dipublikasikan:
oleh:ant Jurnalis
pada:Sabtu, 19 Desember 2015
website:sumber http://news.okezone.com/read/2015/12/19/65/1270962/sains-kunci-utama-memanfaatkan-bonus-demografi

Hunted, Calling Me Home, The Amish Best Friend, The Book Thief, We Are Okay, Wait! I'm Not Trained for This! Confessions of a Stay-At-Home Mom, Jesus' Son, 1984, No Better Friend: One Man, One Dog, and Their Extraordinary Story of Courage and Survival in WWII, Marian's Big Book of Bible Stories, Ekklesia: Rediscovering God's Instrument for Global Transformation, Guy Walks into a Bar... (Jack Reacher, #12.5), Deer in Headlights (Good Gods #1), Crossing the Horizon, The First Man in Rome (Masters of Rome, #1), Race for the Flash Stone (The Anlon Cully Chronicles, #2), City of Heavenly Fire (The Mortal Instruments, #6), The Punk and the Professor, Just a Little Junk, Dissolution (Matthew Shardlake, #1)