Perkembangan Anak | Perkembangan Fisik, Motorik, Kognitif, Psikososial

By On Saturday, December 5th, 2009 Categories : Sains

Perkembangan anakPerkembangan Anak (Perkembangan Fisik, Perkembangan Motorik, Perkembangan Kognitif, Perkembangan Psikososial) – Periode ini merupakan kelanjutan dari masa bayi (lahir – usia 4 th) yang ditandai  dengan terjadinya perkembangan fisik, motorik dan kognitif (perubahan dalam sikap, nilai, dan perilaku), psikosial serta diikuti oleh perubahan – perubahan yang lain.

1. Perkembangan Fisik

Pertumbuhan fisik pada masa ini lambat dan relatif seimbang. Peningkatan berat badan anak lebih banyak dari pada panjang badannya. Peningkatan berat badan anak terjadi terutama karena bertambahnya ukuran sistem rangka, otot dan ukuran beberapa organ tubuh lainnya.

2. Perkembangan Motorik

Perkembangan motorik pada usia ini menjadi lebih halus dan lebih terkoordinasi dibandingkan dengan masa bayi. Anak – anak terlihat lebih cepat dalam berlari dan pandai meloncat serta mampu menjaga keseimbangan badannya. Untuk memperhalus ketrampilan – ketrampilan motorik, anak – anak terus melakukan berbagai aktivitas fisik yang terkadang bersifat informal dalam bentuk permainan. Disamping itu, anak – anak juga melibatkan diri dalam aktivitas permainan olahraga yang bersifat formal, seperti senam, berenang, dll.

Beberapa perkembangan motorik (kasar  maupun halus) selama periode ini, antara lain :

a). Anak Usia 5 Tahun

  • Mampu melompat dan menari
  • Menggambarkan orang yang terdiri dari kepala, lengan dan badan
  • Dapat menghitung jari – jarinya
  • Mendengar dan mengulang hal – hal penting dan mampu bercerita
  • Mempunyai minat terhadap kata-kata baru beserta artinya
  • Memprotes bila dilarang apa yang menjadi keinginannya
  • Mampu membedakan besar dan kecil

b). Anak Usia 6 Tahun

  • Ketangkasan meningkat
  • Melompat tali
  • Bermain sepeda
  • Mengetahui kanan dan kiri
  • Mungkin bertindak menentang dan tidak sopan
  • Mampu menguraikan objek-objek dengan gambar

c). Anak Usia 7 Tahun

  • Mulai membaca dengan lancar
  • Cemas terhadap kegagalan
  • Peningkatan minat pada bidang spiritual
  • Kadang Malu atau sedih

d). Anak Usia 8 – 9 Tahun

  • Kecepatan dan kehalusan aktivitas motorik meningkat
  • Mampu menggunakan peralatan rumah tangga
  • Ketrampilan lebih individual
  • Ingin terlibat dalam sesuatu
  • Menyukai kelompok dan mode
  • Mencari teman secara aktif.

e). Anak Usia 10 – 12 Tahun

  • Perubahan sifat berkaitan dengan berubahnya postur tubuh  yang berhubungan dengan pubertas mulai tampak
  • Mampu melakukan aktivitas rumah tangga, seperti mencuci, menjemur pakaian sendiri , dll.
  • Adanya keinginan anak unuk menyenangkan dan membantu orang lain
  • Mulai tertarik dengan lawan jenis.

3. Perkembangan Kognitif

Dalam keadaan normal, pada periode ini pikiran anak berkembang secara berangsur – angsur. Jika pada periode sebelumnya, daya pikir anak masih bersifat imajinatif dan egosentris, maka pada periode ini daya pikir anak sudah berkembang ke arah yang lebih konkrit, rasional dan objektif. Daya ingatnya menjadi sangat kuat, sehingga anak benar-benar berada pada stadium belajar.

Menurut teori Piaget, pemikiran anak – anak  usia sekolah dasar disebut pemikiran Operasional Konkrit (Concret Operational Thought), artinya aktivitas mental yang difokuskan pada objek – objek  peristiwa nyata atau konkrit. Dalam upaya memahami alam sekitarnya, mereka tidak lagi terlalu mengandalkan informasi yang bersumber dari pancaindera, karena ia mulai mempunyai kemampuan untuk membedakan apa yang tampak oleh mata dengan kenyataan sesungguhnya.

Dalam masa ini, anak telah mengembangkan 3 macam proses yang disebut dengan operasi – operasi, yaitu :

Pages: 1 2 3

  • Klopp Akui Liverpool Kalah Tangguh, tapi Juga Soroti Buruknya Lapangan
  • Penampakan Wajah Seram di Langit Yang Menggemparkan Dunia
  • Sudah diunduh 75 juta kali, Pokemon Go catatkan rekor baru
  • Bahaya! Jangan Biarkan Anak Duduk dengan Posisi `W`
  • Hah….!! Hanya Diginiin Aja Sudah Jadi Mobil Mewah Sport Lamborghini
  • Sering jogging bikin otak lebih cerdas?