Perbedaan Makanan Organik, Makanan Alami, dan Makanan Sehat

By On Wednesday, March 22nd, 2017 Categories : Food

Meskipun sering digunakan secara bergantian, ternyata ketiga istilah ini memiliki arti yang berbeda.

Makanan organik dari produk nabati tumbuh tanpa menggunakan pestisida buatan, pupuk, atau herbisida. Sementara itu, daging, telur, dan produk susu organik diperoleh dari hewan yang diberi makan dari alam dan tidak diberi hormon atau antibiotik.

Makanan alami adalah makanan yang bebas dari bahan sintetis atau buatan atau aditif.

“Makanan sehat” adalah istilah umum yang digunakan, baik untuk makanan alami maupun organik, atau makanan biasa yang melewati sedikit proses pengolahan, seperti tepung gandum utuh.

Banyak yang berpendapat bahwa makanan organik memiliki konsentrasi nutrisi yang lebih tinggi, tapi pendapat itu tidak sepenuhnya benar. Kandungan nutrisi makanan juga sangat bervariasi, tergantung kapan bahan makanan dipanen dan bagaimana cara menyimpan dan proses pengolahannya. Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa makanan organik, alami, atau sehat terasa lebih enak dibandingkan makanan biasa (kecuali jika bahan-bahan tersebut dalam kondisi sangat segar).

Rasa dapat ditentukan oleh genetika tanaman, bukan berdasarkan jenis bahan makanan, apakah organik atau biasa. Cara panen dan cara merawat bahan makanan juga memengaruhi rasa. Rasa buah persik atau tomat yang dipetik ketika masih terlalu hijau tidak akan seenak buah yang matang pada pohonnya.

Meskipun tidak memengaruhi rasa atau nutrisi, berbagai jenis pupuk memiliki efek pada lingkungan. Banyak orang tidak keberatan untuk membayar lebih untuk makanan organik karena produksinya tidak menyebabkan kerusakan lingkungan akibat penggunaan pestisida dan herbisida. Selain itu, tanaman organik juga menggunakan pupuk kompos yang tidak merusak lingkungan, seperti pupuk buatan. Namun, label “organik” pada bahan makanan belum menjamin makanan bebas dari kontaminasi ketika bahan didistribusikan ke pasar.