Perbedaan Jenis Hormon Kelenjar Pituitari

By On Friday, February 24th, 2017 Categories : Sains

Kelenjar pituitari adalah bagian dari sistem endokrin dan memproduksi beberapa hormon yang berbeda. Dalam tubuh manusia, kelenjar hipofisis dibagi menjadi tiga lobus: anterior, menengah, dan posterior.

Setiap lobus menghasilkan hormon kelenjar hipofisis yang berbeda. Hormon yang diproduksi di lobus anterior termasuk hormon pertumbuhan dan hormon reproduksi. Hormon kelenjar hipofisis diproduksi oleh lobus posterior termasuk oksitosin, sedangkan lobus menengah menghasilkan melanosit-stimulating hormone.

Lobus anterior hipofisis bertanggung jawab atas tiroid, kelenjar reproduksi, dan kelenjar adrenal. Hormon yang diproduksi kelenjar hipofisis di lobus anterior termasuk thyrotropin, atau thyroid stimulating hormone, yang menyebabkan tiroid untuk menghasilkan hormon sendiri.

Lobus anterior juga berfungsi untuk hormon pertumbuhan, yang pada gilirannya bertanggung jawab untuk pengembangan tulang dan jaringan otot. Hormon pertumbuhan juga mengontrol bagaimana tubuh membakar lemak atau menyerap nutrisi. Hormon kelenjar hipofisis lainnya yang diproduksi di lobus anterior termasuk kortikotropin, yang menyebabkan adrenal untuk memproduksi hormon seperti kortisol.

Hormon reproduksi juga diproduksi di lobus anterior.

Hormon prolaktin dilepaskan setelah wanita melahirkan untuk merangsang produksi susu di kelenjar susu. Hormon yang mengontrol pelepasan telur dan sperma juga dibuat di lobus anterior. Follicle-stimulating hormone mendorong produksi telur dalam ovarium dan mengatur pelepasan estrogen dan testosteron. Luteinizing hormone juga merangsang indung telur serta testis dan diproduksi di kelenjar hipofisis.

Lobus tengah atau menengah dari kelenjar pituitary memproduksi melanosit-stimulating hormone, yang mengontrol pigmentasi kulit seseorang. Semakin banyak hormon ini dilepaskan seseorang akan memiliki kulit lebih gelap. Melanosit-stimulating hormone dapat bekerja dengan hormon lain, seperti estrogen, menyebabkan kulit gelap selama periode tertentu dari kehidupan. Misalnya, beberapa wanita hamil mungkin mengalami bintik hitam pada kulit mereka karena peningkatan kedua hormon hormon ini.

Lobus posterior berfungsi untuk dua hormon kelenjar pituitari. Ia melepaskan oksitosin, yang menyebabkan rahim berkontraksi selama persalinan. Oksitosin juga mencegah perdarahan yang berlebihan setelah melahirkan dan mendorong aliran susu dengan menyebabkan saluran susu di payudara berkontraksi.

Kelenjar Pituitari

Kelenjar pituitari adalah bagian dari sistem endokrin dan memproduksi beberapa hormon yang berbeda.

Hormon anti-diuretik (ADH), atau vasopresin, juga diproduksi di lobus posterior, membantu mengatur jumlah air dalam tubuh. ADH bertanggung jawab untuk mengendalikan jumlah air pada ginjal yang dilepaskan ke dalam aliran darah. Hormon sangat penting untuk menjaga area tubuh terhidrasi.