Perbedaan Antara Sastra Baru Dengan Sastra Lama

By On Monday, April 15th, 2013 Categories : Sains

Sastra lama adalah sastra yang berbentu lisan atau sastra melayu yang tercipta dari suatu ujaran atau ucapan. Sastra lama masuk ke indonesia bersamaan dengan masuknya agama islam pada abad ke-13. Peninggalan sastra lama terlihat pada dua bait syair pada batu nisan seorang muslim di Minye Tujuh, Aceh.

Ciri dari sastra lama yaitu:

  • Anonim atau tidak ada nama pengarangnya
  • Istanasentris (terikat pada kehidupan istana kerajaan)
  • Tema karangan bersifat fantastis
  • Karangan berbentuk tradisional
  • Proses perkembangannya statis
  • bahasa klise

Contoh sastra lama : fabel, sage, mantra, gurindam, pantun, syair, dan lain-lain.

Sastra baru adalah karya sastra yang telah dipengaruhi oleh karya sastra asing sehingga sudah tidak asli lagi.

Ciri dari sastra baru yakni:

  • Pengarang dikenal oleh masyarakat luas
  • Bahasanya tidak klise
  • Proses perkembangan dinamis
  • tema karangan bersifat rasional
  • bersifat modern / tidak tradisional
  • masyarakat sentris (berkutat pada masalah kemasyarakatan)

Contoh sastra baru : novel, biografi, cerpen, drama, soneta, dan lain sebagainya.

Murder and Mistletoe (White Mountains Romantic Mysteries Book 3), The Billionaire Experience: A Secret Baby Romance, Obsessed with the Billionaire, Consolation (Salvation, #3), The Duke Diaries (Royal Entourage, #3), A Light in the Window (Mitford Years, #2), The Keeping Quilt, Temptation and Tequila - The Tremont Sisters Trilogy - Book 2: A Sudden Falls Romance, The Rap Year Book: The Most Important Rap Song From Every Year Since 1979, Discussed, Debated, and Deconstructed, Restore Me (Shatter Me, #4), Book - Author pages, Hanging by a Thread (A Needlecraft Mystery, #6), House of Cards: A Tale of Hubris and Wretched Excess on Wall Street, The Idea of You, Skin Deep, The Block, Diary of a Wimpy Kid (Diary of a Wimpy Kid, #1), Rise of the Storm Bringer, The Elusive Pimpernel, Reply to a Letter From Helga