Perbedaan Antara Bryophyta dan Pterydophyta

By On Sunday, February 26th, 2017 Categories : Sains

Setelah mempelajari tumbuhan lumut dan paku, perhatikan perbedaan antara keduanya pada tabel Perbedaan Bryophyta dan Pterydophyta

Karakteristik Bryophyta

Tumbuhan lumut berwarna hijau karena mempunyai sel-sel dengan plastida yang menghasilkan klorofol a dan b, sehingga lumut bersifat autotrof. Lumut dapat beradaptasi untuk tumbuh di tanah dan belum mempunyai jaringan pengangkut.

Batang dan daun tegak memiliki susunan berbeda-beda. Batang tumbuhan lumut apabila secara melintang akan tampak susunan selapis sel kulit, lapisan kulit dalam (korteks), dan silinder pusat. Silinder pusat terdiri atas sel-sel parenkimatik memanjang untuk mengangkut air dan garam-garam mineral. Tumbuhan lumut belum terdapat floem dan xilem. Sel-sel daunnya kecil, sempit, panjang dan mengandung kloroplas yang tersusun seperti jala. Lumut hanya dapat tumbuh memanjang tetapi tidak membesar, karena tidak ada sel berdinding sekunder yang berfungsi sebagai jaringan penyokong. Rizoid seperti benang sebagai akar untuk melekat pada tumbuhnya dan menyerap garam-garam mineral.

Tumbuhan lumut mengalami pergiliran keturunan (metagenesis) dalam daur hidupnya. Tahap gametofit dan sporofit. Tahap gametofit dengan menghasilkan gamet (kelamin) yang bersifat haploid (n). Dengan demikian, terdapat tumbuhan lumut jantan dan betina karena satu tumbuhan tidak dapat menghasilkan dua sel kelamin sekaligus. Sel-sel kelamin jantan (sel sperma) dihasilkan dari anteridium dan sel-sel kelamin betina (sel telur atau ovum) terletak di dalam arkhegonium. Kedua organ penghasil sel kelamin ini terletak dibagian puncak dari tumbuhan. Anteridium yang masak akan melepas sel-sel sperma berenang menuju arkhegonium untuk membuahi ovum (pembuahan terjadi apabila kondisi lingkungan basan atau lembap).

Ovum yang terbuahi akan tumbuh menjadi sporofit yang tidak mandiri karena hidupnya di sokong oleh gametofit. Sporofit ini bersifat diploid (2n) dan berusia pendek (3 – 6 bulan untuk mencapai tahap kemasakan). Sporofit akan membentuk kapsula yang disebut sporagonium pada bagian ujung. Sporagonium berisi spora haploid yang dibentuk melalui meiosis. Sporagonium masak akan melepaskan spora. Spora tumbuh menjadi suatu berkas-berkas yang disebut protonema. Berkas-berkas ini tumbuh meluas dan pada tahap tertentu akan menumbuhkan gametofit baru.

Karakteristik Pterydophyta

Tumbuhan paku merupakan tumbuhan yang telah memiliki kormus atau tumbuhan yang sudah mempunyai akar, batang, dan daun sejati. Tumbuhan paku telah memiliki jaringan pengangkut xilem dan floem yang terdapat pada daun, batang dan akarnya. Tumbuhan paku dapat hidup di atas tanah atau batu, menempel dikulit pohon (epifit), di tepi sungai di tempat-tempat yang lembap (higrofit), hidup di air (hidrofit), atau di atas sampah atau sisa tumbuhan atau hewan (saprofit).

Sebagian besar tumbuhan paku mempunyai batang yang tumbuh di dalam tanah yang disebut rhizoma. Daun mulai tumbuh dari rhizom tersebut. Daun paku muda ujungnya selalu menggulung. Daun paku dewasa terdiri atas daun fertil dan daun steril. Daun steril atau tropofil adalah daun yang tidak ada bintil-bintil hitam dipermukaan bawah daunnya. Daun ini disebut juga daun mandul. Daun steril berfungsi untuk fotosintesis. Daun fertil atau sporofil adalah daun aku yang dipermukaan bawah daunnya terdapat bintil-bintil kehitaman. Dan ini juga disebut daun subur. Bintil-bintil kehitaman yang terletak di permukaan bawah daun ini adalah kumpulan sporangium yang disebut sorus. Daun fertil berfungsi untuk menghasilkan sfora.

Sama dengan tumbuhan lumut, tumbuhan paku pada perkembangbiakannya menunjukan pergiliran keturunan (metagenesis), yaitu fase sporofit dan fase gametofit. Gametofitnya memiliki beberapa perbedaan dengan gametofit lumut, yaitu gametofit pada tumbuhan paku dinamakan dengan protalium tetapi sama-sama bersifat haploid. Protalium hanya berumur beberapa minggu saja. Bentuk dari protalium seperti jantung, warnanya hijau, dan melekat pada substratnya. Protalium ini terdapat anteridium pada bagian paling sempit dan arkhegonium terdapat di sisi bawah protalim di antara rizoid-rizoidnya.

Setelah mempelajari tumbuhan lumut dan paku, perhatikan perbedaan antara keduanya pada tabel berikut.

Tabel Perbedaan Tumbuhan Lumut (Bryophyta) dan Tumbuhan Paku (Pterydophyta)

No Ciri-ciri Bryophyta Pterydophyta
 1 Ukuran Sangat kecil, biasanya tidak lebih dari 15 cm. Biasanya mencapai 1 m, beberapa dapat mencapai 12 m.
 2 Struktur tubuh Memiliki rizoid, berdaun sisik, dan tidak memiliki batang. Memiliki akar, batang, dan daun sejati.
 3 Jaringan pembuluh Tidak ada Ada, yaitu xilem dan floem
 4 Fase dominan Fase gametofit Fase sporofit
 5 Fase sporofit Sporangium Tumbuhan paku
 6 Fase gametofit Tumbuhan lumut Protalium
 7 Tumbuhan dewasa Berupa gametofit Berupa sporofit
 8 Gametofit dewasa Talus sederhana hidup bebas dan dapat berfotosintesis, memiliki rizoid dan struktur seperti daun Protalus, tidak menarik, hidup bebas dan dapat ber fotosintesis
 9 Sporofit dewasa Tergantung pada gametofit, mempunyai kapsul, serta kaki Bentuk yang menonjol, memiliki akar, batang dan daun sejati.